
Ara yang semulanya duduk tegang langsung menghempaskan tubuhnya ke senderan ranjang itu. "Auuu" rengek Ara karna kepalanya juga terhempas.
"Makanya hati hati ra" ucap Nathan dan mengusap lembut belakang kepala istrinya itu.
"Gue mau pulang" rengek Ara lagi yang persis seperti anak kecil dan itu membuat Nathan gemas akannya.
"Kan kamu belum beneran sembuh...dokter juga belum ngizinin" jawab Nathan dan mendudukkan tubuhnya di depan istrinya itu dan menatap lekat wanita itu.
Ara tidak menjawabnya dan masih mengerucutkan bibirnya karna permintaannya tidak di turuti sedangkan Nathan sedari tadi menatap sang istri yang mengerucut bibi itu. Nathan langsung mencium bibir yang mengerucut itu dan ********** dan untungnya Ara membuka mulut dan membalas ciuman itu.
Nathan sangat menikmati bibir sang istri yang terasa manis itu dan bibir itu juga sudah menjadi candu baginya begitupun dengan Ara yang juga sudah candu akan bibir sang suami yang tidak terlalu tebal itu.
"Jangan cemberut lagi" ucap Nathan saat ciuman mereka sudah lepas dan menatap lekat sang istri dengan senyum yang mengembang.
"Aku laper" ucap Ara karna memang sedari kemarin dia belum makan.
Ckleek
Pintu ruangan itu terbuka dan terlihatlah seorang perawat membawakan makanan menggunakan roling. "Ini nona makanan untuk anda" ucap perawat itu dan meletakkan makanan itu di tempat husus yang ada di ranjang itu dan Nathan meminggirkan tubuhnya.
__ADS_1
"Gak ada makanan lain sus?" tanya Ara karna dia sangat tidak menyukai bubur apa lagi buburnya bercampur dengan sayuran.
"Ini. memang makanan untuk pasien nona" jawab perawat itu sambil melebarkan senyumannya.
"Kalo makan makanan yang lain boleh sus?" tanya Ara.
"Tidak boleh nona karna nona baru saja selesai operasi dan hanya boleh makan makanan itu saja" jelas perawat itu. Ara tidak menjawabnya dan menatap jijik kepada bubur yang ada di hadapannya itu.
"Yasudah kalo begitu saya permisi tuan...nona" ucap perawat itu. Nathan mengiyakannya dan perawat itupun langsung berlalu meninggalkan mereka berdua.
Nathan bisa melihat jika sang istri sangat tak suka akan makanan yang ada di hadapannya itu karna itu nampak dari raut wajah nya. "Kenapa gak dimanakan?" tanya Nathan sengaja.
"Gak laper" jawab Ara.
Perut Ara berbunyi. Nathan terkekeh mendengarnya. "Kenapa ketawa?" ketus Ara dan menutup perutnya menggunakan kedua tangannya.
"Kamu itu laper ayo makan" ucap Nathan dan mengambil mangkok makanan yang ada di meja di hadapan istrinya itu dan menyodorkan satu sendok bubur kepada istrinya itu.
Ara memalingkan wajahnya saat Nathan ingin memasukkan makanan itu ke dalam mulutnya. "Gak mau" ucap Ara.
__ADS_1
"Kamu harus makan....kamu gak denger kata perawat tadi?" tanya Nathan.
"Tapi aku gak suka bubur apa lagi bubur sayur" jawab Ara.
"Kamu harus makan" ucap Nathan dan menyodorkan lagi sendok yang berisi bubur itu. Ara menutup mulutnya dan menggelengkan kepalanya.
Nathan memasukkan bubur yang ada di dalam sendok itu ke dalam mulutnya dan langsung mencium sang istri dengan paksa dan dia memasukkan makanan yang ia masukkan ke mulutnya tadi ke dalam mulut istrinya itu.
Ara berusaha supaya tidak memakannya sampai sampai bubur itu keluar dari dalam mulutnya tapi hanya dikit dan sebagian sudah ia telan. Nathan melepaskan mulutnya dari mulut sang istri dan mengambil tisyu.
Ia menghapus bekas bubur yang ada di bibirnya dan setelah itu di bibir istrinya. "Kamu kok maksa sih?" ketus Ara.
"Makanya makan sendiri" jawab Nathan dan menyodorkan sendok yang sudah berisi bubur kepada sang istri.
Ara terpaksa menerimanya karna dia tidak mau lagi di perlakukan seperti tadi oleh Nathan meskipun itu rasanya manis tapi dia sangat tidak mau.
Nathan menyuapi sang istri dengan semangat dan dia kadang juga memakan makanan itu karna dia juga merasakan lapar. "Kamu kalo masih laper habisin aja" ucap Ara.
"Aku mau makan apa yang kamu makan" jawab Nathan dan kembali menyodorkan sendok itu. Ara menerimanya dengan lahap karna bubur sayur tidak seburuk yang ia pikirkan.
__ADS_1
Nathan sudah merasa kenyang begitupun dengan Ara. Nathan meletakkan bekas makan mereka di meja kecil di samping ranjang sang istri.
"Kamu kemarin kenapa di depan kantor aku? kamu nyusul aku?" tanya Nathan baru ingat masalah semalam.