Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 01 #3


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" guman Ara dan ingin sekali mengetuk kembali tapi dia takut akan di usir lagi. Ara langsung teringat akan satpam yang bekerja di sana dan diapun langsung berlari ke dekat satpam tadi dan berniat ingin bertanya tapi satpam itu tidak ada.


"Apa aku harus pulang?" guman Ara dan menoleh ke belakang karna dia sangat merindukan Sheyla dan ingin bertemu dengan Sheyla.


Ara tidak berpikir lagi dan memilih untuk berlalu dari sana dan keluar dari area rumah itu. Aldi yang baru saja keluar pun langsung melihat wanita dengan rambut yang tergerai mengenakan celana pendek dan kaos kaki yang menutupi mata kaki berjalan membelakangi nya.


"Siapa wanita itu?" guman Aldi yang tidak tau ciri ciri Ara sekarang.


"Apa yang terjadi dengan Sheyla?" ucap Ara dan menghentikan langkah kaki nya di dekat jalan raya sambil menunggu taxi.


Taxi berhenti di hadapan nya dan dia pun langsung masuk ke dalam taxi itu. "Ke taman cempaka" ucap Ara kepada sopir taxi tadi. Sopir taxi itu mengiyakan nya dan langsung melajukan taxi itu dengan kecepatan sedang menuju taman yang di sebut oleh Ara tadi.


Beberapa menit menempuh perjalanan akhirnya taxi yang ia tumpangi sampai di taman tujuan nya tadi, Ara langsung membayar taxi tadi dan setelah itu langsung keluar, Saat dia keluar dia melihat banyak sekali orang yang berada di sana. Ara tersenyum melihat bayak anak anak dan juga orang dewasa dan dia pun langsung berjalan dan mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi di sana.


"Ini tempat yang sering aku kunjingi bersama Sheyla" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap taman yang memang sering ia kunjungi dulu saat bersama Sheyla.


"Aku sangat merindukan nya" guman Ara dan langsung menundukkan kepala nya karna dia sangat merindukan kakak nya itu.


Drittt


Ponsel Ara berbunyi dan itu menandakan jika ada yang menghubungi nya, Ara langsung mengambil tas yang ia letakkan di samping nya dan langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas itu.


"Kak Jo" nama yang tertera di layar ponsel nya. Ara langsung mengangkat telpon dari suami nya itu.


"Halo" ucap Ara malas saat sudah mengangkat telpon dari suami nya.


"Kau sedang apa?" tanya Nathan kepada istri nya itu.


"Aku sedang duduk" jawab Ara datar dan kembali membenarkan duduk nya.

__ADS_1


"Dimana? bersama siapa?" tanya Nathan kepada istri nya itu.


"Di atas kursi di dekat taman" jawab Ara akan salah satu pertanyaan suami nya itu.


"Apa yang kau lakukan di taman? bukan nya kau di rumah Sheyla?" tanya Nathan dengan dahi yang mengerut kepada istri nya itu.


"Hem, Aku sekarang bersama nya di taman" jawab Ara berbohong padahal tidak bersama dengan Sheyla.


"Baiklah, Jika ada yang terjadi segera hubungi aku, Jika nanti kau ingin pulang harus hubungi aku juga" ucap Nathan.


"Hem" jawab Ara malas dan langsung mematikan telpon yang masih terhubung itu. Nathan yang awal nya masih ingin berbicara dan memberi ucapan penutup pun di buat heran akan istri nya yang langsung mematikan telpon di tambah lagi suara sang istri terdengar malas.


"Apa yang terjadi?" guman Nathan dengan menatap ponsel nya dengan tatapan bingung kepada istri nya itu.


Tok..tok..tok


Pintu ruang Nathan di ketuk oleh orang. "Masuk" perintah Nathan dari dalam dan meletakkan ponsel nya ke atas meja kerja nya. Viona pun masuk ke dalam saat di perintah oleh Nathan.


"Direktur dari perusahaan F sudah menunggu di ruang meating sekarang" jawab Viona akan pertanyaan Nathan.


"Astaga aku lupa" guman Nathan yang baru ingat jika hari ini dia memiliki meating penting dengan perusahaan dari singapura. Nathan beranjak berdiri dari duduk nya dan tidak menjawab jawaban dari Viona dan setelah itu langsung berlalu keluar dan menuju ke ruang meating.


Di tempat Ara.


"Aku tidak boleh sedih" ucap Ara dan kembali mengangkat kepala nya, Ara mengusapkan wajah nya menggunakan kedua tangan nya.


"Huh, Lebih baik aku pulang saja" ucap Ara dan mengambil ponsel nya dan langsung menghubungi Nathan.


"Kenapa tidak di angkat?" guman Ara karna Nathan tidak mengangkat telpon dari nya.

__ADS_1


"Apa aku ke kantor nya saja? sekalian menghilang rasa sedih" ucap Ara yang berpikir lebih baik ke kantor sang suami atau pulang ke rumah.


"Aku ke kantor nya saja" ucap Ara yang sudah menentukan pilihan nya dan langsung berjalan menuju ke kantor sang suami yang lumayan jauh dari taman yang ia singgahi tadi.


Ara menikmati jalan kaki nya tanpa memikirkan Sheyla lagi dan tidak memikirkan apa yang terjadi lagi sampai akhirnya dia sampai di kantor sang suami. Saat sampai Ara langsung masuk tapi di halang oleh satpam.


"Cari siapa nona?" tanya satpam itu kepada Ara.


"Saya mencari Nathan" jawab Ara sambil melebarkan senyuman nya karna pekerja yang ada di kantor itu tidak ada yang mengetahui Ara kecuali pekerja yang ada di amerika.


"Maaf nona memang nya Anda siapa pak Nathan?" tanya satpam itu kepada Ara.


"Saya..." ucap Ara yang tidak tau ingin menjawab apa karna memang seluruh pegawai itu tidak ada yang tau dengan nya kecuali Viona dan Alfin.


"Astaga aku lupa jika pekerja di sini tidak ada yang tau aku siapa" guman Ara yang baru ingat.


"Nona" ucap satpam tadi kepada Ara.


"Saya hanya..." ucap Ara yang terpotong oleh satpam tadi yang menggantikan orang yang ingin masuk ke dalam kantor itu juga.


"Nona anda mau kemana?" potong satpam itu kepada wanita yang ingin masuk ke dalam kantor itu.


"Saya ingin bertemu dengan Nathan" jawab wanita itu dan kembali melanjutkan perjalanan nya masuk ke dalam kantor, Dahi Ara mengerut saat mendengar itu karna dia sama sekali tidak tau siapa wanita itu yang ingin mencari suami nya itu.


"Siapa wanita itu?" guman Ara dengan menatap heran akan wanita yang ada di hadapan nya itu.


"Nona anda tidak bisa bertemu dengan pak Nathan" ucap satpam tadi yang menghentikan langkah kaki waita itu.


"Kau pekerja baru di sini?" tanya wanita itu karna setau nya semua pekerja di sana mengenal nya karna dia mantan kekasih Nathan saat SMA.

__ADS_1


"Saya sudah satu tahun bekerja di sini" jawab satpam tadi.


"Pantas saja kau tidak mengenalku" ucap wanita itu dengan menatap sinis ke arah satpam tadi. Dahi Ara kembali mengerut saat mendengar ucapan wanita itu dan menatap heran ke arah wanita itu.


__ADS_2