Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 10 #3


__ADS_3

"Tante" ucap Delina yang ingin menolong Nita tapi Nita menolak dan menepis kasar tangan wanita itu.


"Jangan menyentuhku" ketus Nita dengan nafas ngos ngosan melihat Delina.


"Ayo bunda, Kita duduk di sana" ucap Andre dan membimbing istri nya itu untuk duduk di atas kursi yang ada di sana.


"Hubungi Nathan" perintah Andre, Amel mengiyakan nya dan langsung menghubungi suami nya.


"Halo sayang cepat pulang ajak kak Nathan" ucap Amel dnegan suara sedikit seperti orang hawatir dan langsung mematikan telpon itu dan kembali duduk di samping Nita.


"Di mana Ara?" tanya Nita kepada Erina.


"Dia ke luar tadi bunda" jawab Erina dan mengambil minuman yang di bawakan oleh bi Imah untuk Nita dan membimbing nya meminum minuman itu.


Di kantor Nathan.


"Ayo kita pulang sekarang" ajak Vino kepada Nathan.


"Ada apa? aku masih ada kerja" jawab Nathan.


"Ini darurat, Amel menyuruhku dan kau cepat pulang" ucap Vino lagi, Nathan tidak menjawab nya dan memilih melanjutkan pekerjaan nya.


"Nathan ayo" ajak Vino dan menarik tangan Nathan.


"Iya, Iya" jawab Nathan dan langsung berdiri dan mengambil barang barang nya, Mereka berdua langsung berjalan menuju ke lift dan masuk ke dalam lift, Setelah lift terbuka mereka berdua pun langsung turun dan menuju ke mobil dan langsung masuk ke dalam mobil itu dengan Vino yang mengemudi dan Nathan yang duduk di samping kemudi.


Vino langsung melajukan kemudi dengan kecepatan sedang menuju ke rumah nya dan Nathan hanya melihat jalan yang ia tempuh. "Bukan kah itu Ara?" guman Nathan saat melihat seorang wanita yang sedang menyebrang di lampu merah yang berada tidak jauh dari komplek perumahan nya.


Nathan melihat wanita itu sampai ke unjung dan menyebrang ke sebelah kiri tepat di mana akan memasuki komplek perumahan nya. Vino yang melihat lampu hijaupun kembali melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju kembali ke rumah nya. Nathan belum sempat melihat wajah wanita tadi karna wanita tadi belum berbalik dan Alfin sudah melajukan mobil.

__ADS_1


Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai, Vino langsung turun dengan bergegas menuju ke dalam rumah tapi tidak dengan Nathan yang bersantai masuk ke dalam rumah. "Itu kak Nathan bunda" ucap Erina yang sedari tadi mengawasi pintu utama dan masuklah Vino dan Nathan ke dalam besar itu.


"Suruh dia segera ke sini" ucap Nita datar dengan tubuh yang masih bersender di kursi sofa yang ada di sana.


"Kak Nathan cepat" teriak Erina dari atas dan hanya menyebut nama Nathan, Nathan tidak menjawab dan mempercepat jalan kaki nya.


"Delina?" ucap Nathan saat sudah sampai di atas dan melihat Delina berdiri di hadapan kedua orang tua nya.


"Ada apa menyuruhku pulang?" tanya Nathan kepada kedua orang tua nya yang sedang duduk dan Nita nampak belum tenang betul.


Ara berjalan dengan wajah senang nya dengan sedari tadi melihat surat yang ia bawa, Hati nya sangat senang saat mengetahui jika dia hamil, Ara mempercepat jalan nya kembali ke rumah untuk menyiapkan suprise untuk sang suami nanti saat sang suami pulang suprise itu harus siap dan dia akan menunjukkan hasil pemeriksaan nya tadi. Beberapa menit dia menempuh jalan akhirnya dia sampai di rumah mertua nya, Wajah wanita itu masih tampak senang dan melemparkan senyum kepada semua pegawai yang melihat nya.


"Hem-hem" Ara berirama saat berjalan masuk dengan wajah sumringah nya.


"Kenapa pintu rumah terbuka? dan mobil Nathan?" guman Ara yang bingung saat melihat mobil sang suami sudah ada di depan rumah dan pintu rumah terbuka.


"Baguslah jika dia sudah pulang" ucap Ara dan langsung masuk ke dalam rumah tanpa bersuara sedikit pun dan senyum tak pudar dari wajah nya.


"Hah?" ucap Ara dengan sangat pelan karna dia mendengar jelas ucapan yang keluar dari mulut orang itu dan entah siapa itu.


"Hah?" ucap Nathan yang bingung akan ucapan Nita.


"Kapan kau melakukan nya sampai dia hamil?" teriak Nita. Senyum yang awal nya sangat mengembang di wajah cantik Ara pun langsung pudar saat melihat itu, Amplop yang ia bawa tadi langsung jatuh saat mendengar itu entah jatuh kemana benda tipis itu dan dia tidak peduli akan itu.


"Aku tidak melakukan apa apa dengan nya" jawab Nathan yang tidak terima akan itu.


"Tapi dia membawa bukti nya" teriak Andre. Hati wanita itu hancur sekali saat mendengar ucapan itu tapi dia berusaha tetap kuat dan menahan air mata yang ingin sekali jatuh itu.


"Aku tidak boleh menangis" guman Ara karna dia takut tangis nya akan berdampak buruk kepada kandungan nya.

__ADS_1


"Jika kau tidak melakukan apa apa, Ini apa?" teriak Andre dengan memberikan surat pemeriksaan hamil milik Delina kepada Nathan.


"Dia pasti berbohong, Dia hanya menginginkan harta makanya dia berbuat seperti ini" jawab Nathan dengan nada yang meninggi.


"Nathan kau memang melakukan nya waktu itu, Kau yang memaksaku siang itu" ucap Delina dengan memegang tangan kekat Nathan itu.


"Lepaskan aku" teriak Nathan dengan menepis kasar tangan Delina dan hampir terjatuh tapi untung nya Ara menahan nya dan tubuh Delina itu sedikit menyentuh bagian perut nya.


"Ah" ucap Ara dengan nada pelan karna sedikit kesakitan.


"Ara?" ucap Erina yang kaget akan kehadiran sahabatnya itu yang tiba tiba. Nathan langsung menoleh ke belakang dan melihat istri nya tengah berdiri dengan menopang Delina dan hampir terjatuh. Nathan ingin menangkap tubuh istri nya yang hampir terjatuh itu dan malah tertangkap tubuh Delina dan membuat Ara terbentur ke besi pembatas, Vino yang berada dekat situ pun langsung meletakkan tangan nya di dekat pinggang Ara supaya adik nya itu tidak kenapa kenapa.


"Ah maaf" ucap Ara dan kembali berdiri sempurna saat tangan Alfin terimpit oleh tangan nya.


"Kau tidak apa apa kak?" tanya Ara dengan nada lembut nya kepada Delina. Ara memang tidak mengambil pusing masalah itu karna takut akan berdampak kepada kandungan nya, Meskipun dia tidak percaya jika suami nya yang melakukan hal itu tapi dia tidak mengambil pusing untuk saat ini.


"Tidak apa apa" jawab Delina yang masih berada di pelukan Nathan. Nathan langsung melepaskan Delina dan berlalu ke dekat istri nya itu.


"Kau tidak apa apa?" tanya Nathan dengan memegang tangan sang istri.


"Aku tidak apa apa" jawab Ara dnegan senyum yang melebar.


"Kau dari mana saja?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Ah aku dari panti" jawab Ara dengan melebarkan senyuman nya kepada sang istri.


"Kapan kau datang ke sini?" tanya Nathan karna dia takut sekali istri nya itu mendengar percakapan tadi.


"Sejak bunda bilang kau menghamili kak Delina" jawab Ara santai dengan melebarkan senyuman nya kepada Nathan.

__ADS_1


"Dia tersenyum?" guman Vino yang heran saat melihat Ara tersenyum mendengar kabar Nathan yang menghamili Delina.


__ADS_2