
"Dia kemana?" tanya Nathan saat sudah masuk ke dalam apartemen nya dan tidak menemukan istrinya.
Nathan langsung mengambil ponselnya dan menghubungi istrinya tapi nomornya tidak aktif. "Kemana dia?" guman Nathan dan mulai hawatir.
"Kamu dimana?" isi pesan yang dikirimkan oleh Nathan kepada Ara.
Ting
Suara ponsel Ara yang menandakan ada pesan masuk dan dia langsung mengambil ponselnya itu dan membukanya. Dan ternyata pesan itu dari suaminya.
"Di bawah" balas Ara singkat dan ingin memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas tapi terurung saat Nathan telah membalas pesannya.
"Ngapain di sana?" balas Nathan.
"Makan" balas Ara singkat.
"Masih di area apartemen?" balas Nathan lagi.
"Iya" jawab Ara singkat.
"Lantai berapa?" tanya Nathan.
"Laintai dua" balas Ara.
"Tunggu aku di sana" balas Nathan dan langsung berlalu untuk menyusul istrinya. Ara tidak memperdulikan mau Nathan menyusulnya atau tidak dia tetap tidak peduli dan diapun melanjutkan makannya.
Nathan nampak sudah sampai di lantai dua di mana di sana tempat restoran dan bar juga ada di sana. Dia mencari cari keberadaan istrinya tapi dia belum menemukannya.
"Hey" panggil seseorang wanita saat melihat Nathan.
"Siapa?" tanya Nathan heran.
"Aku Feli nat masa kamu gak inget sama aku?" ucap Feli. Nathan tidak menjawabnya dan langsung meninggalkan wanita itu karna dia sudah menemukan istrinya dan langsung duduk di kursi yang di samping istrinya.
Feli adalah mantan kekasih Nathan dan dulu dia sangat mencintai Feli tapi Feli meninggalkannya saat dia ingin melamar Feli dan itu membuat Nathan sangat kecewa akan Feli dan memilih untuk berpacaran dengan Sheyla dan saat bersama dengan Sheyla dia tidak pernah mencintai wanita itu karna dia masih mencintai Feli.
__ADS_1
Dan sekarang saat kehadiran Ara dalam kehidupannya dia sudah mulai melupakan Feli dan fokus akan istri yang sangat ia cintai itu meskipun Ara tidak mencintainya.
"Kenapa dia disini?" tanya Feli kepada diri sendiri karna dia juga belum mengetahui identitas Nathan yang sebenarnya karna dulu Nathan tidak pernah membawa Feli ke rumahnya dan orang tuanya bertemu dengan Feli saat di luar bukan di kantor ataupun di rumahnya.
"Hey" panggil Caty teman perempuannya.
"Hmm" jawab Feli dan langsung tersadar.
"Ayo kita lanjutin" ajak Caty. Falipun mengikuti sahabatnya itu dan menuju ke kerumunan banyak pria di sana.
"Kenapa pergi dari apartemen gak bilang bilang?" tanya Nathan menatap lekat istrinya itu.
"Harus banget gue mau kemana mana bilang sama lo?" tanya Ara tanpa menatapnya dan masih fokus dengan makannya.
"Ya harus lah kan aku suami kamu" jawab Nathan.
"Itu berlaku pada pasangan suami istri yang menikah karna dasar cinta bukan perjodohan" jawab Ara dan meminum alkohol yang ia pesan.
"Udah jangan minum itu lagi" ketus Nathan dan mengambil paksa botol alkohol dari tangan istrinya.
"Masa lalu gimana?" tanya Nathan.
"Di sana banyak poto gue sama kak Dewa poto gue waktu bayi sama mama sama papa dan ada satu lagi laki laki di dalam poto itu" jelas Ara lemah.
"Siapa laki laki itu?" tanya Nathan kepada istrinya yang sudah dalam keadaan mabuk itu.
"Kak...." ucap Ara terpotong karna rasa mual di perutnya.
Huekkk....huekkk...
Ara memuntahkan apa yang ia minum di samping meja makan itu tepat di dalam tong sampah karna tadi pelayan sudah menyiapkannya.
Nathan langsung berdiri dan mengusap lembut tengkuk kepala istrinya itu. "Jangan minum lagi" ucap Nathan saat Ara menagmbil botol alkohol itu dengan kepala yang masih menunduk.
Hikssss.....hiksssss
__ADS_1
Ara menangis saat Nathan melarangnya meminum alkohol itu. "Hey kenapa?" tanya Nathan kepada istrinya yang mabuk itu.
"Ara kangen sama papa sama mama" ucap Ara dan langsung memeluk tubuh Nathan mungkin karna di pikirannya Nathan adalah ayahnya. Nathan membalas pelukan dari sang istri dan membelai lembut rambut istrinya itu.
"Ara mau waktu Ara nikah kalian ada dan papa jadi wali Ara meskipun Ara nikah sama orang yang gak Ara cintai Hikssss.....Hikssss" ucap Ara dan kembali menangis di dalam pelukan suaminya itu.
"Jangan nangis lagi mama sama papa selalu ada di hati kamu" jawab Nathan yang mencoba membujuk istrinya itu.
"Ara sayang sama kalian...kalian selalu ada di hati Ara....Ara pengen ketemu sama kalian" ucap Ara kembali dan kembali terisak.
"Ssshuuuttt" Nathan mencoba membujuk istrinya persis membujuk anak kecil sambil tangannya membelai lembut rambut istrinya itu.
Nathan yang merasa Ara sudah tenang langsung menggendong Ara di punggungnya dan meletakkan tas milik istrinya itu di lehernya. Nathan membawa istrinya itu pergi dari cafe yang ada di apartemen itu dan langsung memasuki lift dan menuju ke kamar apartemen mereka.
Setelah keluar dari dalam lift Nathan langsung membawa istrinya itu masuk ke dalam apartemen. "Kenapa Ara kak?" tanya Andita yang baru saja ingin keluar mencari makan.
"Kecapean" jawab Nathan dan langsung berlalu meninggalkan Andita dan setelah itu langsung masuk ke dalam kamarnya yang ada di apartemen itu dan merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang.
Setelah merebahkan tubuh Ara Nathan melepaskan sepatu dan jaket yang msih melekat di tubuh istrinya itu dan meletakkannya di samping ranjang.
Nathan menatap lekat wajah istrinya yang nampak sembab akibat menangis itu dengan perasaan hancur melihat istrinya menangis tepat di hadapannya.
"Aku berharap bisa ngebahagiain kamu" ucap Nathan sambil menggenggam tangan istrinya itu dan setelah itu dia ingin berlalu untuk membersihkan diri tapi Ara menarik tangannya.
"Jangan tinggalin Ara kak Dewa" ycap Ara yang kembali terisak. Nathan yang melihat itu kembali duduk di samping istrinya itu dan membelai lembut wajah wanita itu.
"Iya aku gak bakal ninggalin kamu" jawab Nathan dan langsung mencium kening istrinya itu dan ikut merebahkan tubuhnya dis samping istrinya itu dan memeluk erat wanita itu.
Ara dan Nathan pun tidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain.
Nita dan Andre baru saja pulang dari jalan jalan karna hari juga sudah petang dan langsung mencari anak dan juga menantunya dan dia melihat anak dan menantunya itu sedang tertidur dengan posisi saling memeluk satu sama lain dan senyum di wajahnya mengembang bahagia melihat itu.
Nitapun memilih untuk membersihkan diri dan beristirahat dengan suaminya di dalam kamar sebelah.
Malam harinya saat jam 23:12 Ara terbangun dari tidurnya. Ara mengerjapkan matanya dan berusaha membuka matanya. Saat matanya terbuka dia langsung membulatkan matanya saat melihat Nathan sedang tertidur tepat di hadapannya dengan posisi memeluknya.
__ADS_1