Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mereka keluargaku


__ADS_3

Dua hari kemudian


Beberapa hari ini Ara belum ke rumah Erina karna dia menghabiskan waktu bersama Rizal dan keluarga sampai saat ini saat Kya dan yang lain ingin pulang ke amsterdam.


Ara turun dari kamar nya dan melihat bibi dan pamannya sudah siap untuk berangkat ke amsterdam. "Mau pulang sekarang bi, man?" tanya Ara.


"Iya sayang,Paman kan masih banyak kerjaan di amsterdam" jawab Rizal dan langsung berlalu menemui Rafael yang sudah terlebih dahulu keluar.


"Yaudah Ara antar ke bandara ya" ucap Ara.


"Gak usah sayang, Lebih baik kamu juga siap siap buat berangkat ke bandung kan besok aniv kamu sama Nathan" tolak Kya dengan mengusap kepala keponakannya itu dengan penuh kasih sayang.


"Yaudah Ara antar kalian sampai depan" jawab Ara. Ky mengangguk mengiyakannya sedangkan Rizal dan Rafael sudah berada di dalam mobil. Kya masuk ke dalam mobil taxi online yang mereka pesan tadi pagi.


"Kmu jaga diri baik baik" ucap Rizal dan mencium pucuk kepala keponakannya itu.


"Sampai di amsterdam kabari Ara" ucap Ara dengan senyum.yang melebar. Kya mengangguk mengiyakannya.


"Cium Onty dulu" ucap Ara kepada Rafael yng nampak cuek itu.


"Gak mau" jawab Rafael. Ara mendekatkan tubuh nya yang berada di luar taxi itu kepada Rafael dan mencium nya dengan penuh kasih sayang. Rafael langsung menangis saat Ara menciumnya dan Arapun melepaskan ciumannya itu.


"Hey kenapa?" tanya Ara kepada Rafael yang sedang menangis itu sedangkan Kya dia tau alasan kenapa anak nya itu menangis begitupun dengan Rizal.


"Ael gak mau pisah sama Onty" jawab Rafael.

__ADS_1


"Tadi bodo amat sama Onty sekarang nangis bilang gak mau pisah" ledek Ara kepada keponakannya itu. sedangkan Rafael dia masih menangis.


"Yasudah hati hati ya, Nanti telpon Onty oke" ucap Ara dengan mengusap kepala Rafael. Sopir taxi itupun langsung melajukan mobilnya dan Ara pun segera menutup rumah kakeknya itu dan langsung berlalu ke rumah suaminya.


Saat sampai ke rumah Ara langsung menuju ke kamarnya dan mengemasi bajunya dan tidak lupa dengan kado yang sudah ia letakkan di kamarnya itu. Setelah siap Ara kembali turun dari kamar nya dan langsung menuju ke luar dengan di bantu oleh pak Abi yang membawa kopernya. Ara langsung masuk ke dalam taxi yang ia hentikan tadi karna dia tidak mau menyuruh pak Abi dan ingin menaiki taxi.


Di bandung


Nathan tidak bekerja hari ini karna dia ingin ke mall membeli hadiah untuk istrinya hadiah ulang tahun pernikahan juga. Nathan membeli kalung berlian untuk sang istri dan itu nampak sederhana tapi terkesan mewah. Setelah selesai membeli kalung untuk hadiah istrinya Nathan berjalan ingin keluar dari mall tapi siaran televisi yang ada di salah satu denah mall itu menghentikanangkah kakinya.


"Telah terjadi kecelakaan di jalan C dan korban adalah pengusaha amsterdam yakni tuan Rizal dan keluarga saat dalam perjalanan menuju ke bandara, Di duga kecelakaan terjadi akibat rem mobil yang blong dan sampai saat ini korban belum dapat di temukan dan hanya sopir yang baru di temukan, sopir mobil itu meninggal di tempat dan pemirsa bisa melihat keadaan mobil ini dan sekarang para petugas kepolisian sedang mencari keberadaan pengusaha dari amsterdam itu dan juga anak dan istrinya" jelas pembawa acara itu tepat di lokasi kejadian dan nampak sebuah mobil yang masuk ke dalam jurang. (Gak nyambung ya beritanya? maaf).


"Paman Rizal?" guman Nathan yang kaget mendengar berita kecelakaan itu. Nathan langsung mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya san menghubungi sang istri tapi nomor istrinya tidak aktif.


Di jakarta


"Sepertinya ada kecelakaan di depan nona" jawab sopir taxi itu. Ara mengangguk mengerti dan mencoba melihat dari dalam mobil.


"Itu kayak mobil yang di tumpangi paman" guman Ara yang nampak melihat sedikit mobil yang masuk ke dalam jurang itu.


"Ah gak mungkin, Mungkin cuma sama" gunannya kembali yang mencoba berfikir positif. Ara memikirkan paman dan bibinya yang memang ke bandara yang sama dengannya.


"Bapak tunggu saya sebentar, Saya mau lihat ke depan" ucap Ara.


"Baik nona" jawab sopir itu. Ara langsung turun dari mobil dan berjalan menuju ke tempat kecelakaan yang sangat banyak orang itu.

__ADS_1


"Permisi" ucap Ara yang mencoba menerobos kerumunan yang banyak itu dan terlihat mayat sopir pengemudi tadi yang sudah tertutup oleh koran. Ara mendekat ke arah mobil itu dan melihat tas Kya yang tertinggal di dalam mobil itu.


"Paman, bibi" ucap Ara langsung mengambil tas Kya itu.


"Nona silahkan anda menjauh dari sini karna ini terlalu bahaya dan takutnya mobil ini akan meledak" ucap salah satu polisi kepada Ara.


"Paman, Bibi" ucap Ara yang mematung tak percaya dan air matanya langsung mengalir deras di wajah cantiknya itu.


"Apa mereka keluarga nona?" tanya polisi itu lagi. Ara tidak menjawab nya dan langsung turun ke bawah tanpa mengenakan pakaian panjang dan masih mengenakan pakaian pendeknya dan menuju ke bawah di mana banyak polisi yang sedang mencari keberadaan Kya dan Rizal. Polisi tadi langsung menyusul Ara yang membawa tas Kya dan mencoba mencegah dan menenangkan Ara.


"Auuu" rengek Ara yang terjatuh karna banyaknya akar di sana dan banyak juga duri duri kecil di sana. Polisi yng sedang mencari keberadaan Kya dan Rizal pun langsung menoleh ke arah Ara.


"Nona apa yang anda lakukan disini?" tanya salah satu polisi.


"Paman, Bibi" ucapan itulah yang sedari tadi keluar dari mulut Ara dengan tangan yang terus terusan mencari dan menyingkap hutan itu. tangan nya nampak memerah akibat terkena kayu dan duri tapi dia tidak memperdulikannya dan kembali mencari keberadaan keponakan dan bibi pamannya itu.


Polisi yang mengikuti Ara tadi langsung menarik Ara untuk berlalu dari sana dan Ara juga sekuat tenaga memberontak tapi tenaganya tidak cukup kuat di tambah setelah melihat mobil yang hancur tadi dan itu yang membuatnya melemah. "Nona anda tidak boleh ikut, Anda pulang saja biar kami yang mencari korban" ucap polisi tadi.


"Mereka keluarga ku" teriak Ara yangs udah berada di atas dengan air mata yang mengalir tanpa henti.


"Saya mengerti nona, Tapi ini berbahaya dan lihat lah tubuh anda sudah memerah dan terluka akibat ikut mencari" jelas polisi tadi.


"Tapi..." ucap Ara yang terpotong oleh polisi tadi.


"Kami akan berusaha mencari keberadaan keluarga anda nona, Anda pulang lah dan bantu kami dengan berdoa" potong polisi tadi. Sopir taxi yang membawa Ara tadi menghampiri Ara dan melihat tubuh penumpangnya itu banyak luka.

__ADS_1


"Nona, Anda tidak apa apa?" tanya Sopir itu.


__ADS_2