Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Ngomong sama gw?


__ADS_3

Ara baru saja menyelesaikan sholat nya begitupun bi nur. "Non ayo" ajak bi nur ara yang mendengar ajakan dari bi nur pun langsung menatap ke arah bi nur.


"Bibi duluan aja" ucap ara sambil tersenyum.


"Non gapapa?" tanya bi nur. sedangkan ara hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


Bi nur pun pergi dan meninggalkan ara sendirian.


Ara menatap ke seluruh ruangan musholla dia tidak mendapatkan siapapun di sana kecuali dirinya. karna ara tidak mau ada seorangpun yang mendengar kesedihannya kecuali yang maha esa.


Ara mengadahkan tangan kirinya dia berdoa dan mengadu kepada yang maha esa. "Ya allah kenapa dunia ini tidak adil dengan hamba ya allah.....kenapa engkau cabut nyawa satu satunya orang yang perduli akan hamba ya allah.....kenapa engkau lahirkan hamba di tengah keluarga yang tidak menyayangi hamba ya allah" ucap ara dengan air mata yang membasahi pipi cubynya itu.


Hiksss....Hiksss.....


"Hamba hanya ingin kasih sayang ya allah......hamba hanya ingin di perhatikan......hamba hanya ingin itu ya allah" ucap ara lagi dengan air mata yang tak henti hentinya membasahi pipinya.


Nathan yang baru saja selesai melaksanakan sholat subuhnya mendengar tangisan seseorang yang tidak asing di telinganya. "Kok suaranya kaya pernah denger" guman nathan dalam hati dan mengingat ingat suara siapa itu.


"Hati hamba sakit ya allah karna engkau telah mengambil orang yang sangat hamba cintai....sedangkan orang tua hamba tidak memperdulikan hamba ya allah.....di saat saat seperti ini hamba menginginkan mereka ya allah" sambung ara dengan terisak tangis.


Nathan yang mendengar suara lagi langsung melihat ke arah suara tersebut. dan benar saja suara itu memang tak asing baginya dan itu adalah suara ara. "Ara....." guman nathan.


"Dia disini" sambung nathan.


Ara terus menangis sejadi jadinya karna dia sering dan suka menangis dalam keadaan sepi seperti itu. "Hamba hanya menginginkan orang tua hamba di sisi hamba saat ini ya allah.....tapi mereka tidak memperdulikan hamba" ucap ara dengan tangis yang menjadi jadi. Ara tidak sadar jika nathan sedari tadi melihat dan mendengar semua yang di katakannya.


Nathan yang mendengar semua keluh ara seketika merasa iba kepada ara karna dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat dan dia dengar. nathan juga sedikit kesal kepada orang tua ara karna mereka sama sekali tidak ada niat untuk menjenguk ara.


Ara sudah selesai berdoa diapun membereskan mukena dan sajada yang dia pakai tadi. Nathan yang melihat ara kesusahan membereskan alat sholat yang di pakai oleh ara pun langsung berdiri dan berjalan cepat menuju ara.

__ADS_1


"Sini gw bantu" ucap nathan sambil mengambil alih barang yang di bereskan oleh ara. tapi ara tidak melihat ke arah nathan


"Gak usah gw bisa sendiri" bantah ara tanpa melihat siapa yang membantunya.


Di saat nathan berdiri tepat di samping ara nathan mendengar suara khas orang baru saja menangis. "Lo abis nangis?" tanya nathan kepada ara tapi ara tidak menjawab ataupun melihat ke arah nathan.


Ara merasa sedikit kesal karna orang asing itu sekalu mengajak nya bicara. ara tidak tahu jika nathan lah yang ada di sampingnya itu. Ara langsung mengalihkan pandangannya ke arah nathan dan betapa kagetnya dia saat dia tahu bahwa yng sampingnya itu adalah nathan.


Nathan dan ara saling menatap dengan jarak yang sangat dekat mungkin 5cm jaraknya. Nathan merasa aneh di jantungnya karna tiba tiba jantungnya terasa ingin copot karna wajahnya dan wajah ara berdekatan tapi tidak dengan ara. ara menatap kesal dan heran ke arah nathan.


Ara dan nathan hanya saling memandang satu sama lain. dengan segera nathan mengedipkan matanya dan tersadar dari lamunannnya tadi. "Lo.....lo abis nangis?" tanya nathan gugup kepada ara. sedangkan ara biasa saja dan tidak menjawab pertanyaan dari nathan dan kembali membereskan mukena yang sempat dia pakai tadi.


Nathan sedikit kesal karna ara tidak menjawab pertanyaanya. "Kalo orang nanya tuh di jawab" ucap nathan ketus tapi pandangannya masih ke arah ara.


"Lo ngomong sama gw?" tanya ara langsung menatap ke arah nathan yang sudah sedikit menjauh darinya.


"Kalo gak ngomong sama lo sama siapa?" tanya nathan ketus.


"Kirain apa?" bentak nathan karna ara tidak berbicara sampe ke ujung.


Ara yang merasa malas sekali berdebat pun mengalihkan pembicaraan. "Lo ngapain kesini?" tanya ara kepada nathan tapi tidak melihat ke arah nathan.


"Gw di suruh bunda nyariin lo dan kebetulan gw belum subuh jadi gw subuh dulu tadi" jelas nathan tanpa memandang ara dengan posisi menyenderkan tubuhnya ke dinding dekat alat sholat dan tangan yang di lipat di atas dadanya.


"Ooh" jawab ara singkat.


"Infus lo kenapa di copot?" tanya nathan kepada ara dengan menatap ke arah ara.


"Kan gw subuh....jadi gw copot.....lagian gw juga udah gapapa" jawab ara dengan menatap ke arah nathan dan sudah selesai membereskan mukena yang dia pakai tadi.

__ADS_1


Ara berjalan melewati nathan tanpa berpamitan ataupun memberitahu nathan jika ia ingin ke mana. "Eh lo mau kemana?" tanya nathan dan langsung menghampiri ara.


"Gw mau cuci muka dulu" ucap ara dan langsung berlalu menuju keran untuk mencuci mukanya supaya tidak terlalu terlihat sembab seperti orang habis nangis.


Ara sudah selesai mencuci mukanya dan langsung menghampiri nathan. "Udah?" tanya nathan dan dijawab anggukkan oleh ara.


"Yaudah ayo" ajak nathan kepada ara.


"Mau kemana?" tanya ara heran. nathan mendengus kesal


"huh ya balik ke ruangan lo lah....bunda hawatir banget tau sama lo" bentak nathan.


Seketika ara merasa sedih akibat bentakan dari nathan dan menundukkan kepalanya. "Maap" ucap ara lembut dengan kepala masih menunduk. Nathan yang melihat ara meminta maap pun sedikit merasa bersalah karna ara sedih karnanya. Nathan mendengus dan memegang bahu ara supaya ara melihat ke arahnya.


"Maapin gw udah ngebentak lo" ucap nathan lembut. dan ara langsung mengangkat kepalanya dan melihat ke arah nathan dengan tatapan sedikit berkaca akibat bentakan nathan.


"Maapin gw" ucap nathan lagi dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Ara yang melihat jelas senyuman nathan pun tidak mau melepaskan pandangan matanya dari nathan karna ketampanan nathan sangat jelas terlihat oleh ara. Nathan yang melihat ara hanya termenung menatapnya langsung menyadarkan ara. "Hey" panggil nathan. Ara kaget karna panggilan nathan.


"Ke...kenapa?" tanya ara sedikit terbata bata.


"Lo kenapa?" tanya nathan.


"Gak gapapa kok" jawab ara.


"Yaudah ayo kita ke ruangan gw" ajak ara dan langsung berjalan meninggalkan nathan yang masih bingung dengan sikap ara. Nathan yang merasa di tinggal pun langsung menyusul ara menuju ruangan.


Nathan dan ara berjalan bersama menuju ke rungan yang dia tempati. terlihat hening di antara mereka berdua dan tidak ada satupun dari mereka yang ingin memulai percakapan terbelih dahulu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di ruangan yang mereka tempati terlihat Erina nita yang sedang menunggu ara dan nathan.


__ADS_2