
Mereka pun menyantap makanan yang sudah di siapkan itu dengan lahap dan di sela sela makan mereka menyelipkan candaan di sana dan ruangan makan itu terdengan ramai akibat tawa mereka.
***
Rizal Kya dan juga Rafael nampak duduk di meja makan untuk menyantap makan malam karna memang sudah waktunya makan malam tapi tidak dengan Ara yang masih tertidur di dalam kamar.
"Ara gak di bangunin?" tanya Rizal.
"Biar aja kak dia juga kayaknya capek" jawab Kya karna memang dia tidak suka mengganggu orang lain.
"Yaudah ayo kita makan" ajak Rizal kepada istri dan anaknya itu.
Merekapun menyantap makanan mereka masing masing tanpa Ara.
Di dalam kamar Ara. dia masih nyaman akan tidurnya itu mungkin untuk melupakan apa yang ia dengar tadi.
***
Sheyla nampak tak semangat menikmati makan malamnya karna dia sudah satu minggu tidak bertemu dengan adik kesayangannya itu. "Kenapa?" tanya Windi yang melihat Sheyla hanya memainkan makanan tanpa melahapnya.
"Sheyla kangen sama Ara biasanya ada aja orang ketawa disana" ucap Sheyla sambil menatap ke kursi yang biasa di duduki Ara jika makan.
"Kamu harus bisa terbiasa sama suasana kayak gini nak" ucap Windi.
"Sheyla mau ke panti aja mau makan sama Ara" ucap Sheyla dan langsung berdiri dan ingin pergi ke panti.
Tok tok tok
Suara ketukan itu membuat Sheyla harus membuka pintu. "Sayang" ucap Sheyla bahagia melihat kekasihnya ke rumahnya.
"Kamu mau kemana?" tanya Fikri karna melihat Sheyla menggunakan jaket.
"Tadinya mau nemuin Ara mau makan malam sama dia...tapi lain waktu aja" ucap Sheyla kepada Fikri.
"Yaudah ayo kita temuin Ara aja" ajak Fikri.
"Lain waktu aja...kita masuk lagi aja mami sama papi lagi makan di dalam biar sekalian aja" ajak Sheyla kepada Fikri. Fikri hanya mengikuti calon istrinya itu dari belakang.
"Fikri" ucap Windi melihat Fikri dan Sheyla bersama.
"Mami papi" ucap Fikri menundukkan sedikit tubuhnya.
"Yaudah ayo nak makan sama kita" ajak Teo kepada Fikri. Fikripun langsung mendudukkan tubuhnya di samping Sheyla dan Sheyla pun mengambilkan makanan untuk calon suaminya itu.
Setelah itu dia langsung memberikan makanan itu kepada Fikri dan Fikri menerimanya dan langsung melahap makanan itu begitupun dengan Sheyla dan kedua orang tuanya.
__ADS_1
***
"Ara mana sih kok gak di angkat telponnya?" ketus Erina karna memang sedari tadi dia mencoba menghubungi sahabatnya itu untuk tidur bersama di rumahnya dan supaya besok bisa berangkat bersama ke sekolah.
"Gimana?" tanya Andita yang sedari pagi sudah berada di rumah Erina untuk menginap.
"Gak di angkat juga" jawab Erina.
"Kemana sih tuh orang" ucap Andita kesal.
"Tau nih" Ketus Erina.
"Coba telpon paman atau bibi aja" perintah Andita, Erina pun langsung menelpon paman Rizal.
Menghubungkan...
"Halo paman" ucap Erina saat Rizal sudah mengangkat telpon itu.
"Kenapa nak?" tanya Rizal.
"Ara mana paman? kok dari tadi Erina telpon gak di angkat ya man?" tanya Erina kepada Rizal.
"Dia di kamar nak dia lagi tidur" jawab Rizal.
"Dari kapan dia tidur man?" tanya Erina.
"Yaudah deh man erina cuma mau nanya itu aja kok" ucap Erina.
"Kenapa emangnya cari Ara Er?" tanya Rizal.
"Mau ajak dia tidur di rumah Erina kan besok juga ujian biar sekalian aja berangkat besok pagi" jelas Erina kepada Rizal.
"Ooh" jawab Rizal.
"Yaudah man selamat malam" ucap Erina langsung mematikan telpon itu begitupun dengan Rizal.
"Gimana?" tanya Andita saat telpon itu sudah mati.
"Ara udah tidur" jawab Erina.
"Tumbenan dia cepet banget tidurnya" ucap Andita.
"Kecapean kali" jawab Erina langsung merebahkan tubuhnya di samping Andita. Mereka berduapun tertidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
***
__ADS_1
Jam menunjuk pukul 02:00 Ara terbangun dari tidurnya mungkin karna tidur terlalu cepat. Ara memperhatikan sekitarnya dan matanya tertuju kepada jam yang ada di sampingnya.
"Gue ketiduran" ucap Ara sambil memukul pelan dahinya. Dia langsung beranjak berdiri dari tempat tidurnya dan menuju jendela.
"Males banget gue mandi jam segini" ucap Ara dan mendudukkan tubuhnya di dekat jendela yang ada di dalam kamarnya.
"Oiya besokkan gue ujian" guman Ara dan mengambil laptop miliknya dan setelah itu kembali ke dekat jendela. Dia membaca baca pelajaran yang tidak dia pahami dengan tubuh yang di sender di kaca itu dan laptop itu dia letakkan di atas pahanya.
"Huaah" Ara menguap karna terlalu lama belajar mungkin sudah 2 jam dia belajar dan akhirnya dia tertidur dengan posisi seperti tadi dan tidak ada yang berubah.
****
Keesokan paginya jam 06:30 Nathan sudah bersiap karna dia ingin berlari pagi sebentar sebelum berangkat ke sekolah Ara karna memang ujian di mulai pada pukul 09:00 dan ada jam 08:45 semuanya harus berada di sekolah mau itu murid ataupun pengawas.
"Mau kemana?" tanya Vino yang melihat Nathan menggunakan pakaian olahraga.
"Mau lari bentar" jawab Nathan dan langsung berlalu meninggalkan Vino untuk berlari keliling komplek itu dan lebih tepatnya dia ingin melihat Ara karna kemarin dia melihat jika kamar yang di tempati Ara itu nampak jalan yang sering ia lewati.
"Tumbenan banget hari kerja dia olahraga" guman Vino dan berlalu masuk ke dalam kamarnya. Nathan memang tidak pernah berolahraga saat hari bekerja dan dia berolahraga hanya pada hari liburnya saja.
Nathan sudah sampai dekat jalan yang bisa melihat kamar Ara. Dia melihat jika layar jendela kamar itu terbuka dan dia langsung mencari cari cara agar bisa melihat kenapa itu terbuka.
"Dia yang ngebuka" guman Nathan sambil melebarkan senyumannya saat melihat Ara yang bersender di kaca itu.
"Eh tapi.." ucap Nathan menatap jelas wajah wanita itu.
"Dia tidur?" guman Nathan dengan menahan tawanya.
"Kenapa dia tidur nyender gitu" ucap Nathan dan pandangannya teralih kepada laptop yang masih menyala di paha Ara.
"Main laptop....pantesan ketiduran" guman Nathan sambil melebarkan senyumannya dan menatap wanita yang sedang tidur di balik kaca itu.
"Onty" ucap Rafael yang sudah berada di dekat Ara tapi Ara tak kunjung bangun.
Rafael memindahkan laptop milik Ara dan setelah itu dia duduk di pangkuan Ara dan dia mencubit pipi Onty nya itu.
"Onty bangun" ucap Rafael sambil mencubit pipi Ara.
"Ammm" ucap Ara sedikit kesakitan akibat Rafael mencubit pipinya dan langsung bangun dari tidurnya.
"Hey kenapa?" tanya Ara kepada Rafael. Sedangkan Nathan hanya terkekeh melihat tingkah Rafael dari luar.
"Onty sih Ael panggil gak nyaut nyaut" ucap Rafael.
"Kenapa emang?" tanya Ara kepada Rafael.
__ADS_1
"Ael mau mandi bareng Onty" jawab Rafael karna memang dia pernah satu kali mandi bersama tantenya itu.
"Yaudah ayo kita mandi" ajak Ara kepada Rafael dan langsung berdiri dengan menggendong Rafael.