Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Beruntung


__ADS_3

"Mana dia?" tanya Wulan istri Ardi karna dia belum sama sekali berkenalan dengan orang yang telah membantu sang suami.


"Di atas mungkin" jawab Barqi. Nathan langsung menuju ke lantai dua.


"Ara" panggil Nathan sambil mengetuk pintu kamar yang di tempati oleh sang istri.


"Kenapa pak Nathan nyusul Ara?" tanya Ardi bingung saat melihat Nathan naik ke atas dan memanggil nama Ara.


"Makanya kalo Ara nikah tuh dateng...Nathan itu suaminya Ara" jawab Barqi. mata Ardi membulat sempurna saat mendengar penjelasan dari Barqi.


"Lo sriusan qi?" tanya Ardi yang kurang percaya.


"Iya mereka nikah udah hampir satu tahun" jawab Barqi.


"Kalo gue tau yang nikah sama pak Nathan pasti gue liat waktu itu dan sayangnya waktu itu gue di dapur" jelas Ardi.


"Lo dateng waktu itu?" tanya Barqi.


"Iyaa tapi gue dateng bukan jadi tamu melainkan jadi ketringnya nikahan pak Nathan" jelas Ardi.


"Beruntung ya Nathan dapet Ara" ucap Barqi sambil menatap punggung Nathan.


Ckleeeekk


Nathan masuk ke dalam kamar itu karna sedari tadi dia mengetuk dan memanggil tidak ada jawaban maupun respon makanya dia langsung masuk ke dalam. Nathan menyongolkan kepalanya sedikit untuk mencari keberadaan sang istri dan ternyata sang istri tengah terlelap.

__ADS_1


Nathan masuk ke dalam kamar itu dan menutup pelan pintu itu karna takutnya sang istri terbangun karnanya. Nathan mendudukkan tubuhnya tepat di samping sang istri dan menatap lekat wajah itu.


"Sayang" ucap Nathan pelan sambil mengusap lembut wajah sang istri. Ara menggeliat karna merasa kegelian akibat Nathan yang mengusap wajahnya.


"Hey bangun...ayo kita pulang" ajak Nathan kepada Ara. Ara langsung membuka matanya langsung dan melihat sang suami.


"Kamu ngaain masuk ke dalam kamar?" tanya Ara langsung duduk tanpa menatap sang suami.


"Aku mau ngajak kamu pulang" jawab Nathan lembut.


"Aku mau tidur disini" jawab Ara dan ingin berlalu tapi dengan segera Nathan menggapai tangannya.


"Lepasin" ketus Ara berusaha melepaskan tangannya dari sang suami.


"Maafin aku...aku tadi terlalu emosi sama terlalu hawatir sama kamu" ucap Nathan sungguh sungguh karna dia memang sangat merasa menyesal telah membentak sang istri.


"Buka" ketus Ara tanpa menatap sang suami.


"Maafin aku dulu" jawab Nathan. Ara tidak menjawabnya dan memilik untuk membuka kaca jendela kamar itu.


"Hey gak usah macem macem" teriak Nathan yang berfikir jika sang istri ingin loncat kebawah.


"Macam macam apa?" tanya Ara menatap sang suami. Nathan menghampiri sang istri.


"Jangan ngelakuin hal yang di larang agama" ucap Nathan memegang tangan sang istri.

__ADS_1


"Emang nya aku mau ngelakuin apa?" tanya Ara heran dan menatap lekat sang suami.


"Kamu mau loncat ke bawah kan?" tanya Nathan.


"Kamu pikir aku bakal ngelakuin hal sebodoh itu?" tanya Ara menatap kesal ke arah sang suami.


"Jadi kamu mau ngapain?" tanya Nathan menatap heran ke arah sang istri. Ara tidak menjawabnya dan dia mendudukkan tubuhnya di dekat jendela itu. Nathan ikut mendudukkan tubuhnya tepat di samping sang istri.


"Ayo kita pulang" ajak Nathan kepada sang istri. Ara tetap saja tidak menjawab perkataan sang suami dan memangku wajahnya menggunakan kedua lututnya.


"Huh" Ara mendengus panjang dan memejamkan matanya karna dia masih kecewa akan sang suami dan sedari tadi dia menahan tangisnya.


"Maafin aku tadi yang terlalu emosi" ucap Nathan yang mengerti akan dengusan sang istri.


"Aku benci sama kata kata yang selalu di ulang" jawab Ara karna memang sudah ratusan kali sang suami meminta maaf kepadanya. Nathan tidak menjawabnya dan memilih menatap lekat sang istri.


"Aku mau tidur disini....kamu pulang aja duluan" ucap Ara tanpa menatap sang suami.


"Tapi aku mau tidur sama kamu" jawab Nathan.


Di bawah.


"Emang beruntung sih pak Nathan dapetin Ara" jawab Ardi dan mendudukkan tubuhnya di atas kursi yang ada di ruang tamu karna Barqi mengajak nya duduk di sana bersama dengan Reza dan istri Ardi dan Reza mereka di dapur dan anak anak mereka bermain di dalam ruangan husus anak di dalam panti itu.


"Gue dulu pernah banget berharap buat jadiin Ara bini gue tapi kenyataannya dia bukan jodoh gue" jelas Barqi karna dulu memang dia pernah memiliki perasaan kepada Ara dan perasaan itu masih ada sampai sekarang.

__ADS_1


"Laki laki mana yang gak tertarik sama Ara secara dia udah cantik baik lagi" sambung Reza.


"Beruntung banget Nathan ngedapetin dia dan dari pada dia sama dokter yang waktu itu lebih baik dia sama Nathan" jelas Barqi mengingat ingat Aldi si dokter sombong.


__ADS_2