
"Berenti kak" ucap roni dan ara pun berhenti begitupun dengan nathan.
"Kenapa?" tanya ara kepada roni.
"Rini makannya cuma susu dan roti bayi kak" jelas roni. karna tadi roni menghampiri pedagang bakso itu berharap jika bisa membantu pedagang itu dan mendapatkan sedikit upah supaya bisa memberi adiknya makan tapi pedagang itu slah paham.
"Yaudah ayo kita beli" ajak nathan dengan memegang tangan roni dan mengajak roni ke dalam mini market itu dan diikuti oleh ara dari belakang.
Nathan membawa keranjang dan dia memilih milih apa yang di perlukan oleh roni dan juga adiknya tapi dia tidak mengerti akan itu. Ara yang mengetahui jika nathan tidak tau pun membantu nathan untuk mengambil apa yang di perlukan oleh roni dan rini.
Sedangkan roni dia hanya mengikuti mereka saja dan dia juga di suruh nathan untuk membeli apa yang dia mau.
"Usia adik kamu berapa?" tanya ara supaya bisa mempermudah untuk mencarikan susu bayi untuk roni.
"4 sampai 5 bulan kak" jawab roni. ara sedikit kaget dan juga sedih memikirkan nasib kedua kakak beradik itu.
"Kalian tinggal sama siapa?" tanya ara dengan sedikit membungkukkan tubuhnya.
"Kita tinggal cuma berdua kak" jawab roni.
"Ibu kamu?" tanya ara ragu.
"Ibu udah gak ada semenjak dia melahirkan rini kak" ucap roni sambil menangis mengingat ibunya.
"Jangan nangis nanti ibu kamu juga ikut nangis" bujuk ara yang membuat roni langsung menghentikan tangisannya.
"Yaudah ayo kita pilih makanan untuk adik kamu" ucap ara ketika roni sudah tidak lagi menangis. Nathan hanya mengikuti apa yang di lakukan oleh ara dia membawa ranjang yang sempat ia ambil tadi.
Ara memilih milih susu untuk bayi dengan talaten seperti orang sudah berpengalaman padahal dia baru kelas 3 smk tapi caranya menyikapi anak anak dan memilih milih makanan untuk bayi sangat bagus mungkin karna dulu dia juga sering bersama dengan dewa membelikan makanan untuk anak panti.
Di saat ara melihat ada makanan bayi yang pernah di debatkannya dengan dewa dia tersenyum melihat makanan itu dan dia ingat akan pergi berbelanja bersama dengan dewa dan itu membuatnya sedikit sedih.
"Kamu kenapa?" tanya nathan yang melihat ara termenung dan sedikit sedih terlihat di wajah nya.
"Dulu gw juga sering beli makanan buat bayi sama kak dewa" ucap ara sambil mengingat ingat kenangan itu.
__ADS_1
"Kak boleh gak roni beli ini?" tanya roni yang menyadarkan ara dan juga nathan.
"Ambil aja yang kamu mau...biar kakak yang bayar" jawab ara sambil melebarkan senyumannya.
Ara kembali memilih milih makanan yang di perlukan roni dan juga rini. Nathan hanya menatapnya dengan tatapan tak percaya akan keahlian yang di miliki ara yaitu memilih milih yang bagus untuk bayi.
Ara memeriksa keranjang yang di bawakan nathan karna takut nanti ada yang kurang. "Udah?" tanya nathan melihat ara masih memeriksa keranjang itu.
"Udah....sini" ucap ara ingin mengambil alih keranjang itu.
"Biar aku aja yang bayar" ucap nathan.
"Ini kartu gw" ucap ara sambil menyodorkan kartu atm miliknya.
"Biar gw yang bayar" ucap nathan.
"Tapi ini banyak juga barang gw" ucap ara padahal banyak makanan untuk bayi dan hanya beberapa barangnya di dalam itu.
"Gw yang teraktir" jawab nathan.
"Jangan gw gak mau ngerepotin lo....mending lo bantu yang lebih ngebutuhin aja" ucap ara tapi nathan tidak mengalah.
"Kan gw yang ajak roni buat beli ini semua jadi juga gw yang bayar" ucap ara.
"Udah lo tunggu di luar.....sini kartu lo" ucap nathan dan meminta kartu atm milik ara karna nathan tidak mau berdebat dengan ara.
Ara dan roni keluar terlebih dahulu sambil menunggu nathan yang sedang antri membayar semua barang yang dia pilih tadi. "Kamu gak laper? kalo kamu laper kita makan dulu aja" ajak ara kepada roni.
"Roni di bantu buat beli susu rini aja kak roni gak laper" jelas roni.
"Kamu pasti laper yaudah ayo kita beli makan aja di bungkus ntar makan sama rini di rumah kamu ya" bujuk ara karna dia merasa bahwa roni belum makan. Ara mengajak roni ke sebuah warung karna uangnya tinggal 50rb dan tidak cukup untuk makan di restoran.
"Bu nasinya pakai ayam ya bu jangan lupa tambahin ini" ucap ara yang sudah sampai di warung itu dan langsung memesan makanan yang di inginkan roni.
"Baik neng" jawab pedagang itu.
__ADS_1
"Di bungkus ya bu" ucap ara lagi dan menghampiri roni yang sedang duduk di kursi yang ada di depan warung itu.
Di mini market nathan belum juga selesai mengantri dan dia di barisan kedua karna sudah sedikit lengang di mini market itu. Setelah ibu ibu di depannya selesai dia langsung maju dan menyerahkan semua barang yang ada di dalam keranjangnya itu kepada kasir.
Kasir itu mengsken semua barang barang itu. setelah selesai dia membungkus semua barang itu. "300rb pak" ucap kasir itu sambil menyodorkan kantong plastik yang berisikan barang barang yang di pilih ara.
Nathan mengambil dompetnya dan mengambil credit card miliknya karna dia tidak mau memakai uang ara. tadi ara sempat mengatakan kode pin kartu atm miliknya tapi nathan memang tidak mau memakai kartu itu.
"Ini" ucap nathan sambil menyodorkan kartu credit miliknya kepada kasir itu. Setelah selesai kasir itu memberikan kembali credit card milik nathan dan nathan menerimanya dan meletakkan kembali credit card itu ke dalam dompetnya lagi.
Nathan membawa belanjaannya ke luar mini market tadi dia mencari cari ara di depan mini market itu tapi dia tidak menemukannya. Dia melihat ke warung yang berjarak 2 toko dari mini market itu dan dia melihat ara sedang berbicara dengan roni.
Nathan pun menghampiri mereka yang sedang duduk di depan warung nasi itu. Sesampainya di sana dia langsung menanya kepada ara. "Ngapain disini?" tanya nathan yang membuat ara dan juga roni menoleh ke arahnya.
"Udah?" tanya ara dan nathan hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalian ngapain disini?" tanya nathan lagi karna tadi tidak di jawab oleh ara maupun roni.
"Beli makanan" jawab ara singkat.
"Makanan buat siapa?" tanya nathan.
"Buat roni" jawab ara singkat. nathan mendudukkan tubuhnya di samping roni dan meletakkan belanjaan itu di atas meja.
"Ini" ucap nathan datar sambil menyodorkan kartu atm milik ara. dan ara menerimanya dan memasukkan kembali kartu atm miliknya itu kedalam tas yang di pakainya.
"Ini neng" ucap pemilik warung nasi itu sambil menyodorkan kantong kresek yang berisi bungkusan nasi. ara langsung berdiri mengambil kantong kresek itu dari tangan pemilik warung itu.
"Berapa bu?" tanya ara dan mengambil uang di dalam kantong celana jeans belakang yang ia pakai.
"15rb neng" jawab pedagang itu.
"Ini" ucap ara sambil menyodorkan uang 50rb.
"Tunggu sebentar neng" ucap ibu itu dan masuk lagi ke dalam warung itu mengambil kembalian uang ara.
__ADS_1
"Ini neng" ucap ibu itu sambil menyodorkan kembalian uang ara kepada ara.
"Makasih bu" ucap ara dan mengambil uang kembalian itu dan memasukkan kembali ke dalam kantong celananya. Sang pemilik warung langsung masuk dan ara ingin mengambil belanjaan yang ada di depan nathan.