
"Yaudah bu Ara bawa dulu nanti kalau Ara ingat Ara balikin kalau enggak buat Ara aja" ucap Ara bergurau sambil tertawa.
"Jangan dong nona"jawab Qori. Ara terkekeh mendengar itu.
"Dada mama" ucap Ara meniru suara anak kecil dan melambaikan tangan Andra kepada Qori dan Putri. Qori dan Putri menanggapi nya dengan senyuman dan Ara dengan Nathan pun langsung berlalu dari sana.
Ara dan Nathan masuk ke dalam rumah itu dengan Ara yang menggendong Andra yang mungkin masih berumur dua tahun itu. Nathan hanya mengikuti kemana pun pergi sang istri dan mereka memilih untuk duduk di ruang keluarga.
"Kenapa gak di kamar aja?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Kenapa harus di kamar?" tanya balik Ara yang heran dan menghentikan niat nya untuk duduk.
"Nanti ganggu bunda sama ayah yang lagi istirahat" jawab Nathan.
"Ke balkon belakang aja" ajak Ara.
"Yaudah ayo" ajak Nathan, Ara mengangguk mengiyakan nya dan berjalan ke balkon yang cukup besar belakang di lantai dua karna belakang yang terletak di lantai bawah kolam renang.
Ara mendudukkan tubuh nya di salah satu ayunan di sana dengan meletakkan Andra di pangkuan nya dan Nathan dia duduk di kursi santai yang ada di kursi yang ada di balkon itu. Ara nampak bermain bersama dengan Andra sedangkan Nathan dia mengotak atik ponsel nya.
__ADS_1
"Hey kamu kenapa keliatan sibuk banget?" tanya Ara dan mendekat ke arah sang suami dengan menggendong Andra. Nathan menoleh ke arah sang istri dan meletakkan ponsel nya ke atas meja di sana.
"Urusan pekerjaan" jawab Nathan sambil melebarkan senyuman nya menatap sang istri dan berdiri mengambil Andra yang ada di pelukan sang istri. Ara ingin sekali melihat apa yang di kerjakan oleh sang suami tadi tapi dia juga ingin ikut bermain bersama dengan Nathan dan Andra diapun terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengecek ponsel sang suami.
Ara ikut bermain bersama dengan Andra dan juga Nathan dengan tawa bahagia mereka. Nita yang sedikit mendengar tawa tawa orang di luar kamar pun langsung keluar dari kamar nya dan melihat pintu balkon terbuka.
Nita berjalan mendekat ke arah balkon itu dan melihat Ara dan Nathan nampak tertawa senang dengan ada anak kecil di antara mereka yang ia belum ketahui siapa itu.
"Andra seneng banget kayak nya sayang main sama Ara" ucap Putri yang bisa melihat anak nya tertawa bersama dengan Ara dan juga Nathan.
"Iya sayang, Aku sangat merasa bersalah telah menyabotase mobil orang tua nya dulu" jawab Qori yang kembali merasa bersalah.
"Kita harus menjaga nya sekarang jangan sampai kebahagiaan nya hilang lagi" jawab Qori. Putri mengangguk mengiyakan nya dan menyenderkan kepala di dada sang suami sambil menatap tawa bahagia Nathan, Ara dan juga anak nya.
Di atas.
"Hey" sapa Nita yang melihat Ara memejam kan mata dan Nathan dan Andra mencoret wajah nya. Ara membuka matanya dan melihat sang mertua berdiri di hadapan nya dan di belakang sang suami.
"Bunda" sapa balik Ara. Nathan membalikkan tubuh nya melihat ibunya itu.
__ADS_1
"Bahagia banget kayak nya" ucap Nita. Ara menyengir menghadap Nita.
"Iya lah bunda bahagia banget malah" jawab Nathan. Nita tersenyum mendengar jawaban anak nya itu.
"Ini siapa?" tanya Nita kepada anak dan menantunya itu.
"Ini anak pak Qori sama bu Putri bun" jawab Ara.
"Siapa mereka?" tanya Nita.
"pak Qori sopir pribadi Ara" jawab Ara. Nita menatap ke arah Nathan karna dia tidak yakin jika Nathan mencari sopir untuk Ara karna sudah banyak sopir di rumah itu dan mungkin sudah ada lima orang. Nathan mengangguk mengiyakan nya berharap ibu nya itu tidak bertanya lagi.
"Siapa nama kamu sayang?" tanya Nita lembut dengan sedikit membungkuk.
"Aku Andra" jawab Nathan yang meniru suara anak kecil dan membuat sang istri yang berada di belakang nya terkekeh.
"Oo Andra" jawab Nita mengangguk mengerti dan kembali menegapkan kembali tubuh nya.
"Yaudah bunda balik ke kamar mau lanjutin istirahat sekalian beres beres" ucap Nita. Ara dan Nathan mengangguk mengiyakan nya dan Nita pun langsung berlalu dari sana dan kembali menuju ke kamar nya menemui sang suami yang tengah beristirahat.
__ADS_1