Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Silahkan


__ADS_3

"Kemaren neng ara dan sekarang kalian....bapak aja udah muak ngeliat muka kalian tiap hari yang telat" jawab pak bima karna mereka lah yang selalu telat datang ke sekolah.


Ara menatap ke belakang dan dia melihat Erina dan Andita terlambat berangkat ke sekolah. Ara langsung berdiri dari jongkoknya dan ingin menuju ke arah gerbang tapi dia ingat jika sekarang masih apel dan itu membuatnya mengurungkan niatnya.


***


Di kantor nathan sudah berangkat di antar oleh sopir pribadinya dia berangkat bersama dengan alfin.


Saat sampai di kantor dan memasuki ruangan nya nathan di sambut hangat oleh semua pegawainya dan semuanya menyapa dan senyum kepada nathan. Nathan hanya membalas senyum mereka tanpa menyapa balik.


Nathan baru saja sampai dan masuk ke dalam ruangannya diikuti oleh Vino karna memang Vino selalu berada di sana.


Tok...tok..tok


Ketuk seseorang dari luar. Vino langsung membukakan pintu ruangan itu dan yang mengetuk pintu ruangan nathan adalah viona asisten nathan. Vino mempersilahkan viona masuk ke dalam ruangan nathan.


"Pagi pak" ucap viona dan sedikit membungkukkan tubuhnya.


"Ada apa?" tanya nathan datar kepada viona.


"Ini pak kita masih ada urusan di SMK darma bangsa....karna kemarin kita belum melihat langsung bagaimana pembelajaran para siswa siswi di sana" jelas viona kepada nathan karna mereka juga harus melihat dan memperhatikan secara langsung belajar ara murid di SMK itu.


"Kapan?" tanya nathan kepada viona.


"Pagi ini pak...dan kita juga akan berbincang bincang dengan kepala sekolah di sana masalah biaya siswa pak" jelas viona lagi kepada nathan.


"Kamu tunggu saya di bawah sebentar lagi saya ke bawah" perintah nathan kepada viona dan viona pun mengiyakan dan langsung keluar dan menuju ke lobi.


"Lo pasti seneng kan ketemu sama ara" ejek Vino saat viona sudah keluar.


"Apaan sih" bantah nathan akan perkataan vino.


"Udah gak usah boong sama gw ngaku aja....gw juga seneng ke sana kalo perlu tiap hari" ucap Vino sambil membayangkan wajah Erina.


"Ayo cepetan viona udah nunggu di bawah" ajak nathan yang membuat hayalannya terganggu.


Nathan langsung keluar dari ruangannya dan langsung ke bawah untuk menemui viona diikuti oleh Vino dari belakang. Sesampai di bawah terlihat viona dan sopir pribadi nathan sudah menunggu mereka di luar.

__ADS_1


Nathan Vino dan juga viona langsung masuk ke dalam mobil dengan posisi nathan dan viona di belakang sedangkan Vino duduk di samping kemudi. Setelah masuk ke dalam mobil sopir itupun melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke SMK darma bangsa.


Dritttt.....drittt...


Suara ponsel di dalam mobil nathan yang membuat Vino dan juga viona memeriksa ponsel milik mereka tapi itu bukan suara ponsel mereka berdua. Vino menatap ke arah nathan. "Ponsel bapak yang bunyi?" tanya Vino kepada nathan. Nathan mengambil ponselnya tapi itu bukan suara ponselnya.


Viona mendengar suara ponsel itu tidak jauh darinya. Diapun mencari ke bawah tempat dia melihat ada tas perempuan di dalam mobil nathan dan itu membuatnya kaget karna setaunya bos nya itu tidak mempunyai pacar.


Viona mengambil tas yang berwarna hitam itu dan kembali duduk seperti semula. "Ini tas bapak?" tanya viona kepada nathan. Vino pun langsung menoleh ke arah nathan dan tas yang di ulurkan viona kepadanya.


"Inikan tasnya ara" guman nathan mengambil ponsel yang berbunyi di dalam tas itu.


"Si nathan beneran suka nih sama si ara" guman Vino sambil mengangkat sudut bibirnya.


"Paman rizal" nama yang tertera di layar ponsel milik ara itu. Nathan ingin mengangkatnya tapi panggilan itu sudah di matikan.


"Gw kenapa bisa lupa ngembiliin tasnya" guman nathan sambil menatap tas milik Erina yang ia pikir milik ara itu.


Nathan melihat layar ponsel ara yang menyala dan di layar itu banyak sekali notifikasi notifikasi panggilan tak terjawab dan pesan pesan masuk. Nathan membuka pesan pesan itu dan juga panggil tak terjawab yang sangat banyak di sana terutama dari Andita, Erina dan juga arfel.


"Lo baik baik aja kan*?"


"*Kenapa pulang cepet banget sayang?"


"Ara angkat"


"Ra lo dimana?"


"Ara rianti"


"Ra plis angkat telpon gw"


"Ra lo kenapa? ada masalah*?"


Seperti itu isi pesan yang masuk ke dalam ponsel milik ara dan masih banyak lagi pesan yang lain karna banyak yang menghawatirkan dirinya semalam.


*****

__ADS_1


Semua murid baru saja selesai apel dan masuk ke dalam kelas masing masing tapi tidak dengan ara yang menuju ke gerbang sekolah itu untuk menemui kedua sahabatnya.


"Pak bima" ucap ara yang baru saja sampai di dekat gerbang.


"Lo dari mana aja? kenapa lo gak telat?" tanya Andita dengan nada bicara tinggi.


"Kalian temen gak telat di tanya temen telat juga tanya" ucap pak bima.


"Pak" ucap ara seperti menggoda pak bima.


"Ibu kantin tadi bilang sama saya dia pesen suruh bapak ke sana" ucap ara berbohong karna dia ingin kedua sahabatnya itu masuk ke dalan sekolah.


Bima yang mendengar itu sedikit grogi karna memang dia menyukai ibu kantin dan ibu kantin itu juga janda sama dengan bima yang duda. "Kamu pikir saya bisa di bohongin sama kalian" bentak pak bima kepada ara.


"Dih si bapak gak percayaan amat....coba samperin sana bu iisnya" ucap ara.


Bima sedikit ragu dan grogi untuk pergi dia merapikan rambutnya dan juga bajunya. "Udah cakep pak" ucap ara saat dia melihat bima merapikan bajunya.


"Beneran neng?" tanya bima dan ara mengangguk mengiyakan dengan melebarkan senyumannya.


Bima langsung berlalu meninggalkan ara Erina dan juga Andita tanpa membawa kunci gerbang yang masih melekat di gerbang itu.


"Cepetan masuk" perintah ara kepada kedua sahabatnya itu.


"Buka lebar lebar" perintah Andita karna dia ingin memasukkan mobilnya ke dalam sekolah.


"Biarin aja disini.....ntar pak bima tau kalo lo masuk ntar" ucap ara. Erina dan Andita pun langsung masuk ke dalam sekolah dan ingin masuk ke dalam kelas begitupun dengan ara tapi sebuah mobil mengklakson mereka karna gerbang itu masih tertutup.


Tittttt


Mobil itu mengklakson dengan sangat kencang dan itu hampir membuat gendang telinga ketiga orang yang ada di sana hampir pecah.


"Bentar pak" ucap ara dan langsung membuka gerbang sekolah itu karna dia yang mengerjai satpam dan menyuruh satpam pergi dan dia yang bertanggung jawab untuk menjaga pintu gerbang.


"Silahkan" ucap ara sambil sedikit membungkukkan tubuhnya menghadap ke mobil yang ingin masuk itu. Mobil itu masuk saat melihat gerbang telah di buka. Mata Vino sedari tadi tertuju kepada Erina sedangkan nathan masih memainkan ponsel milik ara dan melihat lihat isi ponsel itu.


"Sudah sampai pak" ucap pak abi sopir pribadi nathan kepada seluruh penumpang di dalam mobil itu. Viona ingin turun tapi natahn dan Vino masih fokus akan urusan mereka masing masing.

__ADS_1


__ADS_2