Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 21 #3


__ADS_3

Ara membaringkan tubuh anak nya itu ke atas ranjang yang sama dengan nya. Ara menatap lekat wajah anak nya yang sedang tertidur itu. "Tidurlah dengan nyenyak dan semoga kau bisa bertemu dengan ayah mu di dalam mimpi mu nanti" bisik Ara di telinga anak nya itu dan setelah itu langsung mencium pucuk kepala anak nya itu.


"Aku sangat merindukan Nathan" guman Ara yang sangat merindukan suami nya itu. Ara beranjak berdiri dari baring nya dan menuju ke samping ranjang sebelah kanan, Ara mengeluarkan koper nya yang ada di kolong tempat tidur itu. Ara membuka koper itu dan langsung melihat poto sang suami dan juga diri nya.


Ara mengambil poto itu, Dia tersenyum menatap poto itu dan setelah itu dia mengambil ponsel nya yang ada di dalam itu juga yang memang dia simpan Sejak pergi dari rumah. Ara menghidupkan ponsel nya itu dan langsung melihat banyak nya pesan dan panggilan yang masuk ke dalam ponsel nya terutama pesan dari sang suami yang sudah mencapai ribuan.


Ara terlebih dahulu membuka pesan dari suami nya itu dan membaca nya dari atas, Ara membaca dengan teliti dan selalu melihat poto demi poto yang di kirimkan oleh sang suami kepada nya. "Hah?" ucap Ara yang kaget saat melihat pesan di pertengahan yang berisi.


"Anak Delina bukan anakku sayang, Dia hanya memfitnah ku tapi aku tetap menjaga anak itu karna Delina kemarin setelah di bolehkan pulang dia pergi entah kemana dan mungkin dia juga tidak pernah menemui anak nya ini, Saat dia memberitahuku masalah kehamilan nya aku sama sekali tidak curiga, Dia mengatakan masalah kehamilan nya keesokan pagi nya setelah pulang dari hotel tapi aku belum sadar akan itu tapi aku benar benar tidak melakukan apapun dengan nya. Aku berani bersumpah jadi aku mohon kembalilah kepada ku, Rumah selalu terbuka untuk mu kapanpun kau mau kembali. Aku menunggu selalu sayang." Isi pesan yang di kirimkan oleh Nathan beberapa tahun lalu beserta poto surat dari rumah sakit dan itu adalah hasil tes DNA.


Ara kembali membaca pesan demi pesan yang di kirimkan oleh sang suami, Air mata nya menetes saat mengetahui yang sebenar nya, Delina hanya memfitnah suami nya dan dia seharus nya membantu suami nya untuk menyelesikan masalah bukan malah pergi seperti ini pikir nya.


"Maafkan aku" balas Ara singkat dengan air mata yang mengalir saat membaca pesan demi pesan yang di kirimkan oleh sang suami kepada nya, Ara belum membaca pesan itu sampai akhir.


Ting


Ponsel Nathan berbunyi dan itu menandakan jika ada pesan masuk ke dalam ponsel nya, Nathan tidak langsung membuka karna dia masih sibuk akan pekerjaan nya dan memilih untuk mendiamkan nya.


Ara yang belum mendapatkan balasan pun kembali mematikan ponsel nya itu dan kembali meletakkan ponsel nya itu ke dalam koper nya. "Aku pikir kau bahagia bersama Delina" ucap Ara yang terdengar jelas oleh Nyimas dan Roky yang berada di dekat pintu, Ara meletakkan dan kembali mengunci koper nya itu dan setelah itu kembali meletakkan koper itu di bawah kolong tempat tidur.


"Huh, Aku tidak boleh menangis" ucap Ara dan menghapus air mata nya dan kembali tersenyum seperti semula. Roky dan Nyimas langsung bersembunyi saat melihat Ara berdiri, Ara berjalan ke arah pintu dan menutup pintu itu.


"Dia masih sangat mencintai suami nya mas" ucap Nyimas kepada Roky.


"Aku tau itu sudah sejak lama, Tapi aku tidak tau bagaimana bentuk wajah suami nya itu" jawab Roky dan berjalan menuruni anak tangga, Nyimas ikut turun bersama dengan Roky.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak menyelinap masuk ke dalam kamar nya dan melihat isi koper nya?" tanya Nyimas kepada Roky.


"Aku tidak pandai dalam hal menyelinap" jawab Roky.


"Jika begitu biar aku saja" jawab Nyimas.


"Huh, Lelah sekali" ucap Nathan dan mendudukkan tubuh nya di kursi yang ada di dekat nya itu.


"Perut ku juga lapar" ucap Nathan dan melihat lihat sekitar nya untuk mencari tempat makan sampai akhirnya dia menemukan tempat makan yang tidak jauh dari tempat nya bekerja.


"Saya akan ke sana" ucap Nathan kepada Terie.


"Baik pak" jawab Terie mengangguk mengiyakan nya dan Nathan pun langsung berlalu dari sana dan menuju ke warung nasi nek Saidah.


Sesampai di sana Nathan berpapasan dengan Roky. "Ayah Yuna?" tanya Nathan yang ingat dengan wajah Roky. Roky dan Nyimas menoleh ke arah Nathan.


"Sedang apa di sini pak?" tanya Roky kepada Nathan.


"Oh ini saya mempunyai proyek di sana" jawab Nathan menunjuk ke arah pembangunan yang tidak jauh dari sana.


"Oh" jawab Roky mengangguk mengerti.


"Yuna di mana pak?" tanya Nathan kepada Roky.


"Yuna dia tidur di dalam bersama ibu nya dan saya bukan ayah Yuna" jawab Roky akan pertanyaan Nathan. Nathan mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Bapak ada perlu apa ke sini?" tanya Roky kepada Nathan.


"Saya lapar dan berniat ingin membeli makan di sini" jawab Nathan.


"Makanan sudah sudah habis pak, Baru saja ingin tutup" ucap Roky.


Kruyukkk


Perut Nathan berbunyi menandakan jika dia kelaparan. "Bapak seperti nya sangat kelaparan ya?" tanya Roky kepada Nathan.


"Iya pak" jawab Nathan tersenyum karna memang dia sangat kelaparan.


"Yasudah bapak tunggu di sini sebentar" ucap Roky kepada Nathan, Nathan mengangguk mengiyakan nya dan mendudukkan tubuh nya di salah satu tempat di sana. Sedangkan nek Saidah dia ke pasar untuk membeli peralatan masak besok.


Nyimas mengikuti Roky menuju ke dalam rumah sedangkan Nathan dia duduk di depan rumah itu.


Roky menaiki anak tangga dan mengetuk pintu kamar Ara. "Ara" panggil Roky dengan mengetuk pintu kamar Ara, Ara bisa mendengarkan nya dan beranjak turun dari ranjang dan membuka pintu kamar nya.


"Ada apa kak?" tanya Ara kepada Roky.


"Kau bisa masak makanan sekarang?" tanya Roky kepada Ara.


"Memang nya untuk apa kak?" tanya Ara dengan menatap lekat Roky.


"Itu ada orang yang ingin membeli makanan tapi makanan sudah habis dan dia papanya teman Yuna" jawab Roky akan pertanyaan Ara.

__ADS_1


"Oh baiklah" jawab Ara.


"Kau jaga Yuna di sini" ucap Roky kepada Nyimas. Nyimas mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam kamar Ara dan juga Yuna.


__ADS_2