Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Pasar malam


__ADS_3

Hanya tercipta keheningan di dalam mobil itu karna Erina sedikit tak enak untuk memulai percakapan terlebih dahulu dan Vino sedikit gugup karna ini untuk pertama kalinya dia berdua dengan Vino dalam satu mobil.


Sampai akhirnya merekapun sampai di tempat tujuan mereka yakni pasar malam. Vino langsung turun diikuti oleh Erina dari belakang. Erina sangat nampak kegirangan dia sangat menyukai taman hiburan atau taman bermain ataupun pasar malam seperti itu.


"Kamu suka?" tanya Vino melihat Erina yang nampak sngat menyukai tempat itu.


"Suka banget" jawab Erina menatap kearah Vino sambil melebarkan senyumannya dan setelah itu kembali menatap taman hiburan yang nampak sangat indah itu saat di malam hari.


Erina langsung berlari dan bermain main di tempat tempat yang ada di pasar malam itu sedangkan Erina hanya mengikutinya. Vino tersenyum senang saat senyum di wajah wanita yang sangat ia cintai itu mengembang.


****


Ara sudah berbelanja apa yang ia inginkan dengan menggunakan cradit card yang di berika pamannya itu kepadanya tidak menggunakan uang Azlan. Tadi Azlan juga menawarkan uangnya tapi Ara menolak karna memang Ara sangat tidak mau menerima apapun dari ornag yang baru saja ia kenal.


"Mau kemana lagi?" tanya Azlan kepada Ara.


"Kesalon gue mau potong rambut" jawab Ara. Azlan hanya mengikutinya. Azlan dan Arapun langsung masuk ke dalam mobil dan sebelum itu Azlan meletakkan barang barang Ara yang lumayan banyak itu di bagasi mobil.


Azlan langsung melajukan mobilnya ke salon terbagus di amerika. Di dalam perjalanan Ara hanya memainkan ponselnya sedangkan Azlan pokus mengemudi dan sesekali dia melirik Ara.


"Gaya gimana ya?" guman Ara melihat gaya gaya rambut.


"Ini bagus kayaknya sama gue" guman Ara saat melihat park bo young yang menggunakan poni dan itu sangan cantik dan mungkin itu sangat cocok dengannya.


"Baru kali ini gue jalan sama cewek yang nolak uang gue" guman Azlan menatap ke arah Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Udah sampe" ucap Azlan yang sudah memarkirkan mobilnya di parkiran yang sudah di sediakan di salon itu.


Ara langsung turun dari mobil tanpa menunggu Azlan dan juga menjawab perkataan Azlan.


Ara langsung duduk di salah satu kursi dan menunjukkan poto rambut yang ia inginkan. pegawai itu hanya mengiyakan dan setelah itu dia langsung mulai memotong rambut Ara seperti yang ia ingin.


Azlan hanya menatapnya dari ruang yang sudah di hususkan untuk orang menunggu. Setelah itu dia langsung mengeluarkan ponsel miliknya yang ada di dalam saku celananya itu dan setelah itu memainkannya.

__ADS_1


Ara tertidur saat merasa sangat nyaman akan pijatan dari pegawai itu.


***


"Kamu seneng?" tanya Vino saat mereka duduk di salah satu bangku yang ada di pasar malam itu.


"Seneng banget" jawab Erina sambil melebarkan senyumannya. Vino hanya menatap wajah Amel yang tersenyum itu dari samping.


"Pulang yuk udah malem" ucap Erina saat melihat jam yang melekat di tangannya dan jam itu menunjuk pukul sepuluh malam.


"Gak mau makan dulu?" tanya Vino.


"Kan tadi udah makan bakso sama sate" jawab Erina karna memang mereka tadi sempat memakan sate dan juga bakso dan itu sudah membuatnya kenyang.


"Yaudah ayo" ajak Vino dan merangkul pergelangan tangan Erina. Erina langsung kaget melihat perlakuan Vino itu dan dia berusaha biasa saja.


Sesampai di dekat parkiran mobilnya Vino membukakan pintu untuk Erina dan saat Erina sudah masuk dia langsung menutupnya dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke rumah Erina.


"Hati hati" ucap Vino dan menyodorkan beberapa tisyu kepada Erina.


"Maaf" jawab Erina dan mengambil tisyu yang di berikan oleh Vino kepadanya.


Vino kembali melajukan mobilnya yang sempat ia hentikan itu menuju ke rumah Erina dan dia juga terlihat sangat fokus. Erina menatap Vino dari samping dia menatap Vino yang sedang fokus mengemudi mobil itu.


"Kok gue gak asing sama dia?" guman Erina karna memang wajah Vino sangat tak asing di matanya.


"Udah sampai" ucap Vino karna memang mereka sudah sampai di rumah Erina. Erina tidak menajwab perkataan Vino dia masih menatap lekat laki laki yang ada di sampingnya itu.


"Hey" panggil Vino yang menyadarkan lamunan Erina.


"Ha?" ucap Erina bingung.


"Udah sampai" ucap Vino lembut.

__ADS_1


"O..iyaa" ucap Erina sedikit gugup.


"Gue kanap sih" guman Erina memukul pelan kepalanya dan setelah itu langsung turun.


"Makasih ya" ucap Erina sambil melebarkan senyumannya.


"Sama sama" jawab Vino membalas senyuman Erina dan setelah itu dia langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke rumahnya.


"Yesss...yesss..." ucap Vino kegirangan saat mengingat Erina menatapnya.


Vino kembali pokus ke kemudinya dan tidak lama kemudian mobilnya sudah sampai di kediaman Adijaya diapun langsung masuk ke dalam kamar dan menyuruh pegawai yang belum tidur untuk memarkirkan mobilnya di dalam garasi.


Di dalam runah itu tidak ada seorangpun lagi yang masih berjaga maka dari itu dia memilih untuk langsung masuk ke dalam kamarnya. Vino menggantikan pakaiannya menggunakan baju kaos berwarna hitam dan juga celana pendek dan setelah itu dia langsung masuk ke dalam kamar Nathan untuk menceritakan apa saja yang ia lakukan dengan Amel malam ini.


"Nathan" panggil Vino girang.


"Kenapa lo kayaknya seneng banget?" tanya Nathan yang bekum tertidur karna dia terus terusan memikirkan Ara karna tadi dia tidak melihat Ara di depan rumah kakeknya.


"Ya jelas seneng lah gue baru abis jalan sama Erina" jawab Vino sambil mengingat ingat waktu waktu yang ia habiskan malam ini dengan Erina.


Nathan tidak menjawab perkataan Vino dia kembali menatap lookscreen ponselnya itu yang terdapat potonya dan juga Ara dan tak lupa Rafael.


"Lo kenapa murung gitu?" tanya Vino melihat saudaranya nampak murung.


"Siapa yang murung?" tanya Nathan kepada Vino.


"Ya elo lah mana mungkin gue kan gue lagi bahagia malam ini" ucap Vino sambil mengingat ingat lagi apa yang ia lakukan malam ini.


"Udah pacaran kalian?" tanya Nathan kepada Vino.


"Boro boro pacaran nat gue tadi aja nanya gini (kamu udah punya pacar?) dia langsung keselek bro" jelas Vino mempraktekkan apa yang ia tanya kepada Erima wktu di dalam mobil tadi.


"Kenapa lo gak langsung tembak aja? kan seneng langsung jadian" tanya Nathan menatap lekat wajah saudaranya itu.

__ADS_1


__ADS_2