Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 30 #3


__ADS_3

"Nak itu papa Vino memang papa mu dan papa Nathan mempunyai anak dan itu bukan kau" ucap Delina lagi dengan mengusap lembut kepala anak nya itu.


"Tidak, Papa Nathan adalah papa ku" ucap Okta dan langsung berlalu keluar. Ara yang ada di depan pintu ruang itu pun langsung menangkap Okta yang hampir saja menabrak nya. Nathan ingin mengejar Okta tapi Delina melarang nya.


"Kejarlah anak mu" ucap Delina dengan menatap Yuda, Yuda mengiyakan nya dan langsung keluar mencari anak nya.


"Hey hey kenapa?" tanya Ara dengan menjongkokkan tubuh nya di hadapan Okta sedangkan Yuna ia dudukkan di atas kursi tunggu yang ada di depan ruangan itu.


"Papa Nathan bukan papa ku" jawab Okta dan menangis di hadapan Ara. Ara kaget mendengar itu bukan kaget karna mengetahui jika Nathan Bukan ayah Okta tetapi kaget saat Okta yang sudah mengetahui dirinya bukan anak Nathan.


"Siapa yang mengatakan nya kepadamu?" tanya Ara dengan menatap lekat wajah Okta.


Ckleek


Pintu ruangan itu kembali terbuka dan keluarlah Vino dari dalam ruangan itu. "Ara?" ucap Yuda yang mengetahui siapa itu Ara karna dia mencari Ara kemana mana selama ini.


"Anda siapa?" tanya Ara kepada Yuda dengan menatap heran dan bingung ke arah Yuda.


"Mama bilang kepada ku jika aku bukan anak nya, Hikkkss" jawab Okta akan pertanyaan Ara tadi dan kembali menangis. Ara menoleh ke arah Okta begitupun dengan Yuda yang juga ikut menatap Okta yang ada di bawah.


"Hey jangan menangis, Papa Nathan akan tetap menjadi papa mu meskipun dia bukan papa kandung mu" ucap Ara yang mencoba menenangkan Okta. Okta mendongakkan kepala nya dan menatap ke arah Ara.


"Benar? papa Nathan akan tetap menjadi papa ku?" tanya Okta dengan menatap lekat wajah Ara.


"Iya, Papa Nathan akan menjadi papa Okta meskipun dia bukan papa kandung Okta" jawab Ara dengan senyum yanh melebar menatap Okta.


"Jangan menangis lagi, Nanti mama mu sedih melihat mu menangis" ucap Ara dan menghapus air mata Okta yang jatuh itu. Okta tidak menjawab nya dan langsung memeluk tubuh Ara.


"Terima kasih, Okta menyayangi ibu" ucap Okta dengan memeluk Ara, Ara tidak menolak nya dan menerima pelukan dari Okta itu dan tersenyum lebar.

__ADS_1


"Kau mengenal Okta?" tanya Yuda kepada Ara.


"Kenapa kau mengatakan yang sebenarnya kepada Okta?" tanya Nathan yang kesal akan Delina.


"Dia harus tau dan aku tidak ingin dia menyusahkan mu" jawab Delina dengan senyum yang melebar menatap Nathan.


"Dia tidak menyusahkan ku" jawab Nathan. Nita menatap anak nya itu dan menggelengkan kepala supaya tidak memarahi Delina.


"Kau sudah menemukan Ara?" tanya Delina kepada Nathan. Nathan tidak menjawab nya dan memilih untuk diam.


"Aku sudah menemukan nya, Dia sekarang di bandung, Dia juga sudah melahirkan anak kalian, Aku sudah melakukan tes DNA sewaktu aku mendapatkan rambut anak mu itu dan rambut mu, Tapi anak mu tidak bisa melihat" jelas Delina yang terpotong karna menarik nafas.


"Aku mohon berikan mata ku kepada anak mu nanti sebagai ucapan permintaan maafku kepada kau dan dia" sambung nya lagi akan ucapan nya terpotong.


"Kau mengetahui di mana Ara selama ini?" tanya Nathan dengan menatap lekat Delina.


"Huh,Huh" Delina terengah engah menarik nafas nya.


"Pasien sudah meninggal tuan" ucap dokter itu.


"Innalillahi" ucap Nathan saat memeriksa nafas Delina sudah tidak terasa lagi.


"Innalillahi wainnailahi rojiun" ucap Nita dan Andre secara bersamaan.


"Jangan menangis lagi, Lebih baik kau temui mama mu ya sayang" ucap Ara dengan mengusap lembut kepala Okta. Okta mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam bersama dengan Yuda sang ayah kandung.


"Mamah" panggil Okta kepada Delina sedangkan dokter sedang melepaskan alat alat yang ada di tubuh Delina. Nita dan yang lain nya menoleh ke arah Okta dan Yuda yang baru saja masuk ke dalam ruangan itu.


"Kenapa mama tidak menjawab?" tanya Okta karna tidak mendengar jawaban dari ibu nya.

__ADS_1


"Mama mu sudah tiada sayang" jawab Nathan dengan menatap lekat anak itu. Okta kembali menangis saat mengetahui ibu nya sudah tiada dan Vino pun membawa Okta ke dekat Delina dan Okta langsung memeluk erat Delina.


"Mama" ucap Okta dengan isakan nya yang tak henti henti.


"Maaf tuan jenazah akan di mandikan dan mohon untuk keluarga meninggalkan ruangan" ucap suster kepada Nathan.


"Baik" jawab Nathan mengangguk mengiyakan nya tanpa air mata tapi dia juga sedih Delina sudah tiada begitupun degan Andre sedangkan Nita menangis sedikit.


"Nak ayo kita keluar" ajak Nathan kepada Okta sedangkan Yuda dia menangis saat melihat anak nya menangis.


"Mama" ucap Okta dengan memegang tangan Delina yang sudah tiada itu.


"Sayang ayo kita keluar" ajak Yuda dan menggendong anak nya itu dan berlalu keluar.


"Mama" teriak Okta saat di baw keluar oleh Yuda. Nathan dan yang lainnya juga ikut keluar dari ruangan itu sedangkan Ara masih duduk di luar menunggu kabar Delina.


"Bagaimana keadaan kak Delina?" tanya Ara kepada Yuda yang baru saja keluar dengan mata sedikit merah akibat menangis.


"Ibu mama sudah tiada" jawab Okta kepada Ara dan langsung memeluk Ara.


"Hah?" ucap Ara yang keget mendengar itu.


"Ara?" ucap Nita saat melihat menantu kesayangan nya ada di hadapan nya.


Ara menoleh ke arah Nita dan juga Andre yang baru keluar begitupun dengan sang suami yang juga baru keluar dari ruangan itu. "Ya allah sayang, Kau kembali?" tanya Nita yang sangat senang dan gembira saat menantu nya itu ada di hadapan nya. Ara tidak menjawab nya dan memilih untuk menggendong Okta yang sedang menangis dari pada berbahagia di saat itu.


"Jangan menangis nanti ibu mu akan sedih melihat mu seperti ini" ucap Ara kepada Okta yang berada di dalam pelukan nya itu sedangkan Nathan mengambil anak nya yang sedang duduk di atas kursi tunggu di depan ruangan itu dan tidak marah akan sang istri yang tidak menjawab perkataan ibu nya karna dia juga tau apa yang di lakukan oleh istri nya itu.


"Sayang Delina meminta supaya mata nya di donorkan kepada Yuna" ucap Nathan kepada sang istri, Ara menoleh ke samping dan menoleh ke arah sang suami.

__ADS_1


"Kau jangan menolak, Ini permintaan Delina, Dia juga meminta maaf kepada mu" ucap Yuda lagi kepada Ara. Ara menoleh pula ke arah Yuda.


__ADS_2