Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
SAH


__ADS_3

Ara langsung masuk ke dalam mobil di samping kemudi di ikuti oleh Nathan yang duduk di kemudi.


Nathn langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke butik Dania. di dalam perjalanan nampak hening tidak ada yang ingin memulai percakapan. Ara hanya memperhatikan jalanan yang ia lewati sedangkan Nathan fokus ke kemudi dan kadang dia melirik Ara yang tidak pernah meliriknya.


"Udah sampai" ucap Nathan saat sudah sampai. Ara tidak menjawab perkataannya dan langsung turun dari mobil itu.


"Huh" Ara mendengus panjang dan akhirnya senyumnya mengembang. Dia berjalan masuk ke dalam butik itu dengan berusaha tersenyum tanpa menunggu Nathan dan memperdulikan Nathan yang sedari tadi mengikutinya.


"Hey anak ibu" ucap Dania saat Ara sudah sampai karna memang dia menunggu kedatangan Ara dan Nathan disana.


Ara langsung memeluk Dania. ingin sekali dia meneteskan air matanya di pelukan wanita itu karna teringat akan kekasihnya tapi sekuat tenaga dia akan menahannya.


"Hey kamu kenapa?" tanya Dania saat melihat Ara tiba tiba memeluknya.


"Ara kangen sama ibu" jawab Ara. Dania membalas pelukan Ara itu.


"Ibu juga kangen sama kamu sayang" jawab Dania. Ara melepaskan pelukannya dari Dania.


"Roni sama Rini apa kabarnya bu?" tanya Ara.


"Mereka baik kok sayang" jawab Dania.


"Dimana mereka sekarang bu?" tanya Ara.


"Mereka sekolah" jawab Dania. Ara hanya menjawabnya dengan anggukan tanda mengerti.


"Ini buk?" ucap salah satu pelayan sambil menyodorkan gaun berwarna putih kepada Dania.


"Makasih" ucap Dania sambil menerima gun itu. Pelayan itu hanya menundukkan sedikit tubuhnya dan setelah itu berpamitan pergi.


"Ini pakaian pernikahan kalian sayang" ucap Dania sambil menyodorkan baju untuk Nathn dan juga Ara.


Nathan langsung menerima pakaian itu sedangkan Ara hanya menatap pakaian itu. Nathan menatap lekat wajah wanita yang termenung di sampingnya itu.

__ADS_1


"Hey" panggil Nathan sambil memegang tangan Ara. Ara tersadar dan langsung menepis tangan Nathan dari pergelangan tangannya. Ntah kenapa dia sekarang membenci Nathan.


"Kmu cobain dulu ya sayang" ucap Dania saat Ara menerima gaun itu. Ara langsung masuk ke ruang ganti begitupun dengan Nathan.


Nathan sudah selesai mengenakan setelan jas itu sangat tampan sekali. "Kamu ganteng banget" puji Dania. Nathan hanya membalasnya dengan senyuman.


Ara keluar dari ruang ganti itu dengan menggunakan gaun yang di buat oleh Dania. Mata Nathan membulat sempurna saat melihat Ara yang nampak sangat cantik mengenakan gaun itu di tambah lagi dia tidak mengenakan make up dan itu sangat cantik dan alami.


Dania mengikuti arah mata Nathan dan senyumnya mengembang melihat itu. "Kmu cantik banget" puji Dania kepada Ara. Ara hanya membalasnya dengan senyuman tanpa menatap Nathan yang sedari tadi menatapnya.


Setelah Ara selesai sedikit berbicara dengan Dania dia dan Nathan berpamitan pulang ingin kembali ke rumah masing masing. Ara awalnya menolak saat Nathan mengajaknya tapi Nathan membawa nama Nita dan Ara terpaksa mengiyakannya.


Nathan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang dan kadang dia melirik ke arah Ara yang nampak tak s eperti biasanya.


"Makasih" ucap Ara dan langsung turun dari mobil Nathan karna memang sudah sampai di rumahnya.


Nathan langsung melajukan mobilnya menuju ke kediamannya dengan pikiran yang penuh dengan pertanyaan akan sikap Ara. Nathan sudah sampai di rumahnya dan langsung turun dari mobil dan langsung naik ke kamarnya saat telah berpamitan.


Keesokan paginya Nathan sudah bangun dari tidurnya dan langsung menggunakan pakaian dan jas yang sudah ia ambil di butik Dania kemaren. "Udah siap nak?" tanya Nita kepada Nathan saat sudah sampai di kamar Nathan.


Semua orang yang ada di rumah itu langsung menaiki mobil dengan di kendarai oleh sopir dan mereka menggunakan dua mobil karna tidak muat jika menggunakan satu mobil dan nanti mereka juga akan membawa Ara pulang ke rumah mereka.


Mereka sudah sampai di kediaman Wijaya dan langsung turun dari mobil masing masing dan menuju ke tempat acara.


"Lo beneran ra mau nikah?" tanya Erina yng melihat Ara yang sudah siap tapi masih duduk termenung di depan meja rias dengan wajah yang di tekuk.


"Ara" panggil Erina lagi karna tadi dia belum mendapatkan jawaban dari Ara.


"Hmm" jawab Ara lemas.


"Lo beneran mau nikah sama Nathan?" tanya Erina.


"Kalo gue nolak otomatis gue cuma mikirin diri gue dong gak mikirin orang lain" jawab Ara.

__ADS_1


"Ara" panggil Arfel. Ara yang tadinya menghadap ke arah Erina langsung menghadap ke dekat pintu dan menatap lekat siapa yang memanggilnya itu.


"Kenapa?" tanya Ara.


"Lo beneran nerima perjodohan ini?" tanya Arfel dan langsung masuk ke dalam kamar Ara itu.


"Iya" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya meskipun secara paksa.


"Kenapa masih disini?" tanya Vino yang tiba tiba membuat semua orang yang ada di dalam kamar itu menatapnya dan juga Nathan tapi tidak dengan Ara yang hanya menatap Vino tidak menatap Nathan.


"Bantuin gue" ucap Ara meminta bantuan dengan kedua sahabatnya itu. Nathan langsung mengambil tangan yang Ara sodorkan kepada Erina dan menggenggam erat tangan itu.


"Lepasin" ucap Ara datar.


"Hey cepetan acaranya bentar lagi di mulai" ucap Nita. Ara terpaksa menerima genggaman Nathan itu dan langsung turun dari kamarnya itu untuk menuju ke tempat acara.


Setelah sampai dan duduk acara pun di mulai. "Saudara ananda Jonathan Adijaya bin Andre Adijaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan Ara riyanti wijaya binti Teo wijaya dengan seperangkat alat Sholat di bayar tunai" ucap penghulu.


"Papi Teo bukan ayah Ara" jawab Ara yang menghentikan Nathan yang ingin mengulangi ucapan penghulu. Semua orang menatap ke arahnya dengan bertanya tanya.


"Kamu tau dari mana nak?" tanya Rizal mematikan microfon.


"Gak penting Ara tau dari mana yang terpenting sekarang binti Ara bukan binti Teo wijaya tapi Zidan wijaya" tegas Ara yang menahan tangisnya.


"Saudara ananda Jonathan Adijaya bin Andre Adijaya saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan saudari Ara riyanti wijaya binti Zidan wijaya dengan mas kawin seperangkat alat Sholat di bayar tunai" ulang penghulu itu.


"Saya terima nikah dan kawinnya Ara riyanti wijaya dengan mas kawin tersebut di bayar tunai" Nathan mengulanginya.


"Bagaimana saksi sah?" tanya penghulu yang menikahkan mereka.


"SAH" teriak semua orang yang nampak bahagia tapi tidak dengan Ara yang nampak menahan tangisnya.


Penghulu itu membacakan doa dan mempersilahkan Nathan memakaikan cincin di jari Ara begitupun sebaliknya dengan Ara. Ara mencium punggung tangan Nathan dengan menahan tangisnya.

__ADS_1


Nathan ingin mencium pucuk kepala Ara tapi Ara menghidar karna dia sangat membenci Nathan sekarang. Nathan mengerti akan itu dan memilih berdiri dan berpoto bersama tamu undangan.


"Kamu tau dari mana kalo kamu bukan anak papi?" tanya Sheyla menatap lekat Ara karna memang dia tidak mengetahui tentang itu.


__ADS_2