
"Sudah bangun?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri, Ara menoleh ke arah suami nya dan memasang wajah datar nya karna semalam dia meminta untuk suami nya itu menghentikan aksi nya itu tapi Nathan tidak mendengarkan nya dan melanjutkan aksinya itu hingga jam satu.
"Sudah tau masih saja bertanya" jawab Ara yang ingin bangkit dari tidur nya tapi dengan segera Nathan menarik dan menahan pinggang wanita itu.
"Mau kemana?" tanya Nathan dan melekatkan bibir nya di leher istri nya itu.
Ara merasa geli akan itu. "Nathan lepaskan, Apa kau tidak puas melakukan nya tadi malam hingga pagi hem?" tanya Ara yang berusaha lepas dari tubuh sang suami.
"Aku tidak pernah puas melakukan nya kau mengerti" jawab Nathan dan menjilat leher istri nya itu.
Ara tidak terima akan suami nya yang menjilat leher nya itu dan langsung berteriak. "Nathan lepaskan aku" teriak Ara dan berusaha lepas dari suami nya. Nathan tersenyum mendengar teriakan itu tapi dia tidak memperdulikan nya dan untung nya kamar itu juga kedap suara dan tidak ada satupun orang yang bisa mendengar nya kecuali diri nya sendiri. Tangan Nathan mulai aktif dan memegang benda yang menonjol di bagian dada istri nya itu.
"Nathan" teriak Ara lagi dan memukul tangan suami nya itu karna liar.
"Sebentar lagi saja" ucap Nathan dan langsung mencium dan menjilat leher istri nya itu. Ara tidak mau lagi melakukan hal itu karna dia sangat kelelahan melakukan itu di tambah kekurangan tidur. Ara berusaha lepas dari sang suami dengan banyak usaha tapi dia tidak bisa melipat akibat tangan Nathan yang memeluk erat tubuh nya.
"Aku mohon" ucap Ara dengan mengalihkan tubuh nya menatap Nathan denagn memelaskan wajah nya berharap Nathan melepaskan nya. Nathan tersenyum melihat wajah yang meminta ampun kepada nya itu dan setelah itu dia beranjak duduk dan langsung menggendong sang istri.
"Mau apa kau?" tanya Ara dengan memukul bahu suami nya itu.
"Mengajak mu mandi" jawab Nathan dan langsung membawa sang istri masuk ke dalam kamar mandi. Nathan menyiapkan air untuk dirinya dan juga sang istri mandi dan setelah itu dia meletakkan tubuh polos putih sang istri di dalam bath up yang ada di dalam kamar mandi itu dan setelah itu dia masuk ke dalam itu dengan tubuh polos nya juga.
__ADS_1
Beberapa jam mereka di dalam kamar mandi akibat Nathan yang kembali meminta hak nya akhirnya Ara keluar dari kamar mandi itu bersama dengan Nathan yang sedikit lambat. "Tubuhku sakit sekali" ucap Ara dan masuk ke dalam ruang ganti dan mendudukkan tubuh nya di atas kursi meja rias. Ara nampak sangat kelelahan dan tubuh nya terasa sakit karna itu pertama kali untuk nya melakukan hal itu di dalam kamar mandi. Nathan masuk ke dalam ruang ganti dan melihat istri nya itu tengah memegang leher akibat kelelahan dan kesakitan.
"Maafkan aku, Seharus nya aku melakukan nya di ranjang bukan di kamar mandi" ucap Nathan dengan membantu sang istri memijat bahu istri nya itu. Ara tidak menjawab nya dan memilih diam dan menikmati pijatan sang suami.
"Kau memaafkan ku?" tanya Nathan kepada sang istri. Sebenar nya Ara tidak marah akan sang suami karna tadi dia juga sangat menikmati permainan suami nya itu.
"Hem" jawab Ara datar dan memejamkan mata nya, Natahn kembali memijat bahu sang istri. Ara kembali membuka mata nya karna dia ingat jika Nathan berjanji akan mengajak nya ke makam kedua orang tua nya. Ara menoleh ke arah jam tangan milik sang suami yang ada di atas meja rias itu dan melihat jam sudah menunjuk pukul sepuluh pagi.
"Astaga ini sudah sangat siang" ucap Ara dan langsung beranjak berdiri dari sana dan menuju ke lemari pakaian nya dan mengganti pakaian nya, Sedangkan Nathan dia hanya memperhatikan dan melihat sang istri yang nampak bergegas itu.
"Kenapa memang nya jika sudah siang sekarang?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara menoleh ke arah suami nya yang masih santai di depan meja rias.
"Kita kan mau ke makam mama papa dan juga kak Dewa" jawab Ara dan beranjak berjalan menuju ke meja rias karna sudah selesai mengenakan pakaian.
"Sama sekali tidak" jawab Nathan akan pertanyaan sang istri.
"Jadi kenapa kau hanya diam? cepat pakai baju mu" jawab Ara dan mendorong tubuh sang suami supaya mengganti pakaian nya, Nathan tidak menjawab nya dan memilih pakaian untuk nya, Ara yang sudah selesai mengenakan bedak dan sedikit lipstik pun langsung berlalu keluar dari ruang ganti itu dan setelah itu keluar dari kamar nya. Ara langsung menuju kr kamar anak nya, Tapi saat dia membuka pintu kamar itu dia sudah tidak menemukan anak nya di dalam kamar.
"Di mana Yuna?" ucap Ara saat tidak mendapatkan anak nya di dalam kamar. Amel yang baru saja keluar dari kamar pun melihat Ara yang sedang berada di depan kamar Yuna.
"Mencari Yuna?" tanya Erina kepada Ara, Ara menoleh ke belakang dan melihat Erina.
__ADS_1
"Iya, Dimana Yuna?" tanya Ara kepada Erina.
"Yuna pergi bersama bi Nur mang Mamat dan ayah bunda" jawab Erina akan pertanyaan yang di tanyakan oleh Ara.
"Pergi ke mana? kenapa tidak memanggilku?" tanya Ara kepada Erina.
"Bunda dan bi Nur sudah beberapa menit memanggil mu tapi tidak ada jawaban makanya mereka pergi dan membawa Yuna, Naila juga ikut bersama dengan mereka jadi kau tidak usah hawatir" jelas Erina kepada Ara.
"Ada apa?" tanya Nathan yang baru saja keluar dari kamar dan melihat istri nya dan Amel sedang berbincang tepat di antara kamar nya dan juga Yuna.
Ara dan Erina menoleh ke arah Nathan yang baru saja keluar dari kamar itu. "Yuna pergi bersama bi Nur, mang Mamat dan ayah bunda" jawab Ara akan pertanyaan Nathan.
"Biarkan sja, Mungkin mereka merindukan cucu mereka" jawab Nathan dan menutup pintu kamar nya itu.
"Tapi kita kan ingin ke makam mama dan papa" ucap Ara akan jawaban sng suami yang tidak seperti espektasi nya.
"Itukan kita Bukan dia" jawab Nathan akan ucapan sang istri.
"Tapi dia juga harus ikut" ucap Ara lagi dengan menatap lekat wajah sang suami.
"Iya tapi biarkan mereka membawa Yuna, Mereka pasti merindukan cucu nya" jawab Nathan lagi akan ucapan sang istri.
__ADS_1
"Tapi bagaimana....." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.