
Setelah selesai memilih hils yang menurutnya cocok dengan baju yang ia kenakan ara langsung ke dekat alat alat make up Erina dia memoleskan bedak setelah itu dia memoleskan sedikit lipstik berwarna sedikit orange dan blush on dan setelah itu dia manggambar alisnya sedikit dengan warna kecoklatan karna memang itu cocok dengan nya.
Setelah merasa selesai dan siap untuk berangkat ke acara pertunangan sheyla ara keluar dari ruangan ganti dan make dan duduk di kursi yang ada di kamar Erina karna kursi itu di hususkan untuk teman teman Erina yang sedang main ke kamarnya.
Ara menunggu kedua sahabatnya yang jika berdandan sangat lah lama beda dengannya jika berdandan cuma menghabiskan waktu 10 menit.
Setelah Erina dan juga Andita selesai mereka bertiga pun langsung turun dari kamar Erina menuju ke bawah untuk ergi ke acara pertunangan sheyla.
Ketiga wanita itu tampak sangat cantik. Ara yang mengenakan baju berwarna kuning dan hils transparan itu membuatnya sangat mempesona dengan rambut panjangnya yang di gerai dan itu sedikit menutupi dadanya. Andita menggunakan dress berwarna merah maron yang sangat tampak anggun memakai dres itu dengan rambut ikal nya yang sangat terlihat menawan.
Sedangkan Erina memakai dres berwarna hitam yang menampakkan lekuk tubuhnya dan itu juga sangat menarik dengan rambut yang di ikat bulat dengan poni panjang yang tergerai di samping kiri kanan wajahnya dan itu tampak sangat cantik.
Ara membukakan pintu rumah Erina dan di depan terlihat arfel yang sedang menunggu mereka karna tadi arfel sempat ke rumah ara dan kata bi nur ara di rumah Erina itu sebabnya dia menunggu di depan rumah amel.
"Arfel?" ucap ara bingung akan arfel yang sudah memakai jas dan itu sungguh terlihat seperti pria dewasa.
Arfel menatap ke arah ara dan melihat dari atas hingga bawah tanpa berkedip mungkin karna dia terkesima akan kecantikan ara. Karna memang dress yang di gunakan ara cocok akan tubuh mungil dan putihnya itu.
"Fel" ucap ara yang menyadari lamunan Arfel.
"Hmm" jawab arfel sedikit kalang kabut.
"Lo ngapain disini?" tanya ara kepada arfel.
"Tadi gw kerumah lo cari lo tapi kata bibi lo di rumah Erina makanya gw samperin" jelas arfel.
"Ngapain cari gw?" tanya ara kepada arfel.
"Barengan ke acara tunangannya kak sheyla" jawab arfel.
"Yaudah ayo" ucap ara dan mengajak Arfel pergi diikuti oleh kedua sahabatnya.
"Lo duduk di depan aja" ucap arfel kepada ara saat ara ingin membuka pintu belakang.
__ADS_1
"Gw di belakang aja kalo gak boleh gw bisa naik taxi" jawab ara langsung karna memang dia orang yang sangat to the poin tidak seperti orang lain yang banyak basa basi.
"Biar gw aja duduk di depan" ucap Andita dan langsung masuk ke dalam mobil arfeldan duduk di sebelah kemudi.
Setelah semuanya masuk ke dalam mobil arfel langsung menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mesin mobilnya itu dengan kecepatan sedang menuju ke hotel C tempat acara berlangsung.
Di dalam mobil itu terlihat hening dan tidak ada yang berniat untuk membuka percakapan. "Tangan lo udah sembuh ra?" tanya arfel yang baru sadar jika tangan ara tidak di perban lagi.
"Iya" jawab ara akan pertanyaan arfel.
"Kapan sembuhnya ra? gw juga baru sadar kalo tangan lo udah sembuh" ucap Erina karna memang tadi waktu di sekolah dia ingin bertanya tapi lupa begitupun dengan Andita.
"Kemaren" jawab ara.
Hening....
Tidak lama kemudian mobil yang di kendarai oleh arfel pun sampai di depan hotel C dan semua penumpang yang menumpang mobil arfel langsung turun dari mobil dan ingin masuk ke dalam hotel itu.
"Ara?" panggil aldi yang baru saja sampai dan ingin masuk begitupun dengan ara.
"Kamu cantik banget malam ini" ucap aldi karna memang sedari tadi dia menatap ara kagum akan kecantikannya.
"Makasih dok" ucap ara sedikit tak nyaman jika di puji oleh orang lain.
"Ra ayo" ajak Andita yang sudah di pintu masuk hotel itu. Arapun mengikuti Andita dan juga Erina. Sedangkan arfel menatap tak suka kepada aldi karna memang arfel sangat tidak menyukai jika ada laki laki lain yang dekat dengan ara.
Mereka berlima sudah sampai di depan lift dan menunggu lift yang sedang di gunakan oleh orang lain karna acara lamaran sheyla terlaksana di lantai 12 hotel itu.
Setelah sekitar 3 menit menunggu akhirnya lift itu terbuka dan ada orang yang keluar dari lift itu. Mereka berlimapun masuk ke dalam lift itu dengan posisi ara di belakang Erina dan juga Andita di depan dan ara berdiri di antara arfel dan juga aldi.
"Tunggu" teriak seseorang yang ingin masuk juga di dalam lift itu dan orang itu adalah Vino karna memang sheyla mengundang semua teman kampusnya dan juga fikri.
Erina yang ingin memencet tombol lift itu terurung saat mendengar teriakan Vino. Vino masuk ke dalam lift itu dia juga di temani oleh nathan sedangkan kedua orang tua nathan sudah duluan pergi ke acara itu saat nathan dan Vino belum pulang.
__ADS_1
Nathan berdiri tepat di samping ara karna dia mengeser arfel dan arfel berdiri di samping Andita dan ara berdiri di antara nathan dan juga aldi sedangkan Vino sengaja berdiri di samping Erina.
Erina ingin memencet tombol 12 tapi Vino juga ingin memencet itu dan mereka berdua tidak sengaja bersentuhan. "Udah cepetan gak usah modus" ketus ara saat dia melihat Vino menyentuh tangan Erina.
Vino pn melepaskan tangan Erina dan Erina memencet nomor 12. "Kalian mau kemana?" tanya Vino kepada Erina.
"Mau ke acara kak sheyla lah...mana mungkin mau nginep disini" ketus Erina akan pertanyaan Vino.
"Sama dong" jawab Vino semangat tapi semua orang di dalam itu tidak mengubris maupun menjawab perkataannya.
"Geser" ucap arfel kepada nathan karna memang di samping kanan ara tempat arfel.
"Kenapa?" tanya nathan datar.
"Ini tempat gw tadinya" jawab arfel. Nathan tidak menjawab perkataan arfel karna dia tidak mau berdebat.
"Lo aja yang disini" ucap arfel dan ingin berpindah tapi nathan tetap tidak mengubris perkataan arfel.
"Kalian kenapa sih?" tanya ara dengan nada tinggi karna sedikit terganggu karna kedua orang itu.
"Dia ngambil tempat gw" jawab arfel.
"Kesempitan? biar gw keluar" ucap ara kepada arfel.
"Enggak....gw mau di sebelah lo" jawab arfel.
"Sini bediri depan gw...Dit geser" perintah ara sambil menarik tubuh arfel dan berdiri di depannya.
"Masih mau ribut lagi?" tanya ara kepada arfel dan juga nathan.
"Gw mau di sebelah lo ra....bukan di depan lo" jawab arfel.
"Berentiin liftnya" perintah ara kepada Erina karna Erina di dekat tombol lift.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya Erina kepada ara.
"Berentiin aja" perintah ara lagi dan Erina pun langsung memencet tombol berhenti. Ara langsung turun dari dalam lift itu di ikuti oleh nathan dan juga aldi.