
"Lo dimana?" ketus Erina kembali. Ara tidak mau menjawab itu diapun langsung mematikan panggilan itu.
"Nelpon cuma mau nanya itu?" ucap Ara kesal dan hampir saja membanting ponselnya itu.
"Hey" panggil laki laki misterius itu lagi.
"Kenapa?" tanya Ara kepadanya.
"Kamu orang indonesia?" tanya laki laki itu.
"Iya" jawab Ara singkat.
"Orang baru?" tanya laki laki itu lagi. Ara hanya menganggukkan kepalanya menandakan iya.
"Kenalin aku Azlan" ucap laki laki itu.
"Gue Ara" jawab Ara datar dan kembali melihat pemandangan malam hari di amerika.
"Kamu kesini ngapain?" tanya Azlan kepada Ara dan masih menatap wanita itu.
"Mau kuliah" jawab Ara datar.
"Bukannya di indonesia baru selesai ujian ya?" tanya Azlan kepada Ara.
"Tau darimana?" tanya Ara bingung sambil menatap laki laki yang berada lumayan jauh darinya itu karna balkon itu di pagar tapi masih bisa ke sana jika memanjat.
"Tau aja" jawab Azlan sambil melebarkan senyumannya. Ara tidak menjawab perkataan Azlan dia kembali menatap suasana malam amerika.
Azlan menggeserkan kursi yang ada di balkonnya itu ke samping karna dia ingin mengobrol dengan orang baru itu.
"Baru dateng ke amerika?" tanya Azlan.
"Kenapa?" tanya Ara kembali.
"Gak aku baru liat aja kalo ada orang yang nungguin apartemen itu" jawab Azlan.
"Iya gue baru di amerika" jawab Ara.
"Udah keliling amerika?" tanya Azlan kepada Ara.
"Namanya juga baru dateng ke amerika ya jelas belum lah" ketus Ara karna memang pertanyaan itu tidak masuk akal. Azlan terkekeh melihat Ara berbicara seperti itu kepadanya.
"Kenapa ketawa?" tanya Ara kepada Azlan.
"Besok mau aku ajak keliling amerika?" tanya Azlan tanpa menjawab pertanyaan Ara tadi. Ara menatap lekat laki laki yang berada lumayan jauh darinya itu.
"Kenapa dia baru kenal udah ajak gue keliling amerika? apa dia mau macem macem sama gue?" guman Ara menatap lekat ke arah laki laki itu.
"Tapi boleh juga kalo gue di ajak keliling amerika sama dia lagi pula gue kan belum tau betul tentang amerika sekalian besok gue mau ganti gaya rambut aja kali ya" guman Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Hey" ucap Azlan yang membuat lamunan Ara tersadar.
"Kenapa?" tanya Ara.
"Mau besok aku ajakan keliling amerika?" tanya Azlan kembali.
"Emang lo gak kuliah?" tanya Ara.
"Aku kerja" jawab Azlan.
"Trus lo gak kerja?" tanya Ara lagi.
__ADS_1
"Besok libur kan sabtu" jawab Azlan.
"Boleh deh" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Beneran mau?" tanya Azlan meyakinkan.
"Gue gak suka ngilangin ucapan gue" jawab Ara.
"Nona" panggil bi Ria yang sudah berada di luar pagar balkon apartemen Ara.
"Bibi ngagetin aja" ucap Ara karna memang dia kaget.
"Dia siapa nona?" tanya Ria.
"Dia pemilik apartemen sebelah" jawab Ara.
"Halo bi kenalin saya Azlan" ucap Azlan sambil menyodorkan tangannya kepada bi Ria.
"Ria" jawab Ria dan mereka pun bersalaman.
"Nona gak makan?" tanya bi Ria. Ara langsung melihat jam di tangannya.
"Gak deh bi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.
"Kalo mau makan nanti panggil bibi aja ya non" ucap bi Ria. Ara hanya mengangguk mengiyakan dan setelah itu bi Ria berpamitan dan Ara mengizinkannya.
"Kenapa gak makan?" tanya Azlan.
"Gak selera" jawab Ara karna memang jika menunjuk jam 11 malam ke atas selera makannya mulai hilang ntah kenapa seperti itu.
"Ooh" jawab Azlan sambil memandangi pemandangan yang selalu ia lihat setiap malamnya.
Ara tersenyum senyum sendiri melihat pemandangan itu dan itu membuat Azlan ikut tersenyum melihatnya. "Kamu suka pemandangan gini?" tanya Azlan kepada Ara.
"Udah jam 12 malam kamu belum mau tidur?" tanya Azlan kepada Ara.
"Tadi udah tidur waktu sampe disini" jawab Ara.
"Ooh" jawab Azlan sambil menganggukkan kepalanya. Ara menyenderkan kepalanya ke kedua tangan yang sudah ia angkat dia menatap langit langit malam.
"Kakak apa kabar? Ara udah sampe di amerika" ucap Ara karna memang mereka berdua pernah bercita cita untuk pergi ke amerika bersama tapi mereka selalu di sibukkan dengan urusan sendiri.
"Kamu ngomong sama siapa?" tanya Azlan yang mendengar ucapan Ara.
"Ngomong sendiri" jawab Ara datar.
"Cantik cantik kok ngomong sendiri" ucap Azlan.
"Kenapa masalah?" tanya Ara dengan membulatkan matanya menghadap Azlan.
"Enggak" jawab Azlan menciut saat melihat Ara membesarkan matanya menghadap ke arahnya.
***
Nathan dan Vino sudah dalam perjalanan pulang ke rumah mereka karna merasa sudah cukup lama duduk di cafe abadi dan hari juga sudah mulai siang.
Nathan mengemudi mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman pernandess. Sedangkan Alfin hanya duduk di samping kemudi sambil memainkan ponselnya.
Menghubungkan....
Vino menelpon Erina. Nathan hanya mendengar tanpa menatapnya maupun menanyakan nya.
__ADS_1
"Halo" sapa Vino saat panggilan itu sudah terhubung.
"Halo ini siapa?" tanya Erina yang tidak mengetahui Vino siapa.
"Ini aku Vino" jawab Vino sambil melebarkan senyumannya.
"Vino?" ucap Vino bingung.
"Vino temennya Nathan" jawab Vino.
"Ooh" jawab Erina singkat.
"Kamu lagi ngapain?" tanya Vino yang mencoba mengakrabkan diri kepada Erina.
"Gak lagi ngapa ngapain" jawab Erina.
"Bukan main ponsel?" tanya Vino.
"Itu tau masih aja nanya" jawab Erina. Vino terkekeh mendengar itu.
"Kenapa ketawa?" tanya Erina.
"Gapapa" jawab Vino yang sudah menghentikan tawanya.
"Oiya dapet nomor aku dari mana?" tanya Erina.
"Dari ponsel Ara" jawab Vino. Nathan yang mendengar nama Ara langsung menoleh ke arah Vino.
"Pernah pegang ponsel Ara?" tanya Erina lagi.
"Pernah" jawab Vino santai.
"Ooh" jawab Erina singkat.
"Nanti malam kita bisa ketemu?" tanya Vino.
"Buat apa?" tanya balik Erina.
"Ketemu aja kita jalan jalan nongkrong juga boleh" jawab Vino.
"Oke deh" jawab Erina karna memang dia juga bosan menunggu di rumah.
"Nanti aku jemput ya" ucap Vino.
"Boleh" jawab Erina.
"Yaudah see you" ucap Vino dan langsung mematikan panggilan itu begitupun dengan Erina.
"Yeesss...yeesss" ucap Vino kegirangan. Nathan hanya menatap saudaranya itu.
"Kenapa girang banget?" tanya Nathan kepada Vino.
"Nanti malem gue mau jalan sama Erina" jawab Vino ambil melebarkan senyumannya.
Nathan tidak menjawab perkataan Vino dia kembali fokus ke kemudinya.
Tidak lama kemudian akhirnya mereka berduapun samai di rumah. Nathan langsung memarkirkan mobilnya ke dalam garasi mobil yang sudah di sediakan.
Nathan langsung turun dari mobil dan langsung masuk ke dalam rumah. "Udah pulang?" tanya Nita saat Nathan dan juga Vino baru saja naik ke lantai dua.
"Baru aja pulang bun" jawab Nathan dan langsung mencium punggung tangan ibunya itu begitupun dengan Vino.
__ADS_1
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam kamar masing masing karna tadi mereka juga sudah meminta izin kembali ke kamar masing masing dan Nita pun hanya mengiyakannya.