
"Kamu kenapa?" tanya Nathan saat sudah masuk dan melihat wajah Ara yang di tekuk dengan bibir manyunnya itu.
"Lo yng kenapa pakai acara bilang lo suami gue lagi" ketus Ara tanpa menatap Nathan.
"Kan aku emang suami kamu" jawab Nathan. Ara tidak ingin menjawab perkataan sang suami dan memilih untuk diam Nathan pun langsung melajukan mobilnya kembali ke kediamannya.
"Berenti" ucap Ara saat melintasi rumah kakeknya. Nathan langsung menghentikan mobilnya dan Arapun langsung turun tanpa pamit dengan Nathan.
"Onty" panggil Rafael saat melihat Ara masuk ke dalam gerbang.
"Hey" panggil Ara dan langsung memeluk keponakannya itu. Nathan terlihat baru saja masuk ke dalam pekarangan runah itu dan mobilnya terparkir di luar pagar.
"Kamu bilang mau main ke rumah uncle" ucap Ara.
"Ael lupa Onty lagi pula kan Ael masih lama disini" jawab Rafael.
"Onty udah mau pergi ke amerika" ucap Ara dan langsung mengajak keponakannya itu masuk ke dalam rumah tanpa menggendong karna dia sudah tidak kuat.
"Kenapa cepet banget Onty?" tanya Rafael saat sudah duduk di kursi yang ada di ruang tamu itu. Sedangkan Nathan hanya mengikutinya sedari tadi.
"Kan Onty masih kuliah di sana dan uncle juga masih banyak kerjaan si sana" jawab Ara sambil melirik sebentar ke arah Nathan dan setelah itu kembali menatap keponakannya itu.
"Ponakan bibi" ucap Kya dan langsung memeluk keponakannya itu Ara menerima dan membalas pelukan dari bibinya itu.
"Ara mau pamit bi" ucap Ara saat pelukan mereka sudah di lepas.
"Mau pamit kemana?" tanya Kya.
"Iya nak mau pamit kemana?" tanya Rizal yang baru saja sampai dan langsung mendudukkan tubuhnya di samping istrinya itu.
"Ara mau pulang ke amerika" jawab Ara sambil menatap paman dan bibinya itu secara bergantian.
"Kok ceet banget? kalian kan baru selesai nikah" jawab Rizal.
"Nathan banyak kerjaan si sana paman dan Ara juga masih kuliah kan sayang?" tanya Nathan sambil melebarkan senyumannya kepada Ara. Ara menatap tak suka akan Nathan yang memanggilnya dengan sebutan sayang.
"Hehe iya paman bibi" jawab Ara sambil melebarkan senyum paksa nya.
__ADS_1
"Kalian berdua emang cocok" ucap Kya sambil mencubit pipi keponakannya itu. Ara hanya membalasnya dengan tersenyum dan setelah itu berpamitan untuk kembali ke rumah Nathan dan ingin berangkat ke amerika. Kya dan Rizal hanya mengiyakannya.
Sesampai di kediaman Adijaya Nathan hanya meletakkan mobilnya di dekat pintu karna dia dan yang lainnya akan segera pergi ke bandara dengan di antarkan oleh pak Abi. Vino duduk di samping kemudi. Nita dan Andre duduk di tengah. Sedangkan Ara dan Nathan duduk di belakang.
Barang mereka di letakkan di mobil yang di kendarai oleh pak Asnan.
Tidak lama kemudian mereka pun sudah sampai di bandara dan langsung masuk ke dalam pesawat pribadi dengan posisi yang masih sama tapi di sana sudah ada Erina, Andita dan juga Azlan yang menunggu kedatangan mereka karna mereka juga akan kembali ke amerika.
Erina dan Andita duduk berdua dan Vino Azlan juga duduk berdua dan tinggallah dua pasang suami istri yang juga duduk berdua.
Hanya menunggu beberapa menit akhirnya merekapun sampai di amerika dan pesawat yang mereka tumpangi mendarat dengan sempurna. Saat turun dari pesawat nampak pak Nawi yang menjemput Ara dan yang lain tanpa di dampingi oleh bi Ria dan juga ada asisten pribadi Nathan yang juga ikut menjemput.
"Nona mari" ucap pak Nawi kepada Ara dan kedua sahabatnya.
"Kamu pulang sama aku" ucap Nathan menarik tangan istrinya itu dan akhirnya istrinya itu berada di dada bidangnya.
"Bunda sama Ayah?" tanya Ara yang masih berada di dada bidang suaminya itu.
"Kita berdua naik taxi" jawab Nathan.
"Di masukin di mobil mereka...ayo" ajak Nathan menarik tangan istrinya.
Rombongan mereka sudah berangkat terlebih dahulu tapi tidak dengan Ara dan Nathan yang masih mencari taxi. "Nat kok lama banget sih" ucap Ara dan langsung berjongkok karna lelah berdiri.
"Kita naik bis aja mau?" tanya Nathan menatap istrinya.
"Apa aja yang penting sampe ke apartemen" jawab Ara.
"Ayo" ajak Nathan.
"Kemana?" tanya Ara.
"Cari terminal bis" jawab Nathan. Ara tidak menjawab perkataannya dan hanya mengikuti sang suami.
Setelah sampai di terminal mereka juga langsung mendapatkan bis untuk pergi ke daerah apartemen mereka dan akhirnya mereka masuk dan duduk berdua.
"Huaaaaah" Ara menguap di samping Nathan.
__ADS_1
"Kalo ngantuk istirahat" ucap Nathan.
"Lo mau nyuruh gue istirahat disini?" ketus Ara.
"Senderin kepala kamu kesini" ucap Nathan dan langsung menyenderkan kepala Ara ke bahunya.
"Gak punya malu" ketus Ara dan langsung melepaskan kepalanya yang di bahu suaminya itu. Nathan hanya menanggapi istrinya dengan terkekeh.
Tidak lama kemudian bis yang mereka tumpangi pun sampai di dekat terminal yang berada tidak jauh dari apartemen yang mereka tempati.
Ara dan Nathan langsung turun dan langsung berjalan untuk menuju ke apartemennya karna itu kemauan Ara ingin berjalan.
"Kok dingin banget ya" ucap Ara mengusap usap tangannya karna memang di pagi hari di amerika sangat lah dingin dan kadang siang juga dingin.
"Dingin?" tanya Nathan melihat Ara yang mengusap tangannya. Ara mengangguk mengiyakannya.
Nathan langsung memeluk istrinya itu karna dia menggunakan mantel yang cukup tebal dan besar karna dia tau pasti di amerika akan dingin di pagi hari. Ara tersentak kaget saat Nathan memeluknya tapi dia tidak bisa menolak karna memang tubuh laki laki itu sangat hangat dan nyaman baginya.
"Udah hangat?" tanya Nathan yang masih memeluk sang istri. Ara mengangguk mengiyakannya.
"Beneran?" tanya Nathan lembut.
"Masih dingin sedikit" jawab Ara menengadahkan pandangannya kepada Nathan.
"Sini tangan kamu" ucap Nathan. Ara langsung memberikan tangannya kepada suaminya. Nathan menerima tangan sang istri dan menggenggamnya dan setelah itu meletakkan tangan mereka berdua di dalam mantel miliknya karna dia juga sedikit kedinginan jika tidak menggunakan mantel.
"Masih dingin?" tanya Nathan. Ara menggelengkan kepalanya.
"Yaudah kita lanjutin jalan kita" ucap Nathan. Arapun hanya mengikutinya karna tangannya berada di dalam kantong mantel milik suaminya itu.
"Berasa udah satu tahun gue gak liat amerika" ucap Ara saat melewati jalan amerika yang sangat ramai.
"Baru aja beberapa hari...emang sampai kita di indonesia satu minggu?" tanya Nathan menatap lekat wajah istrinya itu.
"Gak tau" jawab Ara menoleh sebentar ke arah suaminya dan kembali menatap jalanan yang mereka lewati.
"Selama aku di amerika kenapa aku gak pernah liat kamu? padahal kan apartemen kita deket an" tanya Nathan yang membuat Ara menoleh ke arahnya.
__ADS_1