Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Enak punya banyak fans


__ADS_3

"Rafael mana nak?" tanya Nita kepada Ara karna dia tidak melihat ada Rafael dengan Ara karna Ara tadi bilang ingin menjemput Rafael makanya dia bingung.


Ara ingin menjawab pertanyaan Nita tapi suara Nathan menghentikannya.


"Bunda ayah Nathan pamit bentar mau antar Rafael pulang" ucap Nathan yang baru saja sampai dan menyalami pungung tanga kedua orang tuanya itu.


"Hati hati" ucap Nita. Nathan pun langsung keluar diikuti oleh Ara dari belakang. Nita tersenyum bahagia melihat itu begitupun dengan Andre.


Ara menutup pintu rumah Nathan karna dia tau Nathan sedikit kesusahan karna menggendong keponakannya. "Mau di antar den?" tanya pak Abi kepada Nathan.


"Gakusah pak saya bisa jalan" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya kepada pak Abi. pak Abipun langsung berpamitan keada Nathan untuk kembali mengerjakan tugasnya.


Ara mendahuli Nathan dia berjalan di depan Nathan karna dia itu wanita yang peka dia tau pasti Nathan tidak tau alamat rumah kakeknya. Ara membukakan gerbang untuk Nathan dan juga dirinya dan setelah itu menutupnya kembali.


Ara kembali berjalan mendahului Nathan ntah apa yang di pikirkannya tapi dia tampak melamun. "Uncle uncle kenapa onty?" tanya Rafael kepada Nathan.


"Uncle juga gak tau" jawab Nathan akan pertanyaan Rafael.


"Ael mau turun" ucap Rafael saat sampai di dekat taman dan disana juga banyak anak anak seumuran dengannya.


Nathan menurunkan Rafael dari pelukannya. Rafael langsung berlari ke arah Ara yang sedikit jauh darinya. "Onty Ael mau main boleh?" tanya Rafael kepada Ara. Ara melihat jam yang melekat di tangannya dan jam baru menunjuk pukul sepuluh diapun menganggukkan kepalanya sambil melebarkan senyumannya keada Rafael.


Rafael langsung berlari masuk taman dan ikut bermain dengan anak anak seumurannya karna dia mudah akrab dengan orang orang seumurannya tapi tidak dengan orang orang dewasa tapi kenapa dia bisa cepat akrab dengan Nathan?.


Ara mendudukkan tubuhnya di kursi kosong yang ada di halaman itu. dia mengawasi keponakannya yang sedang asik bermain bersama dengan anak anak seusianya begitupun dengan Nathan yang ikut mendudukkan tubuhnya di samping Ara dan melihat Rafael yang sedang bermain.


Senyum Ara mengembang saat melihat Rafael tertawa bebas tanpa beban tidak seerti hidupnya yang terlalu banyak cobaan. Nathan sadar akan senyuman Ara itu diapun ikut tersenyum melihat Ara yang sepertinya bisa melupakan sedikit masalahnya.


"Kak Ara?" panggil salah satu orang saat melihat Ara. Ara langsung tersadar dan menatap ke arah orang yang memanggilnya itu begitupun dengan Nathan.


"Siapa?" tanya Ara ramah.


"Kakak selebgram yang terkenal itu kan?" tanya orang itu. Ara hanya membalasnya dengan tersenyum.


"Ya allah gue bisa ketemu sama idola gue...ya allah cantik banget aslinya" ucap orang itu sambil menengadahkan tangannya.


"Hehe" ucap Ara yang bingung harus menjawab apa.


"Kak poto dong" ucap wanita itu lagi. Wanita itu adalah fans Ara. Ara hanya mengangguk mengiyakannya dan diapun berpose di depan kamera saat teman wanita itu memotonya.


"Ini pacar kakak? wah ganteng banget" ucap wanita itu lagi.


"Haalo kak kenalin aku Susan fans beratnya kak Ara" ucap Susan sambil bersalaman dengan Nathan. Nathan hanya menjawabnya dengana senyuman dan senyumannya itu bisa meluluhkan hati siapapun yang melihatnya.

__ADS_1


"Ya allah ganteng banget" ucap Susan sambil meloncat dan mengigit gigit jarinya.


"Kak kakak tau gak aku selalu beli apapun yang kakak masukin di instagram mau itu makanan ataupun barang kak" jelas Susan karna memang dia sangat menyukai Ara.


"Beneran?" tanya Ara yang mencoba akrab.


"Iya kak" jawab Susan kegirangan.


"Makasih ya udah dukung aku" ucap Ara dan langsung memeluk Susan mungkin karna suasana hatinya yang sedang sedih makanya dia ingin memeluk siapapun sekarang.


"Ya allah akh kira kakak sombong ternyata enggak" ucap Susan membalas pelukan Ara dengan kegirangan.


"Gak boleh sombong dong kan aku juga berhasil karna kalian" jawab Ara dan melepaskan pelukannya.


"Eh potoin gue lagi dong" ucap Susan kepada temannya itu.


"Kak ikut yuk" ajak Susan kepada Nathan.


"Saya?" tanya Nathan.


"Iya kak" jawab Susan.


Nathan pun berdiri dan juga ikut berpoto dengan posisi di samping Susan karna itulah pose yang diinginkan oleh Susan dan dia hanya mengikutinya.


"Makasih ya kak" ucap Susan. Ara kembali memeluk tubuh Susan.


Ara dan Nathan kemabli mendudukkan tubuh mereka di kursi taman itu.


"Punya banyak fans?" tanya Nathan kepada Ara.


"Kalo gak gara gara itu gue gak bakal punya uang" jawab Ara lemas ntah kenapa dia hari ini rasanya malas dan lemah.


"Enak punya banyak fans?" tanya Nathan.


"Enak gak enak" jawab Ara datar dan langsung menyenderkan tubunya di kursi bangku itu.


"Oiya kamu tinggak di sini?" tanya Nathan.


"Gak" jawab Ara.


"Terus tadi pagi kamu meraton disini?" tanya Nathan.


"Gue beberapa hari ini nginep di rumah almarhum kakek sama paman sama bibi Rafael juga" jelas Ara tanpa menoleh ke arah Nathan. Dia sedari tadi mengawasi keponakannya itu yang sedang bermain.

__ADS_1


"Rumah almarhum kakek kamu di komplek ini?" tanya Nathan.


"Iya" jawab Ara datar.


"Kenapa kemaren gak bareng aja" ucap Nathan.


"Kah gue gak tau kalo rumah lo juga masing komplek ini" jawab Ara.


"Bukannya kamu ernah ya kerumah bunda?" tanya Nathan sengaja.


"Gue kalo lagi di mobil gak ngapain jalan" jawab Ara masih datar.


"Onty Onty" panggil Rafael yang sudah berada di depan Ara dan itu membuat Nathan yang tadinya menatap Ara langsung menoleh ke arahnya.


"Iya kenapa?" tanya Ara lembut.


"Ael mau itu" ucap Rafael sambil menunjuk ke arah penjual es krim.


"Yaudah ayo kita beli" ajak Ara kepada Rafael.


"Gak ikut?" tanay Ara yang masih melihat Nathan duduk di kursi taman. Nathan langsung berdiri tanpa menjawab apa kata Ara. Ara dan Rafael langsung melangkah menuju penjual es krim itu sedangkan Nathan hanya mengikuti mereka.


"Tiga bang" ucap Ara saat sudah sampai disana.


"Rasa apa neng?" tanya penjual eskrim itu.


"Ael mau yang coklat Onty" ucap Rafael tanpa di suruh oleh Ara.


"Lo mau rasa apa?" tanya Ara kepada Nathan.


"Gak usah" jawab Nathan.


"Vanilla 2 coklat 1" ucap Ara kepada pedagang itu tanpa meminta persetujuan dari Nathan.


"20rb neng" ucap penjual itu sambil menyodorkan eskrim yang dia pesan.


"Ini bang" ucap Ara sambil menyodorkan uang 100rb kepada pedagang itu.


"Bentar ya neng" ucap pedagang itu.


"Gausah bang...buat abang aja...rejeki" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Makasih banyak neng" ucap pedagang itu. Ara hanya membalas dengan senyuman. Nathan kagum akan Ara karna dia selalu berbagi kepada orang lain.

__ADS_1


"Onty siniin eskrim Ael" ucap Rafael yang menbuat Ara ingat jika semua eskrim di tangannya.


"Oiya Onty lupa ini...ayo kita duduk disana aja" ajak Ara keada Rafael. Rafaelpun mengikutinya begitupun dengan Nathan.


__ADS_2