Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Diam


__ADS_3

"Berarti dia dari rumah kakek?" guman Nathan menatap lekat wajah sang istri yang sangat pucat itu.


"Maafin aku sayang" ucap Nathan kembali merasa bersalah karna dirinya lah sang istri terbaring lemah seperti ini. Nathan merebahkan tubuhnya di samping sang istri dan dia bisa merasakan hangatnya suhu badan sang istri.


"Astaga panas banget" ucap Nathan dan langsung berdiri dan menuju ke bawah.


"Den" sapa bi Imah. Nathan hanya menjawabnya dengan senyuman dan mengambil kain dan mangkuk dan memasukkan air ke dalam mangkuk itu.


Setelah selesai Nathan kembali ke kamarnya dan menggeser kursi hingga sampai di samping ranjang dan dia langsung mengompres sang istri. Nathan sangat merasa bersalah saat melihat wajah pucat wanita yang ia cintai itu.


"Maafin aku" ucap Nathan kembali sambil menggenggam tangan mungil sang istri. Ara terbangun dari pingsannya dia berusaha membuka matanya dengan sempurna.


"Auuu" rengek Ara yang terdengar oleh Nathan.


"Jangan banyak gerak" ucap Nathan lembut saat melihat sang istri ingin duduk. Ara melepaskan tangan yang di genggam oleh sang suami dan berpura pura memegang kepalanya.


"Kepala kamu masih sakit?" tanya Nathan sambil mengambil tangan sang istri dan memegang kepalanya. Ara menepis kasar tangan sang suami tanpa berbicara apa apa.


Ckleekk

__ADS_1


Pintu kamar mereka terbuka dan masuk lah Nita dengan membawakan nampan berisi makanan dan minuman untuk sang menantu. Ara menatap mertuanya itu yang berjalan ke arahnya. Nita mendudukkan tubuhnya di depan Ara karna Ara sudah duduk meskipun Nathan melarangnya.


"Buat siapa bunda?" tanya Ara.


"Buat kamu sayang" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya.


"Biar Nathan aja bun yang suapin Ara" ucap Nathan.


"Yaudah bunda keluar dulu soalnya mau nemenin ayah" ucap Nita sambil melebarkan senyumannya dan langsung berlalu.


"Buka mulut" ucap Nathan lembut. Ara tidak membuka mulutnya dan dia mengambil alih makanan yang ada di tangan sang suami tanpa mengeluarkan kata apapun.


Ara sudah selesai makan dan ingin berdiri untuk meletakkan bekas makannya tapi Nathan melarang. "Biar aku aja" ucap Nathan. Ara masih tidak menjawab dan dia juga tidak menghentikan niatnya untuk berlalu.


Nathan mengikuti sang istri yang berlalu ke bawah karna takut istrinya itu kenapa napa. Ara meletakkan nampan yang ia bawa tadi ke dekat tempat pencuci piring.


"Ara" sapa Erina dan langsung memeluk sahabatnya itu sedangkan Vino dan Nathan dia hanya menatap tingkah istri masing masing.


"Gue mau kerumah Sheyla" ucap Ara menatap lekat wajah Erina dan terdengar oleh Nathan.

__ADS_1


"Gak boleh kamu lagi sakit" jawab Nathan. Ara tidak menjawab perkataan sang suami.


"Lo mau ikut?" tanya Ara menatap lekat Erina. Erina menatap ke arah Nathan dan Vino dan Vino mengangguk mengiyakannya.


"Kalo gak mau gue bisa pergi sendiri" ucap Ara dan langsung berlalu kembali ke kamarnya dan terlebih dahulu dia membersihkan tubuhnya dan baru dia mengenakan bajunya.


"Kamu gak boleh pergi" ucap Nathan yang melihat sang istri sedang duduk di depan meja rias. Ara tidak memperdulikannya mau itu menatap ataupun menjawab perkataan sang suami.


Ara langsung berdiri dan ingin berlalu tapi Nathan menarik tangannya. "Sudah aku bilang kamu ini gak boleh pergi.....kamu masih sakit" ucap Nathan menatap lekat sang istri yang tidak menatapnya.


"Ara ayo" teriak Erina dari luar. Ara langsung menepis kasar tangan sang suami sampai akhirnya terlepas dan dia langsung keluar dari kamar itu.


"Ayo" ajak Ara saat melihat Amel yang sudah siap dan sangat jelas nampak sekali perut buncit wanita itu.


"Sudah aku bilang kamu gak boleh pergi" ketus Nathan yang masih bisa menahan emosi akan sang istri yang tidak menjawab perkataannya ataupun menatap ke arahnya.


Ara tidak menjawabnya dan langsung berlalu turun ke bawah. "Bunda...Ara sama Erina mau keluar bentar" ucap Ara saat melihat Nita.


"Hati hati ya nak" ucap Nita. Ara dan Erina langsung berlalu keluar dari rumah itu dan mereka berdua menaiki taxi dan hujan juga sudah reda.

__ADS_1


__ADS_2