
"Kau pekerja baru di sini?" tanya wanita itu karna setau nya semua pekerja di sana mengenal nya karna dia mantan kekasih Nathan saat SMA.
"Saya sudah satu tahun bekerja di sini" jawab satpam tadi.
"Pantas saja kau tidak mengenalku" ucap wanita itu dengan menatap sinis ke arah satpam tadi. Dahi Ara kembali mengerut saat mendengar ucapan wanita itu dan menatap heran ke arah wanita itu.
"Siapa wanita ini?" guman Ara yang tidak tau siapa wanita yang ada di hadapan nya saat ini.
"Saya Delina, Kekasih bos kamu" ucap wanita itu dengan tatapan datar nya.
"Hah?" ucap Ara yang kaget dan terdengar oleh Delina dan juga satpam tadi. Delina dan satpam tadi menoleh ke arah Ara dengan tatapan bingung.
"Kenapa kau seperti nya keget mendengar ucapan ku?" tanya Delina dengn tatapan datar menatap Ara.
"Hem?" ucap Ara dengan menatap bingung ke arah Delina.
"Ada apa ini?" tanya Nathan yang baru saja keluar bersama rekan kerja nya karna dia mengantar rekan kerja nya itu. Delina dan satpam tadi menoleh ke arah Nathan sedangkan Ara dia berlindung di balik tubuh satpam yang jauh lebih besar dari tubuh nya.
"Delina?" ucap Nathan dengan tatapan bingung menatap Delina.
"Sayang" ucap Delina dan langsung menaiki tangga yang hanya beberapa itu dan langsung memeluk Nathan. Mata Ara membulat saat melihat Delina yang memeluk suami nya itu.
__ADS_1
"Aku merindukan mu sayang" ucap Delina dengan masih memeluk erat tubuh Nathan. Ara mengintip ke arah suami nya itu.
"Apa apaan ini?" guman Ara yang kesal menatap itu di tambah lagi Nathan yang tidak menolak di peluk oleh Delina. Nathan menoleh ke arah satpam dan melihat sedikit wajah wanita di belakang satpam kantor nya itu.
"Dia melihat ku" guman Ara dan kembali berlindung di belakang satpam tadi dan langsung berlaku dengan mengendap endap tanpa di ketahui oleh Nathan.
Brukk
Ara menabrak seseorang dari depan karna dia menundukkan kepala nya. "Nona hati hati" ucap lelaki itu dn suara itu sangat tidak asing di telinga nya. Ara mengangkat kepala nya dan melihat jika itu Aldi.
"Ara?" ucap Vino dengan nada sedikit meninggi dan terdengar oleh Nathan. Ara menoleh ke belakang dan melihat Nathan berusaha melihat ke arah nya diapun dengan segera menarik tangan Vino dan bersembunyi di balik gedung itu bersama Vino.
"Ada apa?" tanya Vinonkepada Ara.
"Berikan jas mu" ucap Ara kepada Vino.
"Untuk apa?" tanya Alfin kepada Ara.
"Berikan saja" ketus Ara dan melepaskan jas yang di kenakan oleh Vino sampai terlepas dan setelah itu dia langsung mengenakan nya ke tubuh nya. Ara juga melepaskan dasi yang di kenakan oleh Vino dan mengikatkan dasi itu menjadi ikat rambut nya, Setelah itu Ara melepaskan sepatu dan juga kaos kaki nya.
"Ada apa dengan mu?" tanya Vino dengan menatap bingung ke arah Ara. Ara memegang sepatu nya itu dan sekarang dia tidak mengenakan alas kaki.
__ADS_1
"Antar aku untuk mencari taxi'' perintah Ara kepada Vino, Vino tidak menjawab nya dan masih menatap heran ke arah Ara. Ara langsung menarik tangan Vino dan meletakkan tangan Vino ke pinggang nya dan itu membuat mata Vino membulat.
"Apa yang kau lakukan?" tanya Vino kepada Ara saat Ara meletakkan tangan nya di pinggang Ara.
"Cepat jalan" perintah Ara kepada Vino dan langsung berjalan dengan manarik tangan Vino yang ada di pinggang nya itu. Nathan yang sedari tadi menatap ke sana pun heran akan Vino yang tidak mengenakan jas dan menggandeng wanita di samping nya.
Ara mencari taxi dan menghentikan salah satu taxi yang melintas di hadapan nya, Ara langsung masuk ke dalam taxi itu dan Nathan tidak nampak lagi melihat nya karna terlindung oleh banyak nya tanaman. Ara melepaskan jas dan dasi Alfin yang ia kenakan dan memberikan nya kembali kepada sang pemilik.
"Jangan kau bilang kepada Nathan tentang aku yang ada ke sini hari ini" ucap Ara kepada Vino.
"Kenapa?" tanya Vino dengan tatapan bingung kepada Ara.
"Aku bilang jangan ya jangan" ketus Ara dan langsung menutup pintu jendela taxi itu.
"Jalan pak" perintah Ara, Sopir taxi itu langsung melajukan mobil dengan kecepatan sedang menuju alamat tujuan Ara.
"Huh" Ara mendengus kasar dan menyenderkan tubuh nya di sandaran kursi taxi itu.
"Sayang kau kenapa hanya diam?" tanya Delina kepada Nathan.
"Apa apaan kau ini" ketus Nathan dan menepis kasar tangan Delina yang menggelayut di tangan nya. Nathan langsung masuk kembali ke dalam kantor dan menaiki lift dan Delina tidak tinggal diam dan mengikuti Nathan masuk ke dalam lift.
__ADS_1
"Wanita gila ini" guman Nathan karna memang dia sama sekali tidak pernah menyukai Delina dan dia pernah berpacaran dengan Delina pun karna Delina yang menyatakan perasaan kepada nya saat Delina jatuh sakit dan kedua orang tua Delina memohon kepada Nathan supaya menerima Delina sebagai pacar makanya dia dan Delina bisa sampai berpacaran.
Saat lift terbuka Nathan langsung keluar dan masuk ke dalam ruangan nya dan Delina hanya mengikuti nya. "Kenapa kau mengikutiku?" tanya Nathan datar kepada Delina yang mengikuti masuk ke dalam ruangan nya. Delina menutup pintu ruangan itu dan berjalan mendekat ke arah Nathan.