
"Nanti malem gw di suruh sheyla dateng ke cafe C" jawab ara. Nathan dan Vino baru saja sampai di dekat mereka pun bisa mendengar.
"Kalian pulang naik apa?" tanya Vino dengan menatap ke arah Vino.
"Taxi kayaknya" jawab Erina datar kepada Vino.
"Bareng kita aja" tawar Vino kepada Erina dan yang lainya.
"Emang boleh?" tanya Andita kepada Vino sedangkan ara memegang perutnya karna memang dia sangat kelaparan. Nathan yang menyadari jika ara lapar langsung menarik tangan ara untuk mengajaknya makan.
"Eh lo mau ngapain" ketus ara kepada nathan.
"Kamu laperkan?" tanya nathan kepada ara yang membuat Erina dan Andita ingat jika tadi mereka membelikan ara makanan.
"Kita lupa ra....ini makanan buat lo" ucap Erina sambil menyodorkan box makanan keada ara.
"Kalian biar kita aja yang antar" ucap Vino kepada ara dan teman temannya.
"Yaudah iya kita ikut kalian...maksa banget sih" ketus ara dan langsung masuk ke dalam mobil nathan karna memang mereka sedari tadi di dekat parkir dan ingin keluar area sekolah untuk mencarikan taxi.
Ara masuk ke dalam mobil nathan dan duduk di tengah tengah dan lebih tepatnya di antara Erina dan juga Andita sedangkan nathan duduk di kemudi karna dia sendiri yang meminta untuk mengemudi kepada Vino dan Vino pun mengiyakan dan memilih duduk di samping kemudi.
"Kalian mau kemana?" tanya nathan menatap mereka bertiga dari kaca spion di dalam mobil.
"Jalan aja dulu kak" jawab Andita sedangkan Erina dan ara tidak menjawab. Nathanpun melajukan mobilnya dengan kecepatan rendah karna dia belum tau tujuannya ingin kemana.
Ara membukakan nasi di dalam box atau kotak yang di belikan oleh Erina dan Andita. Dia mengambil sendok yang sudah ada di dalam kotak nasi itu dan melahapnya dengan sangat semangat.
"Kalian gak makan?" tanya ara kepada Erina dan Andita.
"Lo makan aja" jawab Erina.
"Kalian berdua?" tanya ara kepada nathan.
"Kamu makan aja" jawab nathan.
"Yaudah kalo gak mau" jawab ara dan kembali melahap makanannya itu.
Ara sangat bersemangat memakan makanan di dalam kotak itu. Nathan menatap ara dari kaca spion dan sudut bibirnya terangkat ketika melihat ara makan dengan semangat dan lahap. Vino yang melihat nathan senyum senyum sendiri menyenggol tangan nathan.
"Fokus" ucap Vino yang membuat senyum yang mengembang di wajah nathan pudar.
__ADS_1
"Ini udah fokus" jawab nathan tak terima.
"Beneran?" tanya Vino dengan nada sedikit mengejek sambil menoleh ke arah ara.
"Bener lah" ketus nathan tapi ketiga sejoli yang duduk di belakang tidak terganggu ataupun memperdulikan Vino dan nathan.
"Berentiiii" teriak ara dengan wajah yang sedikit memerah akibat kegigit cabai. Nathan langsung menginjak rem mobil itu dan menghentikan mobilnya.
"Minggir" bentak ara kepada Andita karna di dekat pintu Andita lah dia bisa mengeluarkan cabai yang dia gigit tadi. Andita langsung keluar dari mobil itu begitupun dengan ara yang sesegera mungkin keluar dan memuntahkan cabai yang ia gigit tadi.
"Kenapa?" tanya nathan kepada Erina yang masih sangat santai di dalam mobil itu tanpa memperdulikan ara karna memang ara selalu seperti itu jika dia menggigit cabai saat makan.
"Palingan kegigit cabe" jawab Erina.
"Hah pedes" ucap ara sambil mengibas ngibas lidahnya yang terasa hangat dan wajahnya sudah memerah karna kepedasan.
Ara langsung masuk ke dalam mobil lagi dan duduk di ujung lebih tepatnya di belakang nathan. "Tisyu dong" ucap ara kepada nathan.
Nathan segera memberikan tisyu kepada ara lumayan banyak dia menarik tisyu yang ada di dalam mobil miliknya itu. Ara menerima tisyu yang di berikan oleh nathan kepadanya.
"Makasih" ucap ara dan mengusap tisyu itu di mulutnya.
"Ra" panggil Erina kepada ara.
"Hmm" jawab ara karna dia masih kepedasan.
"Kak sheyla ngundang gw buat ke acara lamaran dia sama bang fikri" ucap Erina yang membuat Vino dan nathan menoleh ke arahnya.
"Trus?" tanya ara santai kepada Erina.
"Dia juga nyuruh ngajakin lo" jawab Erina.
"Iya gw nanti bakal ke sana......jangan di bilang sama sheyla kalo gw mau kesana" ancam ara dengan wajah masih sedikit memerah.
Nathan hanya menatap ke arah ara begitupun dengan Vino. Vino menatap ke arah nathan dengan tatapan iba akan nathan yang sudah di hianati oleh sheyla.
"Kalian mau pulang kemana?" tanya nathan yang sedari tadi tidak mengetahui tujuannya.
"Kerumah gw aja kak" jawab Andita.
"Jangan" cegah ara.
__ADS_1
"Kenapa?" tanya elin bingung.
"Bang marcel ada di rumah gak?" tanya ara kepada Andita.
"Ada kenapa?" tanya Andita kepada ara.
"Jangan ke rumah lo ntar bang marcel naksir sama gw" ucap ara sombong.
"Dih pede banget lo bang marcel juga bisa milih kali" ketus Andita.
"Justru gw tau bang marcel bisa milih gw takut nanti bang marcel milih gw secara gw kan udah cantik bisa semuanya lagi" ucap ara dengan nada sombong.
"Jijik gw dengernya ra" ucap Andita karna memang mereka selalu seperti itu tapi mereka tidak terlalu masuk ke hati ucapan ucapan yang tidak layak untuk di masukkan ke hati.
"Ke rumah Erina aja nat" ucap ara kepada nathan.
"Dimana alamatnya?" tanya nathan dan Erina pun memberikan alamatnya kepada nathan. Vino tidak menyianyiakan kesempatan itu dia juga menulis alamat rumah amel di ponselnya.
Nathan langsung melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan oleh Erina. Ara mengambilkan ponsel miliknya yang terletak di dalam tas dan berniat ingin menghubungi orang panti.
Menghubungkan.....
"Ara?" guman barqi bingung akan ara yang tiba tiba menghubunginya.
"Halo kenapa ra?" tanya barqi saat dia sudah mengangkat telpon dari ara.
"Halo qi malam ini gw gak pulang" ucap ara kepada Barqi.
"Kenapa?" tanya barqi di sebrang telpon.
"Gw nginep di rumah Erina" jawab ara.
"Ooh yaudah jaga diri baik baik" ucap barqi kepada ara.
"Iyaa....jagain panti ya" ucap ara dan langsung mematikan telponya dan ingin memasukkan ponselnya itu kembali ke dalam tas tapi niat itu terurung saat bi nur menelponnya.
"Bi nur?" guman ara tapi dia belum mengangkat telpon dari bi nur. Nathan yang mendengar bunyi suara ponsel ara menoleh ke arah ara dari kaca spion mobil dia melihat ara yang sedikit ragu menjawab telponnya itu.
"Halo bi" ucap ara saat mengangkat telpon dari bi nur nathanpun tau siapa yang menelpon ara.
"Non tinggal dimana? non udah makan? non baik baik baik aja kan?" tanya bi nur berturut turut karna dari kemarin dia tidak tau kabar anak majikannya itu.
__ADS_1