
"Iya ara tau kok bi....tadi sheyla bilang sama ara" ucap ara ambil melebarkan senyumannya.
FLASH BACK ON
Tok...tok...tok...
"Ara" panggil sheyla sambil mengetuk pintu kamar ara. ara yang mendengar sheyla suara sheyla langsung membuka pintu kamarnya.
"Kenapa?" tanya ara.
"Lo kok belum siap.....gw nungguin lo" bentak sheyla.
"Gw biar di antar sama mang mamat aja....lo duluan aja sama mami papi" ucap ara. dan berlalu duduk di ayunan yang da di kamarnya.
"Yaudah....tapi lo janji sama gw lo harus dateng" ucap sheyla.
"Iya" ucap ara.
"Yaudah gw berangkat" ucap sheyla dan langsung pergi tanpa menutup pintu kamarnya.
"Kebiasaan banget" ucap ara dan berdiri untuk menutup pintu kamarnya.
Ara berjalan menuju ranjangnya dan dia mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang tersebut.
"Huh" ara mendengus. "Gw gak mau bareng sama mami papi ke wisuda lo shey" ucap ara pelan sambil melihat potonya dan juga sheyla yang sengaja ia cetak dan dia letakkan di dinding depan ranjangnya supaya dia bisa melihat sheyla setiap bangun tidur.
FLASH BACK OFF
"Yaudah bi ara pamit" pamit ara kepada bi nur dan bi ani tanpa bersalaman karna tangannya penuh.
"Hati hati non" teriak bi nur.
Ara di bantu membukakan pintu oleh bi ani karna dia tidak bisa membuka pintu sendiri karna tanganya memegang sesuatu. "Makasih bi" ucap ara dan langsung berlalu meninggalkan rumah dan menuju ke pos penjaga yang ada di halaman rumahnya dan berniat untuk memanggil mang mamat.
Mang mamat tidak mengantarkan sheyla dan juga orang tua ara dan yang mengantar mereka adalah suami dari bi ani yang juga bekerja sebagai sopir sekaligus tukang kebun di rumah keluarga wijaya.
"Mang mamat" panggil ara yang membuat mamat langsung menoleh ke arahnya.
"Eh non ara....non ara mau kemana? udah cantik aja" ucap mang mamat.
__ADS_1
"Anterin ara ke kampus sheyla mang" ucap ara.
"Tunggu mamang ambil mobil dulu ya non" ucap mang mamat dan ara hanya mengangguk. dan mamatpun berlalu pergi dan mengambil mobil pribadi milik ara di garasi.
Mang mamat baru saja selesai mengambil mobil ara dan tiba di dekat ara. "Ayo non" ucap mang mamat sambil menolong ara membuka pintu mobil.
"Makasih mang" ucap ara dan langsung masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang. setelah selesai membatu ara masuk ke dalam mobil mang mamat langsung beranjak untuk masuk dan duduk di kursi kemudi setelah dia masuk dia langsung melakukan mobil yang ia kendarai dengan kecepatan sedang menuju ke kampus sheyla.
Terlihat hening di dalam mobil itu dan mang mamat baru ingat tadi jika sheyla dan keluarganya sudah berangkat duluan pun langsung bertanya kepada ara.
"Non kenapa gak bareng sama tuan dan nyonya?" tanya mang mamat.
"Ara males bareng mereka mang" jawab ara.
"Ooh" jawab mang mamat sambil menganggukkan kepalanya.
Hening.....
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh mang mamat sampai di kampus sheyla karna memang jarak rumah ara dan kampus sheyla tidak terlalu jauh.
"Udah sampe non" ucap mang mamat dan ingin keluar untuk membukakan pintu untuk ara.
"Mamang mau bukain pintu buat non ara" jawab mang mamat.
"Gak usah mang ara bisa sendiri kok" ucap ara sambil tersenyum.
"Tapi non..." ucap mang mamat terpotong.
"Udah gak usah tapi tapi" ucap ara dan membuka pintu mobil dan keluar setelah itu dia mengambil buket bunga yang ia bawa tadi setelah itu dia langsung menutup pintu mobil itu menggunakan kakinya.
"Ara pamit mang" ucap ara sambil menundukkan sedikit tubuhnya dan berlalu pergi.
"Hati hati non" teriak mang mamat dan diapun langsung meninggalkan kampus itu dan kembali pulang ke kediaman keluarga wijaya.
Ara memasuki pagar kampus UI dan nampak banyak sekali orang di sana karna memang seluruh orang tua siswa siswi juga ikut meramaikan wisuda itu. Ara mencari cari keberadaan sheyla dan juga orang tuanya tapi dia tidak melihat jika sheyla maupun orang tuanya ada di luar.
"Ara" panggil seseorang sambil memegang bahu ara yang membuat ara menoleh ke arahnya.
"Bunda" panggil ara balik. orang yang memanggil ara ialah nita karna nita juga datang kesana untuk wisuda anaknya.
__ADS_1
"Kamu ngapain kesini?" tanya nita keada ara.
"Ara mau ke wisuda sheyla bun" ucap ara dan nita hanya mengangguk mengiyakan.
"Bunda ngapain kesini?" tanya ara karna dia belum tau nathan juga siswa disana.
"Bunda mau...." perkataan nita terpotong saat nathan memanggilnya.
"Bunda" teriak nathan dan langsung mengampiri kedua orang tuanya. ara yang mendengar nathan berteriak langsung mengalihkan pandangnya ke arah nathan.
"Loh nathan?" tanya ara.
"Ara....lo ngapain kesini?" tanya nathan. ara melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki nathan karna dia sedikit bingung dan dia melihat nathan memakai toga dan itu membuatnya repreks hingga memukul punggung nathan.
"Lo temen sheyla? lo juga wisuda hari ini" ucap ara dengan tangan masih di bahu nathan.
"Lo kenapa mukul gw" ucap nathan.
"Gw kaget aja....ternyata lo temenan sama sheyla" ucap ara langsung melepaskan tangannya.
Nita terkekeh melihat tingkah ara dan nathan. "Udah udah....ayo kita masuk" ajak andre.
"Ara mau cari sodara ara dulu" ucap ara.
"Dia pasti udah di dalam" ucap andre dan memegang bahu ara dan ingin mengajak nya masuk. dan ara meneriman ajakan dari orang tua nathan karna dia juga tidak melihat sheyla di luar.
Ara masuk bersama dengan nathan dan kedua orang tuanya. Setelah mereka masuk kedua orang tua nathan dan juga ara langsung duduk di samping orang tua Vino. di samping kedua orang tua Vino juga ada david dan dania yang ikut menghadiri wisuda itu karna dewa juga ikut wisuda tapi dia sudah meninggalkan dunia ini untuk selamanya.
"Nathan kesana dulu bun" ucap nathan dan berlalu meninggalkan mereka untuk duduk di dekat teman temannya. ara melihat ke arah dania tapi dia tidak melihat david.
"Ibu" panggil ara dan langsung berjalan menuju dania untuk bersalaman.
"Ara" sapa dania sambil mencium wajah ara.
"Kamu ngapain kesini sayang?" tanya dania.
"Ara mau liat saudara ara wisuda bu....ara juga bawa hadiah buat kak dewa.....oiya ayah mana bu? gak dateng?" tanya ara karna dia tidak melihat david di sana.
"Kamu kenapa masih beliin dewa hadiah sayang.......ayah di sana dia gantiin dewa" ucap dania sambil memegang kedua pipi ara dan rambutnya berjatuhan menutupi sedikit wajahnya dan menunjuk ke arah david yang berdiri bersama anggota wisuda lainnya. ara menoleh ke arah yang di tunjuk oleh dania dan benar saja david memang menggantikan dewa.
__ADS_1
"Ara belinya udah lama bu" ucap ara sambil melebarkan senyumannya. padahal hatinya begitu sakit begitupun dengan dewa yang memaksakan senyumannya supaya ara tidak ikut bersedih.