Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 09 #3


__ADS_3

"Bau sekali" ucap Ara saat berada di dekat Erina. Erina yang mendengar Ara yang mengatakan bau pun menoleh ke arah sahabat nya itu.


"Kau mengataiku bau?" tanya Erina dengan menatap lekat Ara karna dia tidak terima di katakan bau oleh Ara padahal dia sudah mandi dan mengenakan parfum.


"Berarti ini bau kau?" tanya Ara kepada Erina dan mencium bau tubuh Erina dan kembali memundurkan tubuh nya setelah itu. Erina heran akan Ara yang mengatai bau nya busuk dan dia pun langsung mencium.bau tubuh nya dan itu sangat wangi.


Ara mendudukkan tubuh nya di atas kursi di sana dan melihat makanan apa yang ia ingin makan. "Ini seperti nya enak" guman Ara sat melihat makanan yang menggunakan banyak cabai, Ara langsung membalikkan piring yang ada di hadapan nya dan memasukkan nasi ke dalam nya dam Setelah itu dia baru memasukkan sambal yang ia lihat tadi.


"Ra itu pedas" ucap Erina saat melihat Ara mengambil makanan pedas padahal wanita itu tidak bisa makan pedas. Ara tidak menjawab nya dan malah menambah Banyak kan cabai nya dan langsung melahap nya. Erina menatap aneh dan ngeri saat melihat Ara memakan makanan yang banyak cabai itu.


"Enak sekali" ucap Ara dengan memakan makanan itu dengan sangat lahap sampai habis. Setelah selesai makan Ara kembali ke dalam kamar dan mengenakan sepatu nya dan berniat ingin mengunjungi suami nya.


"Mau kemana kau?" tanya Erina saat Ara turun dari lantai atas dengan pakaian yang sudah rapi dan tas yang di pakai nya.


"Pergi" jawab Ara dan langsung menuruni anak tangga dan menuju ke luar, Ara memilih untuk berjalan kaki menemui sang suami yang sedang berada di kantor meskipun kantor sang suami lumayan jauh dari rumah itu. Ara berjalan dengan semangat nya menuju ke luar pekarangan rumah itu dan komplek perumahan itu.


Beberapa menit dia berjalan kaki dan belum sampai di kantor suami nya dia kelahan dan merasa pusing, Ara menghentikan langkah kaki nya dan berdiri di tepi jalan dengan tangan yang memegang salah satu tiang yang ada di sana. "Kepala ku kenapa sering sekali sakit akhir akhir ini?" guman ara dengan memegang kepala nya yang terasa sakit itu. Ara kembali mengangkat kepala nya dan menoleh ke sebrang dan di sebrang ada rumah sakit.


"Apa aku periksa saja?" guman Ara saat melihat rumah sakit yang ada di sebrang jalan itu, Ara tidak berpikir lagi dan langsung menyebrang menuju ke rumah sakit yang ada di sebrang jalan itu.


Drittt


Ponsel Nathan berbunyi dan itu menandakan jika ada yang menghubungi nya, Nathan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam saku celana nya dan melihat siapa yang menghubungi nya.


"Bunda" nama yang tertera di layar ponsel nya itu. Nathan langsung mengangkat telpon itu.


"Halo bunda" ucap Nathan saat telpon sudah tersambung.


"Halo nak, Bunda dan ayah hari ini pulang ke rumah" ucap Nita kepada anak nya itu.

__ADS_1


"Oh yasudah, Nathan sekarang ada di kantor bersama Vino" jawab Nathan.


"Ara dan Erina?" tanya Nita.


"Mungkin mereka di rumah" jawab Nathan akan pertanyaan Nita.


"Yasudah bunda akan pulang ke rumah" ucap Nita dan langsung mematikan telpon itu begitupun dengan Nathan.


Di tempat Ara.


Ara sudah masuk ke dalam rumah sakit itu dan langsung menemui dokter untuk memeriksa keadaan nya. "Keluhan apa nona?" tanya dokter perempuan itu kepada Ara.


"Beberapa minggu ini kepala saya sering sakit dok dan kadang saya juga sering muntah akibat perut saya yang selalu muat dok" jelas Ara yang mengingat apa saja yang terjadi kepada nya. Dokter tadi mengangguk mengerti dan pintu ruangan itu terbuka dan masuklah suster.


"Ini dokter" ucap suster itu sambil menyodorkan hasil pemeriksaan Ara tadi kepada dokter tadi. Dokter tadi menerima nya dan suster tadi pun langsung berlalu dari sana. Dokter tadi membuka hasil pemeriksaan Ara, Dokter itu tersenyum saat melihat hasil nya dan itu membuat Ara yang melihat nya terheran heran.


"Apa penyakit saya dok?'' tanya Ara kepada dokter tadi.


"Jadi saya kenapa dok?" tanya Ara dengan tatapan bingung ke arah dokter tadi.


Di tempat Nita.


Nita dan Andre baru saja sampai di rumah dan langsung masuk ke dalam rumah dengan barang barang yang di bawakan oleh pelayan. "Tante" panggil seseorang saat Nita sudah masuk ke dalam rumah nya. Nita menoleh ke arah wanita yang sedang duduk di ruang keluarga di lantai dua bersama dengan Amel itu.


"Siapa?" tanya Nita dengan tatapan datar nya kepada Delina.


"Perkenalkan saya Delina" jawab Delina dan bersalaman dengan Andre dan juga Nita.


"Ada perlu apa anda ke sini?" tanya Nita datar.

__ADS_1


"Saya ingin menemui Nathan untuk memberikan sesuatu, Tapi Nathan tidak ada" jawab Delina dengan menundukkan kepala nya.


"Ingin memberikan apa?" tanya Andre kapada Delina.


"Ini yah" jawab Erina dan menyodorkan amplop kepada Andre. Andre menerima nya dan membuka isi amplop itu, Wajah Erina nampak takut dan tidak percaya akan apa yang ia lihat.


"Bagaimana jika Ara mengetahui ini?" guman Erina yang sangat takut jiwa Ara kembali terganggu akan masalah ini.


"Apa apaan ini?" teriak Andre yang kaget melihat itu, Nita yang mendengar teriakan suami nya pun langsung melihat kertas itu.


"Hah?" ucap Nita dengan mata yang membulat menatap kertas itu.


"Apa ini?" tanya Nita kepada Delina dengan menunjukkan kertas itu kepada Delina.


"Nathan yang sudah melakukan nya kepada saya tante" jawab Delina dengan menundukkan kepala nya, Itu adalah surat keterangan kehamilan dari rumah sakit dan itu menunjukkan jika Delina sedang mengandung.


"Anak ku tidak mungkin melakukan itu" jawab Nita yang tidak terima akan kenyataan.


"Saya mempunyai bukti nya tante" jawab Delina dan menunjukkan beberapa poto dirinya dan juga Nathan saat tidak mengenakan pakaian.


"Hah?" mata Nita membulat saat melihat itu begitupun dengan Andre yang kaget melihat itu. Nita langsung lemah saat melihat itu.


"Bunda" ucap Erina yang menangkap cepat tubuh Nita yang hampir terjatuh itu begitupun dengan Andre yang sigap menangkap tubuh istri nya itu.


"Tante" ucap Delina yang ingin menolong Nita tapi Nita menolak dan menepis kasar tangan wanita itu.


"Jangan menyentuhku" ketus Nita dengan nafas ngos ngosan melihat Delina.


"Ayo bunda, Kita duduk di sana" ucap Andre dan membimbing istri nya itu untuk duduk di atas kursi yang ada di sana.

__ADS_1


"Hubungi Nathan" perintah Andre, Erina mengiyakan nya dan langsung menghubungi suami nya.


__ADS_2