Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 36 #3


__ADS_3

"Aku tidak merasakan apa apa" jawab Ara kembali datar. Nathan sangat heran akan sang istri dan tidak yakin akan istri nya itu yang tidak merasakan persaan apa apa, Wajah wanita itu nampak sedih dan seperti nya dia sedang menyembunyikan sesuatu dari Nathan.


"Jawab lah pertanyaan ku dengan jujur dan jangan pernah berbohong kepada ku" ucap Nathan dengan mengalihkan tubuh sang istri hingga menatap nya.


Ara menatap lekat wajah suami nya yang sedang berada tepat di hadapan nya itu. Nathan juga ikut menatap lekat wajah sang istri dengan lekat juga, "Huh" Ara mendengus panjang dan itu terdengar jelas oleh dan sangat terasa nafas istri nya itu ke leher nya, Ara memejamkan mata nya, Air mata nya langsung menetes saat dia memejamkan mata nya itu dan itu membuat Nathan terkesiap dan sedikit kaget.


"Hey kenapa kau malah menangis?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri. Ara yang mendengar itu pun langsung menenggelamkan kepala nya di dada bidang suami nya itu dan menangis di sana tanpa suara.


"Kenapa malah menangis hem?" tanya Nathan yang berusaha menatap wajah sang istri tapi tidak bisa karna Ara mengeratkan dan melekatkan kepala nya di dada suami nya itu. Nathan sangat bisa merasakan tetesan air mata sang istri yang menetes di dada nya itu meskipun dia masih mengenakan baju.


"Hey jangan menangis sayang, Kau tidak mau mandi? aku tidak akan memaksakan mu mandi tapi jangan menangis" ucap Nathan yang bertanya dan menjawab sendiri dengan mengusap lembut kepala istri nya itu. Ara masih belum menjawab dan masih menangis di dada bidang suami nya itu.


"Kau tidak ingin mengenakan baju yang ada di ruang ganti? yasudah besok kita akan ke bandung menjemput baju mu tapi kau jangan menangis lagi sayang" ucap Nathan lagi yang mencoba membujuk istri nya itu.


"Bukan itu" jawab Ara yang wajah nya masih berada di dada bidang nya.


"Jadi apa? mau tidak bersama Yuna? ayo, Ayo kita tidur bersama dengan nya" ucap Nathan lagi yang ingin turun dari ranjang itu tapi Ara mencubit punggung nya meskipun tidak sakit.

__ADS_1


"Bukan itu bodoh" ketus Ara dan menoleh ke arah sng suami dengan mata yang sedikit bengkak akibat menangis.


"Jadi?" tanya Nathan lagi yang tidak tau penyebab istri nya itu menangis.


"Aku merindukan mama dan papa" jawab Ara dan kembali memeluk suami nya itu dan menenggelamkan kepala nya di dada bidang sang suami.


"Aku pikir dia menangis karna apa" guman Nathan yang tidak mau mengungkapkan nya secara langsung.


"Aku sudah lama tidak mengunjungi makam mama dan papa begitupun dengan makam kak Dewa" ucap Ara lagi dengan wajah yang masih ada di dada bidang suami nya itu.


"Jadi ingin ke makam malam ini?" tanya Nathan.


"Makanya jangan menangis" ucap Nathan dan mengusap lembut wajah sang istri yang basah itu.


"Bes..." ucap Ara yang terpotong oleh Nathan.


"Besok kita akan ke makam bersama dengan Yuna" potong Nathan.

__ADS_1


"Aku juga ingin mengatakan itu tadi" jawab Ara yang ingin mengatakan hal yang sama seperti sang suami.


"Benarkah?" tanya Nathan dengan menatap sang istri.


"Em" jawab Ara mengangguk mengiyakan nya.


"Aku pikir kau ingin mengatakan jika kau menginginkan nya" ucap Nathan. Dahi Ara mengerut tidak mengerti akan ucapan Nathan.


"Menginginkan apa?" tanya Ara kepada sang suami dengan menatap lekat wajah sang suami. Nathan ikut menatap lekat wajah sang istri dan dia pun langsung ******* bibir sang istri yang sangat ia rindui itu. Ara membulatkan mata nya kaget akan Nathan yang tiba tiba mencium nya itu tapi akhirnya dia membalas ciuman itu dan menikmati nya karna dia juga menginginkan hal itu. Nathan membuka mata nya yang terpejam akibat menikmati bibir manis sang istri dan melihat jika istri nya itu juga menikmati permainan nya. Tangan Nathan menjelajahi tubuh yang sudah lama tidak ia jelajahi itu dan tubuh yang sangat ia rindukan itu dan akhirnya dia melakukan hal yang seharus nya ia lakukan sejak beberapa hari lalu dan menahan nya akibat istri nya menolak.


Keesokan pagi nya.


Kamar Ara dan Nathan sangat berantakan, Baju yang mereka kenakan semalam berserakan di atas lantai sedangkan mereka berdua masih tertidur nyenyak tanpa menggunakan sehelai benang pun di tubuh masing masing dan hanya di tutupi oleh selimut putih yang menyelimuti mereka berdua. Nathan membuka mata nya karna merasa silau akan sinar matahari yang masuk menembus layar kamar nya itu sedangkan Ara tidak terkena sinar matahari itu akibat terlindung oleh tubuh sang suami. Ara belum bangun karna tadi malam Nathan tak henti henti nya melakukan nya kepada Ara hingga beberapa kali dan itu sampai jam satu malam baru dia bisa tertidur nyenyak, Tapi dia juga menikmati nya tadi malam.


Nathan menatap lekat wajah wanita yang sudah lama tidak ia lihat itu dengan senyum yang mengembang menatap nya. "Oh" ucap Nathan yang baru ingat akan cincin nikah sang istri yang masih ada dengan nya, Nathan mengambil cincin yang ada di dalam laci lemari di samping ranjang nya itu dengan bergerak pelan karna takut istri nya itu terbangun karna dia juga mengerti akan istri nya yang sangat kelelahan melayani nya tadi malam.


Setelah mendapatkan kotak cincin itu dia langsung membuka kotak itu dan mengambil cincin yang ada di dalam nya. Nathan mengambil tangan sang istri yang ada di pinggang nya dan setelah itu dia langsung mengenakan cincin itu di jari manis sang istri. Nathan tersenyum melihat tangan sang istri yang kembali di isikan cincin dan setelah itu dia menatap lekat wajah wanita yang sedang tertidur nyenyak di dada nya itu. Nathan mencium pucuk kepala istrinya itu dengan penuh kasih sayang dan setelah itu dia kembali memeluk sang istri dan mencoba untuk ikut kembali tertidur bersama dengan istri nya itu.

__ADS_1


Ara mengerjapkan mata nya saat Nathan memeluk erat tubuh nya. "Sudah pagi" ucap Ara dengan suara serak has orang bangun tidur. Nathan yang baru saja memejamkan mata pun menoleh ke arah istri nya.


"Sudah bangun?" tanya Nathan dengan menatap lekat wajah sang istri, Ara menoleh ke arah suami nya dan memasang wajah datar nya karna semalam dia meminta untuk suami nya itu menghentikan aksi nya itu tapi Nathan tidak mendengarkan nya dan melanjutkan aksinya itu hingga jam satu.


__ADS_2