Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ke kantor


__ADS_3

"Pak langsung ke kantor saya aja pak" ucap Nathan. pak Nawipun mengiyakannya dan melaju ke kantor Nathan yang letaknya lumayan jauh dari apartemen.


Mobil yang di tumpangi Nathan dan Ara sudah sampai di kantor Nathan. "Ayo turun" ajak Nathan kepada istrinya yang sedang sibuk memainkan ponsel miliknya.


"Ini kantor lo?" tanya Ara kepada Nathan karna dia belum mengetahui jika itu adalah kantor suaminya dan dia juga tidak terlalu peduli.


"Iya" jawab Nathan dan langsung menggandeng tangan istrinya itu.


"Lepasin" ketus Ara dan berusaha melepaskan tangannya dari tangan suaminya itu.


"Ikutin aku nanti kamu sesat" jawab Nathan.


"Gue kan bisa ngikutin lo dari belakang" ucap Ara. Nathan tidak memperdulikan ucapan dari istrinya itu dan langsung masuk dengan menggandeng tangan istrinya itu.


Saat masuk ke dalam banyak orang yang menyapa Nathan dan menatap ke arah Ara dan berfikir jika Ara adalah adik dari Nathan padahal Ara adalah istri Nathan.


"Cantik banget adiknya bos" ucap salah satu pegawai saat Nathan dan Ara sudah masuk ke dalam ruangan pribadi Nathan.


"Tapi kalo gak salah pak Nathan gak punya adik deh" ucap salah satu pegawai lainnya.


"Iya gue denger denger pak Nathan juga anak tunggal dan pak Vino anak angkat dari pak Andre dan buk Nita" jelas salah satu pegawai lain.


"Kenapa kalian kumpul disini?" tanya Viona. Viona masih bekerja bersama dengan Nathan dan Nathan juga membawanya ke amerika karna memang kinerja Viona sangatlah bagus tapi salahnya Viona tidak profesional.


"Itu bu tadi kita liat pak Nathan bawa cewek buk kita kira itu adiknya tapi bukannya pak Nathan anak tunggal ya bu?" tanya salah satu pegawai kepada Viona.


"Memang pak Nathan anak tunggal" jawab Viona.


"Trus siapa wanita yang di bawa oleh pak Nathan bu?" tanya pegawai lain.


"Kalian mau kerja apa masih mau nanya itu sama saya?" ketus Viona dan membuat semua pegawai menundukkan kepalanya.


"Kerja" bentak Viona kepada seluruh pegawai. Semua pegawai itupun kembali ke meja masing masing dan kembali bekerja begitupun dengan Viona.


"Siapa wanita yang mereka maksud?" guman Viona menatap pintu ruangan Nathan.


Di dalam ruangan Ara menatap pemandangan amerika dari jendela kantor suaminya itu dan itu nampak sangat indah dan cantik. "Cantik banget" ucap Ara sambil mengembangkan senyumannya.


Nathan berjalan ke arahnya dan berdiri di sampingnya. "Suka?" tanya Nathan kepada istrinya.

__ADS_1


"Siapa yang gak suka liat pemandangan gini" jawab Ara menoleh sekilas ke arah suaminya itu.


"Mood kamu kenapa suka banget berubah?" tanya Nathan menyenderkan tubuhnya di kaca jendela itu sambil menatap istrinya itu.


"Emang mood gue suka berubah rubah ya?" tanya Ara yang ikut menyenderkan tubuhnya dan meletakkan tangannya di atas perutnya. Nathan mengangguk mengiyakannya.


"Kenapa ya?" ucap Ara yang juga bingung kenapa moodnya sering berubah ubah.


Tok...tok..


Suara ketukan pintu membuat Ara dan Nathan menoleh ke arah pintu. Nathan membuka pintu itu menggunakan remot. Viona yang melihat pintu sudah terbuka langsung masuk ke dalam ruangan bosnya itu dan langsung melihat bos dan wanita yang dia tidak tau siapa sedang menyenderkan di jendela dan menatapnya.


"Ibu gak ada akhlak" ucap Ara yang terdengar oleh Nathan. Nathan menatapnya.


"Gak boleh ngomong gitu" ucap Nathan kepada istrinya saat dia bisa mendengar ucapan istri nya.


"Emang bener dia gak ada akhlak nya" jawab Ara dan membalikkan tubuh nya kembali menatap ke luar jendela.


"Ada perlu apa?" tanya Nathan kepada Viona.


"Kita hari ini ada jadwal untuk mengecek perkembangan pembangunan hotel pak" ucap Viona dan sesekali dia menatap siapa wanita yang di bawa oleh Nathan itu karna dia tidak mengetahui wanita itu.


"Hari ini?" tanya Nathan kepada Viona.


"Yasudah kamu tunggu di bawah nanti saya akan menyusul" jawab Nathan.


"Kalau begitu saya permisi ak" ucap Viona mengundurkan diri dan langsung berlalu. Nathan kembali menutup pintu itu dan masih menggunakan remot.


"Kamu mau ikut?" tanya Nathan kepada Ara.


"Kemana?" tanya Ara dan langsung membalikkan tubuhnya.


"Liat proyek pembangunan" jawab Nathan.


"Emang boleh aku ikut?" tanya Ara.


"Siapa yang bilang gak boleh?" tanya Nathan kembali.


"Gak ada" jawab Ara.

__ADS_1


"Yaudah ayo" ajak Nathan dan menggandeng tangan istrinya itu. Ara hanya mengikutinya dari belakang.


Mereka berdua sudah sampai di lobi dan disana juga sudah ada Viona dan sopir husus untuk kantor yang sudah siap dengan mobilnya. "Kita berangkat sekarang pak?" tanya pak Soni kepada Nathan.


"Iya" jawab Nathan dan langsung membukakan pintu untuk istrinya dan setelah itu dia masuk dan duduk di samping istrinya.


Viona duduk di samping kemudi sedangkan Ara dan Nathan duduk berdua di belakang. Ara sibuk memankan ponsel milik suaminya itu ntah di sengaja atau tidak ingat yang pasti dia betah menggunakan ponsel itu.


"Jangan main ponsel trus sakit mata nanti" ucap Nathan dan mengambil alih ponselnya itu dari tangan istrinya.


"Bentar lagi gue masih marahin Erina" jawab Ara dan mengambil kembali ponsel Nathan.


"Kamu dari tadi main ponsel nanti sakit baru tau rasa" ucap Nathan.


"Lo nyumpahin gue sakit?" ketus Ara kesal. Viona dan pak Soni hanya menatapnya dengan tatapan bingung dan tak percaya bahwa ada yang berani membentak seorang jonathan adijaya, karna memang sedari dulu tidak ada yang berani membentak ataupun membantah ucapannya.


"Bukan nyumpahin tapikan banyak kejadian mata rusak akibat mainin ponsel terlalu lama" jelas Nathan.


"Gue juga gak tiap detik" bantah Ara.


"Siapa wanita itu?" guman Viona bingung dan menatap tak suka ke arahnya.


"Sudah sampai pak" ucap pak Soni karna memang mereka sudah sampai di lokasi pembangunan itu.


"Ayo" ajak Nathan kepada Ara. Ara mengikutinya dan meletakkan ponsel ke dalam tas selempang yang ia pakai.


Nathan Viona dan juga Ara berjalan menuju ke dekat menejer yang di tugaskan untuk mengawas pembangunan itu. "Pak" ucap pak Doni saat melihat Nathan dan langsung berjabat tangan. Nathan menerima jabatan tangan itu.


"Lancar lancar saja kan pak?" tanya Nathan.


"Iya pak" jawab Doni.


"Ini pak" ucap salah satu tukang sambil memberikan topi pelindung kepada Doni.


"Terima kasih" ucap Doni. tukang itupun berpamitan da Doni mengiyakannya.


"Ini pak silahkan di pakai" ucap Doni sambil menyodorkan helm pelindung itu kepada Nathan dan juga Viona.


"Satu lagi pak?" tanya Nathan karna istrinya tidak mendapatnya dan dia tidak mau istrinya itu kenapa napa.

__ADS_1


"Cuma itu saja yang ada pak" jawab Doni karna memang cuma itu saja yang ada.


"Gue gapapa lo pake aja" ucap Ara dan berlalu meninggalkan semua orang dan melihat lihat proses pembangunan karna nanti asti dia juga mengawasi seperti itu.


__ADS_2