Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 19 #3


__ADS_3

Ara beranjak dari sana dan berdiri di dekat jendela untuk melihat anak nya yang sedang belajar. "Belajar yang rajin ya sayang, Papa akan pulang nanti papa akan menjemputmu" suara yang sangat tidak asing terdengar di telinga Ara dan itu terdengar jelas.


"Da, Da papa" ucap anak itu.


"Suara itu Seperti suara Nathan" guman Ara yang tau dan sangat hafal akan suara suami nya.


"Ah sudah lah, Tidak mungkin dia ada di sini" guman Ara kembali dan kembali menatap anak nya yang sedang belajar itu.


"Hay, Yuna" sapa Oktariani kepada Yuna.


"Siapa?" tanya Yuna karna tidak bisa melihat.


"Ini aku Okta" jawab Oktariani sambil melebarkan senyuman nya.


"Oh Okta, Kau baru sampai?" tanya Yuna.


"Hem, Baru saja sampai" jawab Oktariani dan mendudukkan tubuh nya di samping Yuna.


"Anakku cepat sekali mendapat teman" guman Ara dengan senyum yang melebar karna anak nya sudah memilki teman.


Beberapa jam dia menunggu anak nya selesai belajar akhirnya jam pelajaran pun berakhir. "Biar aku yang membereskan barang barang mu" ucap Oktariani dengan senyum yang mengembang dan membereskan barang barang nya dan Yuna.


"Ayo" ajak Oktariani kepada Yuna, Yuna mengangguk mengiyakan nya dan membuka tongkat milik nya itu. Oktariani membimbing Yuna untuk berjalan sampai lah mereka kaluar. Ara yang baru selesai dari toilet pun langsung berlari menghampiri anak nya itu.


"Kenapa tidak menunggu ibu?" tanya Ara dan menjongkokkan tubuh nya di hadapan anak nya itu.


"Halo tante" sapa Oktariani kepada Ara, Ara menoleh ke arah Oktariani.


"Aku Okta teman Yuna" ucap Okta dengan menyodorkan tangan nya kepada Ara.


"Tante sudah tau, Tante melihatmu tadi berbicara dengan Yuna, Tante ibu nya Yuna" ucap Ara dengan senyum yang mengambang menatap Okta. Okta membalas senyuman dari Ara dengan senyum tulus nya.


"Astaga perut ku kembali sakit" guman Ara karna sedari tadi dia berbolak balik ke toilet karna sakit perut.


"Sayang kamu tunggu di sini sebentar ya, Ibu mau ke toilet sebentar, Nanti ada om Roky jemput" ucap Ara kepada anak nya itu.

__ADS_1


"Okta tante titip Yuna sebentar ya, Ini poto orang yang bakal jemput Yuna nanti ya" ucap Ara dengan menunjukkan poto Roky kepada Okta.


"Siap" jawab Okta dengan senyum yang melebar, Ara membalas senyuman itu dan setelah itu dia langsung berlalu dari sana dan sedikit berlari.


"Hey anak papa" ucap Nathan dan menjongkokkan tubuh nya di hadapan Okta.


"Papa" ucap Okta kembali dan langsung memeluk ayah nya itu. Okta kembali melepaskan pelukan nya dari sang ayah.


"Papa ini Yuna teman yang pernah aku cerita Beberapa hari lalu kepada papa" ucap Okta memperkenalkan Yuna kepada Nathan, Nathan menoleh ke arah teman anak nya itu yang berdiri di belakang anak nya itu.


"Hey" sapa Nathan dengan senyum yang mengembang kepada Yuna.


"Papa dia tidak bisa melihat" bisik Okta kepada Nathan, Nathan mengangguk mengerti dan mengambil tangan Yuna untuk berjabatan degan nya.


"Perkenalkan om Nathan papa nya Okta" ucap Nathan denagn senyum yang mengembang menatap anak itu.


"Yuna" jawab Yuna dengan ikut tersenyum dengan mata yang entah kemana. Nathan menatap lekat senyuman anak itu.


"Tidak asing sekali wajah nya di mataku" guman Nathan karna dia merasa pernah melihat senyum anak itu dan senyuman itu sangat familiar tapi dia tidak ingat senyum siapa.


"Om nya Yuna?" tanya Okta kepada Roky.


Roky menoleh ke bawah dan melihat siapa yang berbicara itu. "Iya" jawab Roky.


"Tadi tante ibunya Yuna bilang dia masih di toilet om" ucap Okta kepada Roky.


"Oh baiklah terima kasih sudah menjaga keponakan saya" jawab Roky.


"Yasudah pa ayo kita pulang" ajak Okta kepada Nathan.


"Ayo" ajak Nathan kembali dan langsung menggendong anak nya itu.


"Aku pulang dulu Yuna, Dah" ucap Okta dan melambaikan tangan nya kepada Yuna, Roky membimbing Yuna untuk melambaikan tangan nya kepada Okta.


"Ah perutku" ucap Ara dan berjalan mendekat ke arah Roky dan juga Yuna yang ada di depan kelas.

__ADS_1


"Dari mana kau hem?" tanya Roky kepada Ara.


"Aku dari belakang kak, Perutku sedari tadi sakit" jawab Ara dengan memegang perut nya yang sakit.


"Ibu sakit perut?" tanya Yuna kepada ibu nya itu.


"Ah tidak sayang" jawab Ara dan mengambil alih Yuna dari Roky.


"Ibu hanya berpura pura" bisik Ara di telinga anak nya itu.


"Sudah lah ayo kita pulang" ajak Roky kepada Ara dan juga Yuna, Ara mengangguk mengiyakan nya dan berjalan di belakang Roky dengan menggendong anak nya itu.


"Teman mu itu memang sudah tidak melihat sejak lahir?" tanya Nathan kepada Okta.


"Aku juga tidak tau pa, Aku baru kenal dengan nya satu minggu lalu" jawab Okta akan pertanyaan ayah nya itu. Nathan mengangguk mengerti dan kembali pokus ke jalanan tapi hanya matanya sedangkan pikiran nya tidak.


Ara mengenakan helm dan langsung naik ke atas motor dengan Yuna yang di tengah tengah. "Segar sekali bukan sayang?" tanya Ara kepada anak nya itu.


"Hem" jawab Yuna dengan menghirup udara yang ia lewati meskipun dia tidak melihat tapi dia merasakan nya. Beberapa menit menempuh jalan akhirnya mereka sampai di rumah.


"Ye kita sudah sampai" ucap Ara dan menurunkan anak nya itu ke bawah.


"Nenek Yuna pulang" teriak Yuna dengan senyum yang melebar, Ara juga tersenyum melihat anak nya yang sedikit cerita jika di rumah.


"Hey cucu nenek sudah pulang" sapa balik nek Saidah, Ara, Roky dan juga Yuna berjalan mendekat ke arah nek Saidah yang sedang di dalam warung itu.


"Nenek istirahat saja biar Ara yang melanjutkan berjualan" ucap Ara dengan melebarkan senyuman nya menatap nek Saidah.


"Yasudah nenek tinggal dulu, Ayo sayang" ajak nek Saidah kepada Yuna, Yuna mengangguk mengiyakan nya dan Ara pun mendudukkan tubuh nya di dalam warung itu, Roky juga ikut mendudukkan tubuh nya di dalam warung dan duduk tepat di sebelah Ara.


"Coba saja aku tidak terlalu kelelahan dahulu pasti Yuna bisa melihat dunia ini" guman Ara dengan wajah sedih nya dan langsung teringat akan Nathan sang suami.


"Dia pasti sudah bahagia bersama wanita itu" ucap Ara yang yakin akan Nathan yang sudah berbahagia bersama Delina padahal kenyataan nya tidak.


"Siapa yang berbahagia?" tanya Roky kepada Ara karna dia sedari tadi duduk di samping Ara hanya saja Ara yang tidak sadar akan Roky yang duduk di samping nya.

__ADS_1


__ADS_2