
"Trus mama sama papa kemana aja baru sekarang nemuin Ara?" ucap Ara sambil mengerucutkan bibirnya.
"Jangan cemberut gitu...mama sama papa bukannya gak mau nemuin kamu" jawab Dewa karna dia tau kedua orang tua Ara itu bingung ingin menjawab apa.
Ara tidak menjawab apa apa dia kembali menangis di pelukan kedua orang tuanya itu. "Mama sama papa minta maaf udah ninggalin kamu sayang" ucap Rianti sambil mencium pucuk kepala anaknya itu. Ara tidak menjawab dia masih menangis dan memeluk erat tubuh kedua orang tuanya itu sedangkan Dewa hanya melihat itu.
"Ara mau tidur sama mama sama papa" ucap Ara mendongakkn kepalanya menghadap ke kedua orang tuanya.
"Yaudah kita tidur ayo" ajak Zidan.
Ara langsung merebahkan tubuhnya di antara kedua orang tuanya itu. Rianti mengusap lembut kepala anaknya itu dan kadang dia juga mencium pucuk kepala anaknya itu dan Zidan menggenggam erat tangan anaknya itu Ara pun tertidur dengan posisi terlentang dan tangan yang masih menggenggam erat tangan papanya itu.
"Nona" panggil bi Ria yang mencoba membangunkan Ara karna dia melihat Ara tertidur dengan tersenyum.
"Mama papa" panggil Ara dengan senyum yang mengembang dan itu membuat bi Ria heran akan sikap wanita itu.
"Nona" panggil Ria lagi sambil menggoyangkan tubuh Ara.
"Mama papa" ucapan yang pertama kali keluar dari mulut Ara saat terbangun.
"Nona" panggil bi Ria memastikan jika Ara sudah bangun atau belum.
"Bibi" ucap Ara dan langsung duduk.
"Iya ini bibi nona" jawab Ria.
"Mama sama papa Ara kemana?" tanya Ara kepada bi Ria.
"Gak ada siapa siapa disini non" jawab bi Ria. Ara mendengar itu langsung menatap sekeliling kamarnya tapi dia tidak menemukan orang orang yang baru saja ia temui.
Ara langsung menuju ke balkon dan dia tetap tidak menemukan siapa siapa. Ara menuju ke ruang yang ada di dalam apartemen itu semuanya tanpa terlewatkan satu pun tapi dia tetap tidak menemukan orang yang ia cari.
Ara langsung mendudukkan tubuhnya di atas kursi ruangan apartemen itu di luar kamar. Bi Ria langsung menghampirinya.
"Nona cari apa?" tanya Ria tanpa mendudukkan tubuhnya di samping Ara.
"Tadi Ara ketemu sama mama papa sama kak Dewa juga bi" jawab Ara dengan nada sedih.
__ADS_1
"Mungkin nona cuma mimpi karna nona kangen sama mereka" jawab bi Ria.
"Tapi bi tadi itu nyata banget....tadi Ara tidur di antara mama sama papa" jawab Ara.
"Mungkin nona mimpi soalnya tidak ada siapa siapa yang masuk ke dalam apartemen nona kecuali saya" jelas bi Ria mencob meyakinkan Ara.
"Mungkin kali ya bi" ucap Ara.
"Iya non...yaudah bibi mau ajak nona makan malam" ucap Ria.
"Yaudah ayo bi" ajak Ara. mereka berduapun langsung masuk ke dalam apartemen yang di tempati oleh bi Ria dan juga suami.
"Ehh bentar bibi duluan aja" ucap Ara karna teringat akan Azlan.
Ria hanya mengangguk mengiyakan dan langsung kembali ke apartemen yang ia tempati itu.
Tok..tok...tok
Ara mengetuk pintu apartemen Azlan. "Sebentar" teriak Azlan dari dalam. Ara menunggunya dan tidak lama kemudia Azlan keluar dan membuka pintu apartemen itu.
"Ayo makan bareng gue" ajak Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Bentar" jawab Azlan dan langsung mengunci pintu apartemennya itu dan setelah itu langsung mengikuti Ara dari belakang.
Ara mengajak Azlan untuk masuk ke dalam apartemen yang di tempati oleh bi Ria dan juga pak Nawi. "Nona" sapa pak Nawi saat melihat Ara masuk bersama seorang lelaki.
'Dia siapa nona?" tanya Nawi kepada Ara.
"Ini Azlan pak dia tadi nemenin Ara keliling makanya Ara ajak makan disini boleh kan?" tanya Ara kepada pak Nawi dan juga bi Ria.
"Boleh kok nona" jawab bi Ria sambil melebarkan senyumannya. Arapun langsung mempersilahkan Azlan untuk mengambil makanan terlebih dahulu dan setelah itu dia langsung memakannya begitupun dengan Ara dan yang lainnya.
Setelah selesai makan mereka tidak mengobrol karna bi Ria membereskan bekas makan di bantu oleh suaminya dan tadi Ara ingin membantu tapi bi Ria melarangnya.
"Aku balik ke apartemen aku dulu ya" ucap Azlan dan langsung meninggalkan Ara yang sudah berada di depan pintu apartemennya. Arapun masuk ke dalm apartemennya dan memilih untuk duduk di balkon apartemen itu.
Ara memandang pemandangan malam hri di amerika dia kembali memikirkan saat dia bertemu dengan kedua orang tuanya dan juga Dewa tadi.
__ADS_1
"Apa tadi beneran mimpi ya?" guman Ara menatap langit malam itu sambil menopang kepalanya dengan kedua tangannya.
"Kalo beneran mimpi itu mimpi terindah gue karna untuk pertama kalinya gue ketemu sama mama sama papa" ucap Ara sambil melebarkan senyumannya dan mengambil ponselnya yang ada di dalam saku celananya itu.
Menghubungkan..
Ara menelpon vidio pamannya untuk menunjukkan rambut barunya. "Onty" teriak Rafael yang nampak di layar ponsel itu.
"Hay" sapa balik Ara.
"Onty rambut baru ya?" tanya Rafael menatap lekat layar ponsel itu.
"Iyaa Onty rambut baru cantikkan?" tanya Ara sambil merapikan poni barunya itu.
"Onty Ael selalu cantik gak pernah jelek" jawab Rafael yang membuat Ara sedikit terkekeh mendengar jawaban itu.
"Hey orang amerika" ucap Kya yang baru saja sampai sedangkan Rizal hanya menyaksikan Rafael yang sedang vidio call dengan Onty nya itu.
"Apa orang indonesia" jawab Ara.
"Rambut baru orang amerika?" tanya Kya. Ara sedikit terkekeh mendengar itu.
"Iya orang indonesia...gimana cantik gak orang amerika?" tanya Ara. Kya hanya terkekeh melihat tingkah keponakannya itu yang mengikuti alur candaannnya.
"Cantik banget orang amerika sampai sampai orang indonesia bingung waktu liat tadi" jawab Kya sambil melebarkan senyumannya.
"Hahah" Ara terkekeh mendengar itu dia tertawa lumayan kencang hingga terdengar oleh Azlan yang sedang berdiri di dekat pintu balkon apartemen miliknya.
Azlan mengintip sedikit dia melihat Ara yang sedang tertawa dan itu nampak sangat cantik. "Dia ketawa sama siapa?" guman Azlan.
"Momy udah Ael mau ngomong sama Onty" ucap Rafael. Kya langsung menberikan ponsel yang tadi ia ambil dari Rafael kepada Rafael.
"Onty kapan pulang?" tanya Rafael.
"Onty gak bakal pulang lagi" jawab Ara yang memebuat Rizal langsung masuk ke dalam kamera ponsel itu dan dia menatap wajah Kya di layar ponsel itu.
"Apa kamu gak mau pulang hah?" ucap Rizal sambil melebarkan matanya menghadap ke layar ponsel itu karna memang dia sudah menyuruh Ara untuk pulang sebulan sekali tapi Ara menolak itu dan katanya jika dia ingin pulang baru dia pulang.
__ADS_1