Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Bahagia karna harta


__ADS_3

Itu lah isi pesan yang di kirim kan oleh Andita seorang kepada nya dan masih banyak lagi pesan yang masuk ke dalam ponsel nya itu dan ada juga dari Arfel,,,Sheyla,,Barqi dan juga Aldi tapi satu pun tidak ia balas karna malas dan diapun memilih untuk membuka akun medsos nya dan melihat apa saja yang lewat di beranda nya dan banyak juga DM (derect messenge) masuk ke dalam ponsel nya.


Ara melempar ponsel milik nya ke atas meja untung nya ponsel nya itu tidak jatuh ke lantai dan menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi itu sedang kan Nathan dia hanya menatap sekilas sang istri dan kembali fokus akan laptop nya.


Ara menengadah kan kepala nya "Huh" Ara mendengus kasar ntah apa yang dia pikirkan sekarang tapi nampak nya suasana hati nya sedang tidak bagus.


"Kamu kenapa?" tanya Nathan kepada Ara tanpa menatap Ara dan dia hanya fokus ke laptop nya. Ara menatap sang suami yng bertanya tanpa menatap nya.


"Nanya tapi mata nya gak tau kemana" ketus Ara dengan nada rendah dan kembali menatap langit kamar suami nya itu yang kini juga sudah menjadi kamar nya. Nathan menatap sang istri dengan tatapan heran.


Nathan meletakkan laptop milik nya itu di samping ponsel sang istri dan memindahkan posisi duduk nya dan menatap lekat sang istri dengan satu kaki naik ke atas kursi sofa dan satu nya lagi terjuntai.


"Kamu kenapa?" tanya Nathan kembali menatap lekat sang istri dengan satu tangan mengusap lembut kepala wanita itu.


"Lepasin aku" ketus Ara dan menepis tangan sang suami.


"Huh" Nathan hanya mendengus melihat tingkah dan emosi yang sang istri yang tidak terkontrol itu. Nathan kembali mencoba menyentuh pucuk kepala sang istri dengan sangat lembut dan mengusap nya.

__ADS_1


Cukup lama Nathan mengusap kepala wanita itu dan wanita itu juga tidak menolak. "Kamu kenapa?" tanya Nathan dengan nada lembut nya dan menatap sang istri yang tengah memejam kan mata itu.


"Huh, Aku jug gak tau apa yang aku pikirin sekarang" jawab Ara dan membuka mata nya dan menghadap ke arah sang suami. Nathan tidak menjawab nya lagi dan memilih untuk mengusap lembut kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.


"Kau gak mau denger cerita aku beberapa tahun tanpa kamu?" tanya Ara kepada Nathan dengan menatap lekat wajah sang suami.


"Buat apa aku nanya itu? pasti kamu bahagia kan tanpa aku" jawab Nathan menatap lekat sang istri karna menurut nya kebahagiaan sang istri itu dari harta.


"Bahagia apa nya?" ketus Ara dan memindahkan kepala nya dari tangan sang suami.


"Bukan nya hidup kamu bahagia? Secarakan punya banyak uang dan gak kekurangan apapun?" tanya Nathan kepada sang istri. Ara menatap tajam ke arah nya dengan tatapan kesal karna menurut nya Nathan mengatakan diri nya itu matrek secara tidak langsung.


"Mungkin" jawab Nathan sedikit ragu. Ara tidak menjawab nya dan dia hanya menatap lekat sang suami yang juga menatap lekat ke arah nya itu dan berharap sang suami bisa mengerti akan tatapan nya yang memerlukan kasih sayang dan bukan harta itu.


"Kenapa kamu ngeliatin aku gitu?" tanya Nathan karna sedari tadi sang istri menatap lekat ke arah nya.


"Kakak beneran mikir kalo Ara bahagia nya cuma karna harta?" tanya Ara kembali.

__ADS_1


"Aku gak...." ucap Nathan terpotong oleh Ara yang sudah memotong perkataan nya.


"Udah lah" jawab Ara dan membelakangi sang suami dan kembali fokus kepada televisi yang masih menyala di dalam kamar mereka itu.


"Kalo capek istirahat" ucap Nathan dan kembali mengambil laptop nya dan melanjut kan pekerjaan nya yang tertunda itu. Ara menatap sang suami yang kembali melanjutkan pekerjaan nya.


Sepuluh menit dia menonton televisi dan dia merasa bosan dan akhir nya air mata nya mengalir sendiri karna perasaan hati nya sedang tidak bagus di tambah Nathan yang mengatakan nya matrek secara tidak langsung dan dia mengira nya seperti itu.


"Kakak kenapa bilang kalo aku bahagia puluhan tahun tanpa kakak hah?" bentak Ara dengan air mata yang mengalir akibat kesal kepada sang suami. Nathan menatap sang istri dan mata wanita itu nampak terpejam karna memang jika Ara sudah menangis maka mata nya pasti menghilang Nathan kembali fokus akan laptop nya karna dia pikir istri nya itu mengigau.


Brukkkk


Ara menendang meja yang ada di depan nya itu karna sang suami hanya menatap nya dan tidak menanggapi ucapan nya sama sekali. "Hey kamu ngapain ngigo sampe nendang meja gini?" tanya Nathan dengan segera menyelesaikan pekerjaan nya untuk memindah kan sang istri ke atas ranjang.


Ara kembali diam saat melihat Nathan yang sudah berdiri dan ingin menggendong nya. Nathan ingin menggendong Ara menyamping tapi dengan segera Ara merangkul leher nya dan naik ke pelukan depan dengan saling menghadap. Nathan menatap lekat wajah yang sudah ia menggendong seperti menggendong anak kecil itu nampak seperti orang sudah menangis.


Nathan menerima pelukan dari sang istri. Ara melingkarkan kakinya di pinggang sang suami dan menenggelam kan kepala nya di dada bidang sang suami sedangkan Nathan dia menahan tubuh sang istri supaya tidak terjatuh.

__ADS_1


"Kamu gak tidur?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Ara benci sama pikiran kakak yang mikir kebahagiaan Ara karna harta Hikssss" ucap Ara dan langsung terisak di dada bidang sang suami.


__ADS_2