
Terdengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi. Nathan pun yakin jika istrinya itu sedang mandi diapun membuka paperbag itu dan melihat apa isi di dalamnya.
"Ini kan baju yang waktu itu" ucap Nathan sambil melebarkan senyumannya saat melihat baju itu. Baju itu adalah baju endors miliknya dan juga Ara dan itu baju sama.
Cekleekk
Pintu kamar mandi terbuka terlihatlah Ara yang menggunakan baju dan celana keluar dari dalam itu. Ara langsung menatap suaminya itu yang sedang memegang paperbag.
"Apa tuh?" tanya Ara dan langsung merampas paperbag itu dari suaminya itu. Ara langsung membuka paperbag itu.
"Ooh ini" ucap Ara santai karna memng dialah yang menyuruh orang untuk menjemputnya mungkin tadi itu salah satu sopir pribadi Nathan tapi bi Nur bilang kurir.
"Kamu yang minta orang antar?" tanya Nathan kepada istrinya itu. Ara menganggukkan kepalanya dan langsung berlalu dan masuk kembali ke dalam kamar mandi untuk mengganti baju.
"Kenapa gak di ruang ganti?" tanya Nathan karna memang di kamar itu ada dua ruangan satu ruangan untuk belajar milik Ara dan satunya lagi tempat pakaian pakaian brandid yang di belikan oleh Teo dan juga Windi untuknya.
"Suka suka gue lah mau ganti baju di mana" ketus Ara dan langsung menutup pintu kamar mandi itu dengan membantingnya dan untung saja tidak terlepas.
Nathan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya itu. Nathan sedikit penasaran kenapa istrinya itu tidak mengganti pakaian di dalam ruang ganti dan memilih untuk mengganti pakaian di kamar mandi.
Nathan berdiri dan berjalan menuju ke ruangan yang terkunci itu tapi kuncinya terletak di sana. Nathan baru saja memegang kunci itu tapi Ara datang.
"Mau ngapain lo?" ketus Ara dan mengambil kunci itu dari tangan Nathan dan menyimpannya.
"Mau ngapain lo hah?" ketus Ara.
"Mau liat apa isi di dalem" jawab Nathan.
__ADS_1
"Gak usah...udah sana mandi abis itu ganti baju...gue nunggu di bawah" ucap Ara sambil menyodorkan paperbag kepada suaminya itu dan langsung berlalu karna memang dia hanya menggunakan bedak dan sedikit lipstik saja tapi itu tetap membuatnya cantik karna memang kecantikannya alami.
Nathan langsung masuk ke dalam kamar mandi tanpa membawa paperbag itu karna dia mengganti bajunya di sana bukan seperti Ara yang mengganti baju di dalam kamar mandi.
Setelah selesai mandi Nathan pun langsung mengenakan bajunya dan merapikan rambutnya setelah itu dia langsung turun menemui istrinya karna memang di dalam paperbag itu juga ada sepatu Nathan karna Ara tau satu barang Nathan pun tak ada di rumahnya.
Ara yang tak sengaja mengarahkan kepalanya ke atas karna memang sedari tadi dia menunggu suaminya pun langsung termenung menatap suaminya itu yang nampak sangat tampan dan gagah mengenakan pakaian itu.
"Ayo" ajak Nathan yang sudah berada di dekatnya tapi mata Ara masih tak berkedip saat melihat ketampanan suaminya itu.
"Hey" panggil Nathan sambil memegang bahu istrinya itu.
"Hmmmm" jawab Ara saat tersadar.
"Ayo kita berangkat" ajak Nathan. Ara pun mengangguk gugup mengiyakannya dan mengikuti suaminya itu dari belakang.
"Gakk lebih ganteng kak Dewa dari dia" ucap Ara sambil menggelengkan kepalanya sambil memukul pelan kepalanya itu.
"Apanya yang kenapa?" tanya balik Ara kepada Nathan.
"Kamu kenapa geleng geleng kepala abis itu pukul pukul kepala?" tanya Nathan.
"Siapa yang geleng geleng kepala siapa yang mukul mukul kepala?" tanya Ara balik dan langsung masuk ke dalam mobil yang mereka bawa kemarin karna sepulang dari acara Erina dan Vino mereka langsung pulang dan mereka juga sudah berpamitan dengan bi Nur saat sarapan tadi pagi.
Nathanpun ikut masuk ke dalm mobil di kursi kemudi dan langsung melajukan mobilnya ke tempat acara pernikahan Erina dan juga Vino.
Hanya tercipta keheningan di dalam mobil itu dan hanya terdengar mesin mobil yang melaju dengan kecepatan sedang itu sampai akhirnya merekapun sudah sampai di tempat acara pernikahan Erina dan nampak banyak sekali orang yang memenuhi pekarangan hotel tempat acara itu.
__ADS_1
Ara dan Nathan langsung turun dari mobil mereka dan masuk ke dalam dengan Ara yang menggandeng tangan suaminya itu supaya semua orang mengira kehidupan rumah tangga mereka harmonis.
"Selamat udah nikah Erina" ucap Ara sambil memeluk tubuh sahabatnya itu. Erina membalas pelukan dari Ara dengan senyum yang mengembang bahagia juga di hari bahagianya itu.
"Makasih sabatku" ucap Erina. Andita yang berada di samping mereka dan berdiri di dekat Azlan pun langsung memeluk kedua sahabatnya itu.
"Tinggal gue yang belum nikah....lo bedua udah nikah gak ada lagi dong yang main sama gue" rengek Andita yang berada di dalam pelukan kedua sahabatnya itu.
"Eh kita biarpun udah nikah masih tetep main sama lo kok" jawab Erina dan melepaskan pelukannya dari kedua sahabatnya itu.
"Tau lo..emang ada yang marah kalo kita masih main?" tanya Ara dengan melototkan matanya sedangkan Natahn yang sudah mengucapkan selamat dengan Vino hanya melihat istrinya itu yang seperti tidak mempunyai beban hidup.
"Ntar laki kalian marah" jawab Andita menatap Nathan dan juga Vino secara bergantian.
"Dia gak bakal marah kalo dia marah ya marahin balik lah" ucap Ara santai tapi itu membuat kedua sahabatnya terkekeh.
"Kenapa ketawa?" ketus Ara.
"Emang lo berani marahin kak Nathan?" tanya Erina.
"Emang gue pernah bilang kalo gue takut?" tanya Ara dengan melototkan matanya menghadap ke arah suaminya itu.
"Apa?" tanya Nathan yang melihat istrinya itu melototkan matanya.
"Apa?" tanya balik Ara.
"Kamu yang apa" ucap Nathan.
__ADS_1
"Lo yang apa" ketus Ara yang tak mau kalah.
"Udah udah kok jadi balas balasan nanya sih" tegah Vino sedangkan kedua sahabatnya itu hanya terkekeh melihat itu begitupun dengan Azlan.