Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Kamu hampir ngebangun satu kompleks


__ADS_3

"Kamu mau aku tidur selama nya hah?" ketus Ara dengan nada tinggi dengan melotot kan mata nya menghadap ke arah sang suami.


"Pelanin suara kamu nanti orang orang pada bangun semua" ucap Nathan saat mendengar sang istri berteriak. Ara melihat jam yang ada di dinding depan ranjang dan benar saja hari sudah malam.


"Biarin aja semua orang bangun" jawab Ara dengan teriakan nya lagi. Nathan langsung membekap mulut sang istri supaya tidak bisa lagi berteriak.


"Emmmm" ucap Ara yang berusaha melepas kan bekapan dari Nathan itu.


"Janji dulu buat enggak teriak teriak" jawab Nathan. Ara mengangguk mengiyakan nya. Nathan melebar kan senyuman nya dan langsung melepas kan bekapan mulut sang istri.


Ara menatap kesal ke arah sang suami. "Kenapa? mau di bekap lagi?" tanya Nathan kepada sang istri saat melihat sang istri menatap tajam ke arah nya.


Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk berlalu dari ranjang dengan menghentak kan kaki nya cukup keras seperti anak kecil yang merajuk. "Mau kemana?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Cari makan" ketus Ara dan membanting keras pintu kamar nya itu dan untung nya tidak copot karna Nathan sudah memperkuat pintu itu karna dia tau sang istri selalu membanting pintu jika kesal makanya dia memperkuat semua pintu di kamar nya itu termasuk pintu wc.


Ara berjalan menuruni anak tangga rumah sang suami dan menuju ke lantai dua di mana di sana lah terletak dapur. Ara mencari makanan di dalam kulkas tapi makanan yang ada di dalam kulkas itu sangat membuat nya tidak selera makan dan akhir nya dia pun mengambil mie instan dan memasak nya karna dia menyukai nya di tambah lagi ada telur mata sapi.


Jderrrrr


Suara petir yang terdengar sangat nyaring dan jelas di telinga Ara yang membuat Ara sedikit takut dan dengan segera dia menyelesai kan memasak nya.


Setelah selesai memasak mie dengan telor Ara kembali ke dekat kulkas untuk mengambil air tapi lampu sudah terlebih dahulu mati dan dia sangat ketakutan dan akhir nya dia mematung di depan kulkas yang terbuka itu.


"Nathannnnnn" teriak Ara ketakutan dengan memejam kan matanya. Nathan yang berada di dalam kamar saat mendengar teriakan sang istri langsung mencari senter tapi dia tidak menemukan nya dan dia langsung mengambil ponsel nya.

__ADS_1


"Kenapa ra?" tanya Erina yang juga terbangun akibat teriakan Ara.


"Kenapa nak?" tanya Andre yang juga ikut terbangun karna memang Andre dan Nita sudah pulang tadi dan ingin memanggil Ara atau Nathan tapi mereka melihat Erina dan Vino yang beru saja seperti dari kamar mereka dan Nita pun bertanya dan Erina menjawab nya makanya mereka berdua itu belum mengabari Nathan dan Ara jika sudah pulang karna takut mengganggu saat sudah mendengar penjelasan dari Erina tadi.


Mereka semua tidak memberikan penerangan kepada Ara dan membuat Ara semakin takut dan takut nya yang berbicara dengan nya itu bukan keluarga nya melainkan orang lain.


"Nathannnn" teriak Ara lagi karna dia belum yakin akan suara suara itu karna dia belum melihat wajah wajah mereka.


"Ada apa?" tanya Nathan yang baru saja keluar dari kamar dan menuruni anak tangga dan menuju ke dekat sang istri.


"Aku takut" jawab Ara dan langsung memeluk sang suami yang memegang senter ponsel itu. Semua orang yang terbangun akibat teriakan Ara tadi menggeleng kan kepala begitupun dengan Nathan yang tidak menyangka jika sang istri bisa sepenakut itu.


"Kamu hampir aja ngebuat satu komples bangun akibat teriakan kamu itu" ledek Nathan kepada sang istri.


"Bukan nya kamu sendiri yang bangun?" tanya balik Ara yang membuat semua orang yang terbangun tadi mengerti akan ketakutan Ara


"Udah nyala ra lampu nya" ucap Vino dari atas. Ara mengangkat kepala nya sedikit untuk melihat apa kah benar lampu sudah hidup atau tidak.


"Huh" Ara mendengus lega karna lampu sudah kembali hidup dan menatap ke atas dan juga ke depan dan benar saja Vino dan Erina dan juga kedua mertua nya ikut bangun mendengar teriakan nya.


"Sekenceng itu gue teriak?" tanya Ara kepada diri sendiri yang terdengar oleh sang suami.


"Sudah aku bilang kamu hampir ngebangunin seluruh penghuni kompleks ini, Udah di bilangin gak percaya lagi" jawab Nathan akan perkataan sang istri. Ara menatap ke arah laki laki yang sudah menjadi suami nya itu dan tidak menjawab perkataan lelaki itu.


"Bunda sama ayah kapan pulang?" tanya Ara kepada Nita dan juga Andre.

__ADS_1


"Tadi waktu makan malam" jawab Nita sambil melebarkan senyuman nya.


"Maafin Ara yang udah bikin bunda sama ayah ke bangun dari istirahat" ucap Ara dengan menunduk kan kepala nya karna merasa bersalah sudah mengganggu tidur mertua nya itu.


"Gapapa sayang, Kamukan emang takut sama gelap makanya kamu teriak kayak tadi" jawab Nita sambil melebarkan senyuman nya karna memang sedari kecil Ara sangat takut akan gelap apa lagi jika dia sendirian.


"Yaudah ayah sama bunda baik istirahat lagi ya" sambung Andre karna dia masih mengantuk. Ara mengangguk mengiyakan nya dan kedua mertuanya pun masuk ke dalam kamar dan melanjutkan tidur mereka.


"Maafin gue udah ngebangunin kalian" ucap Ara kepada Erina dan Vino yang masih menatap nya dan juga Nathan.


"Pereman preman kok takut gelap" ejek Vino kepada Ara.


"Lo bilang apa tadi?" ketus Ara dengan membesarkan mata nya menghadap ke arah Vino.


"Dia gak bilang apa apa kok, Yaudah gue sama kak Vino balik istirahat ya" jawab Erina dan menarik tangan Vino untuk masuk kembali ke dalam kamar.


"Yaudah ayo kita balik ke kamar" ajak Nathan akan sang istri.


"Bentar makanan aku" jawab Ara karna memang lapar tetap lah lapar bagi nya.


"Ambil" ucap Nathan. Ara mengambil makanan yang ada di atas meja makan itu sedang kan Nathan hanya menggeleng kan kepala melihat tingkah anak kecil yang melekat di jiwa sang istri itu dan meskipun begitu ntah kenapa Nathan sangat menyukai nya.


"Tolong bawain air" ucap Ara yang kembali berdiri di depan kulkas yang sedari tadi terbuka itu.


"Gak boleh minum air es malam malam" jawab Nathan dan menuang kan air yang ada di atas meja ke dalam gelas yang juga ada di sana.

__ADS_1


"Tapi..." ucap Ara yang ingin membantah tapi Nathan memotong bantahan sang istri.


"Mau aku matiin lagi lampu nya?" ancam Nathan kepada sang istri.


__ADS_2