Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mami gak suka kamu ngomong gitu


__ADS_3

"Kenapa?" tanya windi kepada nita.


"Gimana rencana kita?" tanya nita kepada windi. windi sedikit bingung karna dia merasa tidak pernah membuat rencana apa apa kepada nita.


"Rencana apa?" tanya windi bingung kepada nita.


"Kamu gak inget?" tanya nita kembali kepada windi dan windi hanya menggelengkan kepala tanda tidak tau.


"Kan kita dulu berencana mau jodohin anak anak kita" jelas nita kepada windi.


Windi langsung terkejut karna dia baru ingat bahwa sheyla akan di jodohkan dengan anak nita yaitu nathan. tapi nita tidak ingin menjodohkan nathan dengan Sheyla melainkan dengan ara. "Nan....nanti coba aku tanya sama sheyla dia mau apa gak di jodohin" jawab windi gugup.


"Kok sheyla sih?" tanya nita bingung dengan menautkan kedua alisnya.


"Kan sheyla anak aku yang pling tua.....kalo ara kan masih sekolah" jelas windi kepada nita.


"Tapi aku gak mau anak aku di jodohin sama sheyla" jawab nita serius kepada windi.


Windi sedikit bingung mendengarkan ucapan nita yang mengatakan bahwa dia tidak mau anaknya di jodohkan dengan Sheyla. "Trus kamu mau anak kamu di jodohin sama ara?" tanya windi heran kepada nita dan nita mengangguk dengan senyuman.


"Tapi kan ara masih sekolah......dan juga dia gak terlalu cocok untuk anak kamu" ucap windi kepada nita.


"Kamu kenapa ngomong gitu?" tanya nita heran.


"Ara itu anak nya pemalas,,,,,boros,,,,,dia juga gak tau apa apa,,,,,dia cuma bisanya makan tidur aja" jelas windi yang menjelek jelekkan ara anaknya sendiri.


Nita sedikit tidak suka akan ucapan windi tadi yang menjelek jelekkan calon menantunya. "Bukan nya ara juga anak kamu?" tanya nita kepada windi dengan tatap tak suka akan ucapan windi.


"Iyaa dia memang anak aku,,,,tapi dia itu beda banget sama sheyla.....sheyla itu rajin,,,,pinter,,,,abis itu gak boros" ucap windi memuji sheyla


Memang Sheyla pintar dan juga rajin karna sheyla selalu menurut akan perkataan kedua orang tuanya. beda dengan ara yang selalu membantah perkataan orang tuanya. Nita semakin tak suka akan windi yang membandingkan calon menantunya dengan shyela. "Kenapa kamu bedain ara sama sheyla win?" tanya nita kepada windi.

__ADS_1


"Ya....kan mereka berdua emang beda.....ara itu suka ngebantah sama aku dan juga mas teo" jawab windi


"Sedangkan Sheyla selalu nurut sama apa yang aku omongin sama dia" sambungnya lagi. Nita semakin tak suka dan cepat cepat dia mengatakan bahwa dia ingin sekali ara menjadi menantunya kepada windi.


"Terserah deh....pokoknya kamu bujuk aja ara supaya dia mau di jodohin sama anak aku" ucap nita yang kesal tapi tetap memaksakan senyumnya.


"Kalo ara gak mau gimana?" tanya windi kepada nita.


"Kalo ara gak mau.....aku bakal tunggu ara sampai dia mau" jawab nita kepada windi.


Windi sedikit heran karna sahabatnya tersebut bersikeras ingin menjodohkan anaknya dengan ara. "Kayaknya dia suka banget sama ara.....bahkan dia mau nunggu ara sampai ara mau" guman windi dalam hatinya.


"Nanti kalo kamu bilang sama ara.....jangan di sebut dulu kalo dia mau di jodohin sama anak aku ya" pinta nita kepada windi.


"Kenapa?" tanya windi heran.


"Nanti kamu tanya aja sama ara....dia mau di jodohin apa gak......tapi kamu jangan bilang kalo di jodohinnya sama anak aku.......kalo dia mau baru aku dateng ke rumah kamu.....kalo dia gak mau aku bakal tunggu sampe dia mau" jelas nita kepada windi dengan senyuman dan dijawab anggukan oleh windi dengan senyumnya juga.


"Yaudah ayo kita barengan aja masuknya" ajak nita kepada windi dan windi mengangguk dan mengikuti nita dari belakang dan menuju ke ruangan ara.


"Mami baru pulang?" tanya Andita kepada windi.


"Iya Andita" jawab windi sambil tersenyum. Windi berjalan menuju ke dekat ranjang ara nathan yang melihat windi ingin menghampir ara langsung berdiri dan menyalami windi.


"Tante" sapa nathan kepada windi. windi yang tidak mengetahui nathan siapa langsung bertanya.


"Kamu siapa?" tanya windi kepada nathan. nita yang mendengar windi bertanya nathan siapa langsung menjawab perkataan nathan.


"Dia anak aku" jawab nita kepada windi.


"Kamu anaknya nita?" tanya windi sambil tersenyum dan di jawab anggukan oleh nathan.

__ADS_1


"Kamu ganteng banget" ucap windi memuji nathan.


"Makasih tante" jawab nathan sambil tersenyum.


"Kalo sheyla liat kamu pasti dia mau sama kamu" ucap windi tiba tiba dan mengagetkan nathan dan juga nita.


"sheyla si penghianat" guman nathan geram.


"windi apaan sih.....kan udah aku bilang aku gak suka sama shyela" guman nita.


Ara yang merasa sedikit berisik di dekatnya langsung terbangun tanpa membuka matanya yang bengkak itu karna baru selesai menangis. "Kok ribut banget sih Dit" ucap ara yang berpikir bahwa Andita lah yang berbica dengan volume tinggi karna kebiasaan Andita emang berbicara dengan volume tinggi.


Nathan nita dan windi melihat ke arah ara yang berbicara tapi dengan mata yang masih tertutup.


Andita yang duduk tidak jauh dari ranjang ara pun mendengar ucapan ara. "Woy...bukan gw yang ribut woy" geram Andita karna di tuduh. Ara yang mendengar perkataan Andita langsung membuka mata dan sedikit kaget karna yang berisik itu mami nya dan juga nathan.


"Mami" panggil ara dengan berusaha bangun dari tidurnya. nita yang melihat ara ingin duduk tapi sedikit kesulitan pun membentu ara untuk duduk.


"Sini bunda bantu" tawar nita kepada ara dan ara tidak menolaknya dan sekarang posisi ara sudah duduk di atas tempat tidur dengan di bantu oleh nita untuk duduk.


Ara melihat orang orang di dalam ruangannya dan dia melihat apinya juga ada di ruangan tersebut. "Mami sama papi ngapain kesini?.......bi nur mana?" tanya ara heran karna dia tau betul bahwa orang tuanya sangat jarang meluangkan waktu untuknya.


Nita Vino dan nathan sedikit kaget dengan pertanyaan ara sedangkan Erina dan Andita biasa saja karna dia mengerti akan ucapan ara tersebut. "Kamu kok ngomong gitu sih?.......mami sama papikan mau jenguk kamu" jawab windi kepada ara sambil tersenyum.


"Masih inget sama ara?" tanya ara ketus kepada sang ibu.


"Kamu kok ngomong gitu?......mami sama papi selalu inget sama kamu" jawab windi sedikit membentak.


"Oouh kirain ara mami gak inget sama ara......kan mami dari dulu gak pernah peduli sama ara" jawab ara datar.


"Mami gak suka ya kamu ngomong gitu" bentak windi terhadap ara.

__ADS_1


Teo yang mendengar windi membentak ara langsung menenangkan windi. "Udah mi" ucap teo dengan suara kecil akibat takut di pandang jelek oleh Nita istri dari pengusaha terkaya seindonesia.


"Mami kesini cuma mau marahin ara?" tanya ara kepada windi dengan raut wajah datar tapi hatinya sangat sakit.


__ADS_2