Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Episode 15 #3


__ADS_3

"Nak kau kenapa?" tanya nek Saidah yang hawatir akan Ara. Roky juga nampak hawatir akan wanita itu.


"Tidak nek" jawab Ara dengan melebarkan senyuman nya menatap nek Saidah.


"Kau benar tidak apa apa?" tanya Roky kepada Ara, Ara yang awal nya tidak memperdulikan Roky pun langsung menoleh ke arah Roky yang sedikit mendekat ke arah nya. Mual di perut Ara kembali lagi dan membuat nya kembali masuk ke dalam kamar mandi dan muntah muntah lagi.


Ara kembali keluar tapi sekarang di keluar dengan menggunakan tisyu yang menutup mulut nya. "Kenapa hidung mu di tutup seperti itu?" tanya Roky kepada Ara.


"Bau badan mu sangat busuk" jawab Ara yang berusaha untuk menutup hidung nya supaya tidak tercium. Roky mencium bau tubuh nya begitupun dengan ne Saidah yang juga ikut mencium bau tubuh Roky tapi sama sekali tidak berbau busuk malahan berbau harum aroma parfum.


"Kau ini tidak bisa mencium?" tanya Roky dengan menatap kesal ke arah Ara, nek Saidah menatap lekat Ara dan melihat kenapa anak itu bisa muntah saat mencium bau tubuh Roky.


"Kau hamil nak?" tanya nek Saidah kepada Ara karna dia tau betul jika orang hamil sangat sensitif dengan bau parfum meskipun itu harum, Mata Roky membulat saat mendengar pertanyaan dari nek Saidah dan setelah itu menoleh ke arah Ara.


"Nenek tau dari mana?" tanya balik Ara karna setau nya dia tidak pernah bercerita kepada nek Saidah tentang kehamilan nya.


"Kau mual mual dan tidak kuat mencium bau tubuh Roky sangat nampak jika kau hamil nak" jelas nek Saidah, Ara menundukkan kepala nya dan mengusap lembut perut datar nya itu.


"Iya, Ara hamil" jawab Ara dengan kepala yang masih menunduk dan tangan yang masih mengusap perut nya. Nek Saidah sangat kaget mendengar itu karna dia tidak tau jika Ara sudah menikah begitupun dengan Roky.


"Wanita ini hamil? percuma saja cantik jika sudah hamil tanpa suami" guman Roky menatap jijik terhadap Ara.


"Ayo kita duduk di sana" ajak nek Saidah dan mengajak Ara duduk di atas kursi yang ada di dapur itu. Ara mengiyakan nya dan mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi di sana begitupun dengan nek Saidah dan juga Roky yang ikut.


"Kau sudah menikah?" tanya nek Saidah kepada Ara dengan menatap lekat wajah Ara, Ara menundukkan kepala nya dan setelah itu langsung mengangguk mengiyakan nya.


"Di mana suami mu? kenapa kau malah ke sini saat kau sedang hamil? dan kapan kau menikah Kenapa tidak memberitahu nenek?" tanya nek Saidah berturut turut kepada Ara. Ara belum menjawab dan masih menundukkan kepala dan mengusap perut datar nya itu.


"Apa Dewa suami mu?" tanya nek Saidah yang mengenal Dewa bukan Nathan, Ara menggelengkan kepala nya menandakan jika bukan Dewa suami nya.


"Jadi siapa ayah dari anak itu nak?" tanya nek Saidah yang ingin sekali tau masalah Ara ini.


"Nathan" jawab Ara dengan menundukkan kepala nya dan mengusap lembut perut nya itu.


"Nathan adalah suamiku, Aku menikah dengan nya sejak satu tahun lalu karna di jodohkan dan sekarang aku hamil anak nya" jelas Ara dengan kepala yang masih menunduk dan senyum yang melebar menatap perut nya itu.


"Nathan? siapa dia? dan bukan nya kau menjalin hubungan dengan Dewa?" tanya nek Saidah karna dia tidak tau siapa itu Nathan.

__ADS_1


"Nathan sepupu nya kak Dewa dan kak Dewa sudah meninggal beberapa tahun lalu karna kecelakaan" jelas Ara lagi karna nek Saidah sama sekali tidak mengetahui berita itu karna waktu itu dia masih dalam kondisi bahagia bisa bertemu dengan cucu nya yakni Roky. Mata nek Saidah membulat saat mendengar pernyataan dari Ara yang mengatakan jika Dewa sudah meninggal.


"Astaga maafkan nenek" ucap nek Saidah yang merasa bersalah akibat bertanya masalah itu. Ara mengangkat kepala nya dan tersenyum menatap nek Saidah.


"Lalu kenapa kau malah ke sini dalam keadaan hamil seperti ini? seharus nya kau bersama suami mu" ucap nek Saidah lagi dengan menatap lekat wajah Ara, Ara kembali menundukkan kepala nya dan merasa malas untuk mengingat hal yang sudah membuat nya pergi dari rumah, Roky menatap lekat wajah Ara yang nampak malas dan tidak ingin bercerita.


"Sudah nek, Jangan banyak bertanya kepada nya, Dia ini sedang hamil suruh saja dia istirahat" ucap Roky yang mengerti akan Ara yang tidak ingin bercerita tentang masalah nya saat ini. nek Saidah menoleh ke arah cucu nya itu dan Roky menggelengkan kepala nya menandakan jika jangan bertanya lagi kepada Ara.


"Yasudah ayo kita naik ke kamar mu di atas, Sudah nenek bereskan bersama Roky tadi pagi" ucap nek Saidah, Ara mengangguk mengiyakan nya dan beranjak berdiri dari duduk nya dan mengikuti nek Saidah naik ke atas dan Roky hanya mengikuti mereka dari belakang dengan membawa koper milik Ara.


"Apa yang terjadi dengan wanita ini?" guman Roky dengan menatap punggung Ara karna dia juga penasaran apa yang terjadi dengan Ara.


Di tempat Nathan.


Nathan belum kembali ke rumah nya dan masih mengendarai mobil mencari keberadaan sang istri yang pergi entah kemana, Dia juga sudah mengunjungi panti tapi dia tetap tidak menemukan istri nya di sana. Nathan menghentikan mobil nya di tepi jalan, Nathan meletakkan kepala nya di atas tangan nya yang ia letakkan di setir mobil nya itu.


"Huh" Nathan mendengus kasar karna tidak menemukan istri nya.


"Sayang kau di mana?" ucap Nathan yang sedikit kelelahan mengendarai mobil untuk mencari sang istri.


"Aku akan mencari mu sampai dapat" ucap Nathan dan kembali melajukan mobil nya menyusuri jalan jalan di jakarta itu.


"Itu dia mobil Nathan" ucap Vino dan langsung menyuruh sopir menghentikan mobil tepat di belakang mobil Nathan, Vino turun dari mobil dan berjalan ke arah mobil Nathan.


"Nat" panggil Vino dari luar jendela sambil mengetuk pintu jendela mobil itu. Nathan menoleh ke luar dan melihat jika Vino yang mengetuk, Dia menurunkan kaca mobil nya dan menatap datar ke arah Vino dengan wajah pucat nya.


"Ada apa?" tanya Nathan datar kepada Vino.


"Wajah mu pucat sekali, Biarkan aku yang mengemudi mobil ini" ucap Vino, Nathan tidak menjawab nya dan berpindah duduk ke sebelah, Vino yang sudah melihat Nathan berpindah pun langsung membuka pintu dan masuk ke dalam mobil di tempat kemudi.


"Lanjutkan mencari istriku" perintah Nathan.


"Aku sudah menyusuri jakarta untuk mencari Ara tapi aku belum menemukan nya begitupun dengan para anak buah yang di kerahkan oleh ayah" jelas Vino dan langsung melajukan mobil nya menuju ke rumah karna dia bisa melihat jelas wajah kelelahan Nathan di tambah lagi hari sudah mulai gelap.


"Kenapa kau malah pulang? lanjutkan mencari istriku" teriak Nathan yang tidak terima jika Vino melajukan kemudi kembali ke rumah.


"Kau harus istirahat, Wajah mu pucat, Biar orang suruhan ayah saja yang mencari nya" jawab Vino dan tidak menuruti kemauan Nathan, Nathan tidak menjawab nya dan menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi mobil itu.

__ADS_1


"Di mana kau wanita bodoh" guman Nathan dengan menatap jalanan yang ia lewati. Vino menoleh sekilas ke arah Nathan dan bisa melihat jika Nathan merasa sangat kehilangan akan adik sambung nya itu.


Beberapa menit menempuh jalan akhirnya mereka sampai di rumah, Nathan langsung turun dan masuk ke dalam rumah, Saat masuk dia langsung melihat Delina ada di dalam rumah dan duduk di ruang tamu, Nathan tidak memperdulikan wanita itu dam langsung berlalu ingin menaiki lift tapi dengan segera Delina menarik tangan Nathan.


"Nathan" panggil Delina dengan memegang tangan Nathan, Nathan menoleh ke arah wanita itu.


"Aku akan bertanggung jawab dengan bayi itu tapi aku tidak akan menikah dengan mu sampai kapan pun" ucap Nathan dan melepaskan tangan Delina dari tangan nya karna dia ingat perkataan sang istri yang menyuruh menjaga bayi yang ada di dalam kandungan itu meskipun dia belum tau itu anak nya atau bukan. Nathan langsung menaiki lift dan memencet lantai tiga menuju ke kamar nya, Sesampai di lantai tiga dia langsung menuju ke kamar dan masuk ke dalam kamar nya dan mengunci pintu kamar nya.


"Syukurlah jika dia ingin bertanggung jawab" guman Delina yang senang mendengar perkataan Nathan meskipun tidak menikahi nya.


"Apa apaan Nathan ingin bertanggung jawab dengan anak itu, Itukan belum tentu anak nya" guman Vino yang kesal akan Nathan yang langsung ingin bertanggung jawab dengan anak itu tanpa tau itu anak nya atau bukan.


"Masuklah, Ini kamar untuk mu" ucap Nita karna dia juga ada di sana dan bisa mendengar perkataan anak nya tadi dan dia juga tidak bisa menolak akan perkataan anak nya itu meskipun hati nya belum percaya tapi jika Nathan sudah berbicara Seperti tadi dia tidak bisa berbuat apa apa.


"Huh" Nathan mendengus kasar dan langsung menghempaskan tubuh nya ke atas ranjang kamar nya itu.


"Sayang kau di mana?" guman Nathan dengan menatap poto pernikahan nya dengan sag istri meskipun di poto itu sang istri nampak tak senyum dengan iklas tapi dia tetap memajang nya sejak poto itu di cetak.


"Kau sudah berjanji tidak akan meninggalkan ku" guman Nathan kembali.


"Aku mohon kembalilah, Aku akan membuktikan kepada mu jika itu bukan anak ku" ucap Nathan lagi dan beranjak berdiri untuk membersihkan diri.


"Dasar wanita ini" guman Erina yang terlihat tidak suka akan Delina. Delina masuk ke dalam kamar yang di tunjukkan oleh Nita untuk nya itu dan setelah itu langsung mengunci pintu kamar itu.


"Hey kenapa wajah mu Seperti itu?" tanya Vino kepada sang istri.


"Aku kesal dengan wanita jalang itu" jawab Erina dengan nada kesal nya dan untung nya dia sedang berada di lantai dua dan Delina tidak mendengarkan nya.


"Sudah lah, Lihat anak kita sudah mengantuk bawa dia ke atas" ucap Vino kepada sng istri, Amel mengiyakan nya dan langsung menggendong anak nya itu dan naik ke lantai di mana kamar nya terletak.


Di tempat Ara.


"Nenek tinggal ke bawah dulu, Turun nanti ya jika nenek mamnggil" ucap nek Saidah kepada Ara, Ara mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar menatap nek Saidah dan nek Saidah pun berlalu dari sana dan Roky meletakkan koper pakaian milik Ara ke dalam kamar itu.


"Terima kasih" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap Roky. Roky membalas senyuman itu dan langsung berlalu ke bawah.


"Nenek tau siapa itu Nathan?" tanya Roky kepada nek Saidah.

__ADS_1


"Nenek juga tidak tau karna nenek tidak hadir di acara pernikahan nya dulu" jawab nek Saidah akan pertanyaan cucu nya itu. Roky terdiam dan menatap nenek nya yang sedang memasak itu, Dia mendudukkan tubuh nya di atas kursi yang ada di dapur itu dan mencoba berpikir tentang ekspresi Ara tadi.


__ADS_2