
"Ara" teriak Arfel saat melihat Ara dan dia juga hadir bersama kekasih nya. Ara menoleh ke arah Arfel.
"Hey" sapa balik Ara.
"Sendiri?" tanya Arfel kepada Ara.
"Iya, ini pacar lo?" tanya Ara sambil melebarkan senyuman nya dan menatap ke arah Rizi pacar Arfel.
"Iya dia pacar gue, sayang kenalin ini Ara sahabat aku" ucap Arfel dan memperkenalkan Ara kepada Rizi.
"Rizi" ucap Rizi sambil melebarkan senyuman nya menatap ke arah Ara dan berjabat tangan dengan Ara.
"Ara" ucap balik Ara dengan senyum nya juga.
"Nathan dimana? kenapa lo sendiri?" tanya Arfel yang heran akan itu.
"Hey" panggil Nathan yang baru saja sampai bersama dengan rombongan dan juga ada Amel dan Alfin.
"Lepas" ketus Ara yang masih kesal saat sang suami yang merangkul tangan nya.
"Kenapa masih di sini?" tanya Nathan kepada sang istri tanpa menatap Arfel karna dia tau Arfel itu menyukai istri nya.
"Banyak tanya" ketus Ara dan langsung berlalu tanpa memperdulikan siapapun. Arfel dan Rizi heran melihat itu. Rizi sebenar nya sudah mengetahui Ara sebelum nya karna dia juga termasuk penggemar Ara.
__ADS_1
"Sayang tunggu" teriak Nathan akan sang istri yang sudah berada di dekat Amel dan yang lain nya.
"Sayang kamu tau gak aku penggemar temen kamu itu" ucap Rizi. Rizi adalah wanita yang baik hati dia juga cantik dan ramah dan dia juga dari kalangan atas tapi lebih kaya Arfel dari diri nya.
"Benaran?" tanya Arfel yang tidak percaya. Rizi mengangguk mengiyakan nya dengana senyum yang melebar.
"Yaudah nanti aku bilang sama dia sekarang ayo kita masuk dulu" ajak Arfel. Rizi mengangguk mengiyakan nya dan mereka pun masuk ke dalam dan mengikuti acara yang baru saja ingin berlangsung.
Sedangkan Nathan dia mendudukkan tubuh nya tepat di samping sang istri dan tidak mau menyapa terlebih dahulu karna takut istri nya itu berteriak dan dia memilih untuk diam dan menyaksikan acara pernikahan Andita dan juga Azlan.
Acara sudah di mulai dan Ara duduk paling depan bersama dengan keluarga nya. nampak banyak sekali tamu undangan yang datang ke acara itu baik itu dari keluarga Azlan maupun keluarga Andita.
Setelah satu jam acara berlangsung akhir nya acara pun selesai. Semua orang yang hadir memberikan ucapan selamat kepada Andita dan Azlan dan di sana juga ada Teo karna meskipun Teo sudah menyakiti Ara tapi mereka semua masih menganggap Teo itu saudara dan teman.
"Makasih ya mami" jawab Andita dengan memaksakan senyuman nya karna dia juga tidak suka dengan Teo dan Windi setelah mengetahui masa lalu mereka yang membunuh kedua orang tua Ara.
Sedangkan Teo dia menatap lekat Ara yang berada tepat di belakang nya itu dengan tatapan tak suka dan sangat terlihat tatapan itu seperti tatapan benci. Nathan sangat tidak menyukai itu dan menggeser tubuh sang istri berada di belakang nya dan melindungi sang istri dari tatapan Teo itu.
"Hey kenapa kamu ngapain nyalip?" tanya Ara dengan nada rendah dan dia tidak tau jika Teo sedari tadi menatap nya karna dia sibuk berbincang dengan ayah Andita.
"Kamu diam" jawab Nathan dan tidak memberikan wajah sang istri nampak oleh Teo.
"Kenapa anda melihat istri saya seperti itu?" tanya Nathan kepada Teo. Teo tidak menjawab nya dan memilih untuk bersalaman sebentar dengan Andita dan Azlan tanpa mengucapkan kata apapun dan langsung menarik tangan Windi untuk berlalu dari sana.
__ADS_1
"Kamu ngomong sama siapa tadi?" tanya Ara yang sudah berada di depan Andita.
"Lo dateng?" tanya Andita langsung memeluk sahabat nya itu dengan penuh kasih sayang.
"Hey lepain gue, nafas gue hampir habis" ketus Ara. Andita langsung melepaskan pelukan nya dari Ara dan menatap lekat sahabat nya itu.
"Maaf" ucap Andita menyengir kuda menghadap ke arah Ara.
"Ini kado buat lo" ucap Ara sambil menyodorkan kotak kecil sekali kepada Andita karna dia tidak mau kado nya bercampur dan bersama dengan kado orang lain.
"Terima kasih, Lo udah datang aja gue udah bersukur" ucap Andita dan kembali memeluk erat tubuh Ara.
"Nanti kalo gak di kasih kado merengek bilang Ara gak mau kasih kado lah, Ara pelit lah" jawab Ara. Andita terkekeh mendengar itu karna memang waktu ulang tahun nya Ara pernah tidak membawa kado di karna kan dia tidak sempat membeli kado dan Andita pun merengek kepada Ara.
"Hey cepat lah berlalu dari sana, Masih banyak orang di belakang kamu" ucap Nathan saat melihat sang istri yang masih berbincang dengan Andita.
"Gue ke atas dulu" ucap Ara dan langsung berlalu setelah berfoto bersama dengan pengantin.
"Mau kemana?" tanya Nathan kepada sang istri.
"Ke atas" jawab Ara dan berlalu naik ke atas kamar pengantin dan itu kamar Andita. Nathan tidak menjawab nya lagi dan tidak mengikutinya karna dia masih berbincang dengan rekan bisnis nya yang juga hadir di acara itu.
Ara merebahkan tubuh nya di atas kasur pengantin itu. "Kenapa perasaan gue gini?" guman Ara karna emosi yang tidak setabil dan rasa nya dia ingin sekali menangis sekarang ntah karna apa itu.
__ADS_1