
"Hem baiklah, Jangan lupakan kami" jawab Roky dan langsung mematikan telpon itu begitupun dengan Ara.
"Mana mungkin aku melupakan orang yang sudah membantuku" guman Ara dengan senyum yang mengambang menatap poto profil Roky.
"Kenapa kau tersenyum? berbalas pesan dengan siapa hem?" tanya Nathan dengan menatap lekat istri nya itu.
"Bukan urusan mu" jawab Ara dan kembali memasang wajah datar nya menatap Nathan.
"Jelas saja urusan ku, Berikan aku melihat nya" ucap Nathan dan ingin mengambil ponsel sang istri, Ara tidak memberikan nya dan menjauhkan ponsel itu dari Nathan.
"Pokus lah ke kemudi" ucap Ara yang takut terjadi kecelakaan yang sama terjadi, Ara menundukkan kepala mya menandakan jika dia takut akan Nathan yang tidak pokus ke kemudi itu dan Nathan bisa melihat jelas wajah istri nya yang ketakutan itu.
"Jngan takut, Aku akan pokus ke kemudi" ucap Nathan dan kembali pokus ke kemudi nya. Ara tidak menjawab dan masih menundukkan kepala nya dengan pikiran yang kembali ingat akan Dewa.
"Aku takut sekali" guman Ara dengan menggenggam erat tangan nya satu sama lain dan itu menandakan jika dia sangat ketakutan. Nathan bisa melihat jika sang istri tengah ketakutan dan dia pun melambatkan laju kemudi nya itu biar kan saja jika lambat sampai di jakarta yang penting istri nya tidak takut dan tidak akan terjadi apa apa dengan istri nya.
Nathan menoleh ke kaca spion yang ada di atas nya dan melihat jika anak anak nya sudah tertidur nyenyak di belakang mungkin karna kelelahan. Nathan kembali menoleh ke arah sang istri yang nampak masih belum tenang. "Sayang tenang lah, Tidak akan terjadi apa apa" ucap Nathan kepada sang istri tanpa memegang tangan sang istri karna dia tau jika sang istri tidak menyukai itu. Ara tidak berbunyi dan hanya diam di tempat dengan perasaan dan pikiran yang entah kemana. Nathan menghentikan mobil nya di tepi jalan dan menatap lekat sang istri yang kadang memejamkan mata kadang tidak.
"Tidak akan terjadi apa apa" guman Ara dan menggelengkan kepala nya supaya dia sedikit bisa tenang. Nathan mengapai tangan sang istri yang menggepal itu dan menatap lekat wanita itu, Ara menoleh ke arah Nathan yang menggenggam tangan nya dan ikut menatap lekat wajah suami nya itu. Nathan bisa melihat jelas ketakutan dan kehawatiran sang istri lewat mata wanita itu.
"Tidak usah takut, Tidak akan terjadi apa apa" ucap Nathan yang mencoba menenang kan istri nya itu. Ara tidak menjawab dan menatap lekat wajah suami yang sangat ia rindui itu.
__ADS_1
"Percayalah kepadaku, Tidak akan terjadi apa apa asalkan tenang dan santai" ucap Nathan saat melihat istri nya hanya menatap nya dan tidak memberikan respon. Ara masih belum menjawab dan Nathan yang tidak tau cara untuk menenangkan sang istri pun langsung memeluk wanita itu dan mengusap lembut punggung nya.
"Percaya kepada ku, Tidak akan terjadi apa apa" ucap Nathan lagi sambil mencium pucuk kepala sang istri, Ara tidak menjawab nya dan membalas pelukan yang sangat ia rindui itu, Dia menggenggam erat jas yang di kenakan sang suami. Nathan melepaskan pelan pelukan nya dari sang istri dan kembali menatap wanita itu.
"Tarik nafas mu dan tenang" perintah Nathan kepada sang istri, Ara mengiyakan nya dan mengikuti ucapan sang suami.
"Huh" Ara menarik dalam nafas nya dan setelah itu membuang nya, Nathan tersenyum melihat itu dan mencium sekilas pucuk kepala sang istri dengan penuh kasih sayang.
"Sudah tenang?" tanya Nathan kepada sang istri, Ara mengangguk mengiyakan nya dan merasa sedikit tenang meskipun tidak sepenuh nya tenang. Nathan yang melihat anggukan sang istri pun langsung kembali melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang.
Beberapa jam menempuh perjalanan panjang akhirnya mereka sampai di rumah sakit alamat yang di berikan oleh ibu nya. Nathan memarkirkan mobil nya di parkiran rumah sakit itu dan setelah itu Ara dan dia beranjak turun untuk mengambil anak mereka. Nathan membangunkan Yuna begitupun dengan Ara yang membangunkan Okta, Nathan menggendong Yuna masuk ke dalam rumah sakit besar itu dan Ara menggendong Okta masuk, Nathan selalu ingin bersama anak Ara yang ia yakini adalah anak nya itu dan tidak ingin pisah tapi perhatian nya tetap ada dan adil untuk Okta.
"Kak" panggil Ara yang menghentikan langkah kaki Nathan, Nathan menoleh ke belakang dan melihat istri nya tidak lanjut berjalan.
"Berikan Yuna kepada ku, Kau bawa Okta bertemu dengan mama nya, Aku akan menunggu di sini" jawab Ara dengan menurunkan Okta dan mengambil Yuna dari suami nya, Nathan memberikan Yuna kepada Ara dan setelah itu menggendong Yuna.
"Ikut saja ke sana, Tidak akan terjadi apa apa" ucap Nathan kepada sang istri dengan menggendong Okta.
"Kau saja" jawab Ara dan memundurkan tubuh nya saat Nathan ingin menggapai tangan nya.
"Kau tidak apa apa?" tanya Nathan karna takut sang istri akan kembali pergi saat dia ke ruangan Delina. Ara menggelengkan kepala nya dengan senyum yang melebar dan setelah itu Nathan pun masuk ke dalam ruangan Delina yang tidak jauh dari dia dan istri nya berhenti tadi.
__ADS_1
Semua orang yang ada di ruangan itu menoleh ke arah pintu saat pintu terbuka dan terlihat Nathan masuk dengan membawa Okta. "Sayang" ucap Delina saat melihat Okta.
"Mama" ucap Okta dan ingin turun dari pelukan Nathan, Nathan menurunkan anak nya itu dan mendudukkan nya di atas kursi yang ada di samping Delina.
"Mama kenapa?" tanya Okta dengan isakan nya.
"Mama tidak apa apa" jawab Delina dengan senyum yang melebar dan suara yang sedikit sekali akibat susah untuk berbicara.
"Kau bukan anak papa Nathan nak" ucap Delina kepada anak nya itu supaya anak nya tau yang sebenar nya.
"Aku anak papa Nathan" ucap Okta.
"Kau bukan anak papa Nathan, Kau anak papa Yuda" ucap Delina dengan menoleh ke arah Vino yang ada di sana.
"Sayang ini papa" ucap Yuda dengan membentangkan tangan nya dan ingin memeluk Okta.
"Dia bukan papa ku, Papa ku papa Nathan" jawab Okta yang tidak terima akan pernyataan Delina.
"Nak itu papa Yuda memang papa mu dan papa Nathan mempunyai anak dan itu bukan kau" ucap Delina lagi dengan mengusap lembut kepala anak nya itu.
"Tidak, Papa Nathan adalah papa ku" ucap Okta dan langsung berlalu keluar. Ara yang ada di depan pintu ruang itu pun langsung menangkap Okta yang hampir saja menabrak nya. Nathan ingin mengejar Okta tapi Delina melarang nya.
__ADS_1
"Kejarlah anak mu" ucap Delina dengan menatap Vino, Yuda mengiyakan nya dan langsung keluar mencari anak nya.