
"Trus kenapa gak kamu bawa pulang aja?" tanya Nita penuh selidik kepada anaknya itu padahal dia juga suka jika Ara menginap di rumahnya.
"Dia gak mau pulang ke rumahnya makanya Nathan bawa dia kesini" jawab Nathan berbohong karna dia yang tidak mau membawa Ara ke rumah Teo.
"Ooh...gimana keadaannya dia baik baik aja kan?" tanya Nita kepada Nathan.
"Bunda tau gak Nathan kayaknya suka sama Ara bun" ucap Vino kepada Nita. Nathan memukul pelan kepala Vino.
"Apaan sih" ketus Nathan.
"Tadi kan bun waktu Ara meluk dia abis itu dia senyum senyum sendiri bun...bukannya itu yang dinamakan jatuh cinta ya bun" ucap Vino dengan nada mengejek Nathan.
"Ngomong sekali lagi gue potong tu leher" ketus Nathan.
"Kapan Ara meluk Nathan?" tanya Andre yang juga ikut senang mendengar itu.
"Tadi bun waktu di SMK nya ayah David" jawab Vino.
"Kenapa dia sampai meluk Nathan?" tanya Andre lagi sedangkan Nita menatap Nathan yang sedikit malu karna Vino menceritakan masalah tadi siang keada kedua orang tuanya.
"Ponsel Ara ketinggalan di mobil Nathan abis itu dia kasih ponsel itu ke Ara makanya Ara meluk Nathan" jelas Vino menatap ke arah Nathan yang sedikit malu.
"Udah lah Nathan mau istirahat capek" ucap Nathan dan langsung berlalu meninggalkan mereka bertiga menuju ke lantai 3 untuk ke kamarnya.
"Kamu ceritanya gak ngarang kan Vin?" tanya Nita meyakinkan.
"Ya allah bunda mana pernah Vino boong sama bunda" jawab Vino.
Nita menatap Nathan yang masuk ke dalam kamarnya sambil melebarkan senyumannya begitupun dengan Andre. Sedangkan Vino bingung akan itu.
"Bunda sama ayah kok suka liat Nathan deket sama Ara?" tanya Vino bingung.
"Gapapa" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya dan berlalu masuk ke dalam kamarnya begitupun dengan Andre.
Vino pun ikut masuk ke dalam kamarnya untuk mengistirahatkan diri karna memang hari sudah mulai larut.
Keesokan paginya Nathan terlihat menggunakan pakaian olah raga karna memang hari ini adalah hari libur dan dia ingin berjalan santai mengelilingi komplek perumahannya dengan ditemani oleh Vino.
*****
__ADS_1
Ara sudah bangun sedari subuh tadi. Dia sudah bersiap untuk berolah raga menggunakan hodienya semalam dan celana pendek sama dengan Rafael karna Rafael yang mengajaknya padahal dia masih mengantuk.
Rizal dan juga Kya tidak ikut karna ada urusan dan mengharuskan mereka pergi dan menitipkan Rafael kepada Ara dan kebetulan sekolah Ara memang libur hari ini.
"Rafael udah siap?" tanya Ara.
"Siap" jawab Rafael sambil menegapkan tubuhnya.
"Yaudah ayo" ajak Ara.
"Bibi paman Ara sama Rafael pamit" teriak Ara seperti anak kecil.
"Iya" jawab Kya yang masih berada di dalam kamar. Ara dan Rafael langsung keluar dari dalam rumah. Rafael menggunakan sepeda karna dia sedikit bisa bersepeda sedangkan Ara tidak bisa bersepeda dan dia harus mengikuti Rafael dengan jalan kaki.
"Ayo onty" ucap Rafael yang sudah mengayuh sepedanya meninggalkan Ara.
"Hey tunggu" teriak Ara dan langsung menyusul keponakannya itu.
Sudah 30 menit Ara mengikuti Rafael sampai sampai dia kelelahan dan memilih duduk di tepi jalan dengan menselonjorkan kakinya. Tapi tidak dengan Rafael yang masih semangat untuk mengkayuh sepedanya itu.
"Onty ayo" teriak Rafael yang tidak terlalu jauh darinya karna Rafael tadi berhenti ketika tidak mendengar suara sepatu tantenya itu.
"Istirahat bentar aunty capek" teriak Ara dengan ngos ngosan.
"Yaudah kalo Onty gak mau biar Ael sendiri aja" ketus Rafael dan kembali melajukan sepedanya sedangkan Ara masih duduk di tepi jalan karna nafasnya bekum teratur.
Brukk...
Suara orang terjatuh dan itu adalah Rafael karna dia menabrak seseorang. Ara yang melihat itu langsung berlari dengan sekencang mungkin untuk melihat keadaan keponakannya itu.
"Kamu gapapa?" tanya orang yang di tabrak Rafael.
"Onty" teriak Rafael.
"Kamu gapapa sayang?" ucap Ara yang sudah sampai dan langsung berjongkok menolong keponakannya itu.
"Onty" panggil Rafael lagi.
"Iya onty denger" jawab Ara. Suara itu terdengan familiar di telinga orang yang di tabrak oleh Rafael. Dia menatap ke arah Ara dan juga Rafael dengan tatapan penasaran karna Ara menundukkan pandangannya sama seperti Rafael.
__ADS_1
"Kalo jalan tuh ati ati pak....liat ponakan saya jadi jatuh kan" ketus Ara tanpa mendongakkan kepalanya karna masih sibuk membersihkan kaki Rafael yang kotor.
"Maafkan saya buk" ucap orang itu. Ara mendengar itu dengan kesal karna dia tidak setua itu untuk di panggil ibu dia langsung mendongakkan kepalanya sambil menggendong Rafael.
Betapa kagetnya Ara saat melihat Nathan lah yang di tabrak oleh Rafael begitupun dengan Nathan yang sedikit kaget. "Nathan?" guman Ara bingung.
"Uncle" panggil Rafael yang ingin memeluk Nathan tapi Ara melarangnya.
"Jangan...ayo kita pulang" ajak Ara dan mendorong sepeda milik Rafael.
"Ael mau sama uncle Onty" jawab Rafael. Ara tidak mengubris perkataan Rafael dia masih terus berjalan.
Rafael tak terima dia langsung menangis. "Hiksss...hiksss..." tangisan Rafael pecah saat Nathan berada tidak terlalu jauh dari mereka.
"Kenapa? kaki kamu sakit?" tanya Nathan yang mengahampiri mereka berdua.
"Gak usah sentuh dia" ketus Ara kepada Nathan.
"Onty jangan gitu sama uncle" jawab Rafael. Ara tidak mengubris perkataan Rafael. Nathan bingung akan sikap Ara yang tiba tiba berubah. Apa mungkin dia masih marah karna Nathan menabrak keponakannya? Atau Ara memang tidak menyukainya? pertanyaan pertanyaan itu terlintas di fikiran Nathan.
"Lepasin Ael" ucap Rafael meronta ronta dari tubuh Ara. Ara tidak melepaskan Rafael dari pelukannya. Rafael tidak mau kalah dari Ara diapun ikut meronta ronta di pelukan Ara.
"Jangan gitu Ael" ucap Ara yang ikut memanggil Rafael dengan sebutan Ael.
"Lepasin Ael" teriak Rafael tepat di telinga Ara yang membuat Ara langsung menurunkan Rafael dari pelukannya.
"Uncle" ucap Rafael langsung memeluk kaki Nathan. Nathanpun berjongkok menghadap Rafael.
"Kenapa?" tanya Nathan kepada Rafael.
"Ael mau sama uncle" ucap Rafael sambil merangkul leher Nathan.
"Ael ayo kita pulang" ajak Ara kepada Rafael.
"Ael mau sama uncle Onty" jawab Rafael sambil mengeratkan pelukannya kepada Nathan.
"Huh" Ara mendengus kasar dan berlalu meninggalkan Rafael dan juga Nathan dan duduk di bangku yang ada di dekat taman itu karna memang dia berhenti di taman.
Nathan hanya menatap Ara yang seperti marah kepadanya ntah kenapa dia seperti itu. "Onty Ael kenapa?" tanya Nathan kepada Rafael.
__ADS_1
"Gak tau" jawab Rafael sambil mengangkat kedua bahunya.
Nathan hanya menatap ke arah Ara yang sedang memainkan ponsel miliknya dengan sangat fokus. "Semarah itu?" guman Nathan yang tak henti henti menatap ke arah Ara.