
"Iya" jawab Nathan. Ara kembali terisak dalam pelukan suaminya itu dan Nathan membiarkannya sampai akhirnya Arapun tertidur di pelukan Nathan.
Nathan yang merasa jika istrinya itu tertidur langsung menggendong depan seperti mengangkat anak kecil untuk kembali ke kamar.
Nathan merebahkan tubuh istrinya itu di atas kasur yang menyelimuti tubuh mungil itu menggunakan selimut tebal berwarna putih.
Nathan menatap lekat wajah istrinya itu yang nampak sangat sembab akibat menangis. Htinya sakit melihat wanita yang ia cintai itu menangis tepat di pelukannya tadi. "Aku bakal cari buktinya" ucap Nathan dan mencium pucuk kepala istrinya itu dan langsung berlalu menuju ke balkon tadi.
"Selamat malam tuan" ucap Agam saat telpon itu sudah tersambung.
"Kamu cari tau penyebab kecelakaan yang di alami oleh pak Zidan wijaya dan juga ibu Rianti wijaya sembilan belas tahun yang lalu" perintah Nathan.
"Baik tuan akan saya usahakan tapi saya tidak bisa terburu buru karna kejadian ini sembilan belas tahun lalu tuan" jawab Agam.
"Yasudah jika kamu mendapatkan apapun informasi tentang itu tolong secepatnya kabarkan kepada saya kamu mengerti?" ucap Nathan tegas karna memang dia orang yang sangat tegas maka dari itu banyak karyawan yang takut dan segan kepadanya.
__ADS_1
"Baik tuan saya mengerti" jawab Agam. Nathan langsung mematikan telpon itu dan menutup pintu balkon setelah itu dia menuju ke ranjang dan ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya itu dengan memeluk tubuh mungil itu.
Keesokan paginya Ara terlebih dahulu terbangun dari tidurnya dan berusaha membuka matanya yang terasa sedikit perih akibat menangis dan dia juga mengucek matanya dengan pelan. Nathan yang merasakan jika ada yang bergerak pun langsung terbangun dan melihat istrinya yang sedang mengucek mata.
"Hey jangan di kucek" ucap Nathan dan menyingkirkan tangan istrinya itu dari matanya.
"Mata gue perih" jawab Ara dengan mata yang tak terlalu terlihat. Nathan langsung bangun dari baringnya dan menundukkan kepalanya dan meniup mata istrinya itu.
Mata Ara nampak berkedip ketika suaminya itu meniup nya. "Ini bukan kemasukan debu" ketus Ara dan menyingkirkan tangan suaminya itu dan langsung duduk dan tak sengaja tercium dengan wajah laki laki yang menundukkan wajahnya di depannya itu.
Nathan menatap lekat wanita yang tadi menciumnya itu. "Kenapa sih suka banget ngegoda aku" ucap Nathan sambil melihat bibir cery wanita yang sudah menjadi istrinya itu. pipi Ara nampak memerah akibat malu dia menarik nafas panjang dan berharap jika suaminya itu menyingkir dari sana.
Tok...tok...tok
"Non Ara" panggil bi Nur.
__ADS_1
"Untung bi Nur dateng" guman Ara dan membuang nafas yang sudah ia tarik tadi.
"Sana buka" ketus Ara.
"Kamu aja sana" jawab Nathan.
"Gak liat ini kalo keliatan banget abis nangis......lo mau gue bilang sama bi Nur kalo lo KDRT?" ancam Ara. Nathan tidak menjawab perkataan istrinya itu dan langsung turun dari ranjang dan membukakan pintu kamar itu.
"Kenapa bi?" tanya Nathan saat sudah membuka pintu.
"Ini den bibi mau kasih bajunya non Ara tadi ada kurir yang anter kesini" jawab Nur.
"Yaudah bi makasih ya" jawab Nathan sambil melebarkan senyumannya bi Nurpun berpamitan untuk ke bawah dn Nathan mengiyakannya dan setelah itu Nathan kembali menutup pintu kamarnya itu dan menatap ke arah ranjang dan tak mendapati istrinya lagi.
Terdengar suara guyuran air dari dalam kamar mandi. Nathan pun yakin jika istrinya itu sedang mandi diapun membuka paperbag itu dan melihat apa isi di dalamnya.
__ADS_1