Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Emang salah kalo ngebantu orang?


__ADS_3

Tok....tok....tok..


Ara mengetuk pintu panti itu dan tidak lama kemudian keluar lah bu aini yang menjaga panti asuhan itu. "Loh neng" ucap bu aini saat melihat yang mengetuk pintu itu adalah ara sang pemilik panti itu.


"Neng kenapa malem malem kesini neng?" tanya aini.


"Tolongin temen ara bi" perintah ara dan aini langsung mengambil kotak p3k yang ada di panti itu. arapun langsung mengajak aldi duduk di atas sofa rung tamu yang ada di panti itu.


"Ini neng" ucap bu aini sambil menyodorkan kotak itu kepada ara.


"Ara gak bisa" ucap ara sambil menunjukkan tangan patahnya.


"Yaudah biar ibu aja" ucap aini dan ara langsung beranjak dari tempat duduknya itu dan berniat ingin ke dapur untuk memasak tapi dia ingat jika dia tidak bisa masak.


"Za qi" panggil ara yang melihat barqi dan reza duduk di sofa ruang tamu di panti.


"Kenapa?" tanya barqi.


"Tolongin gw masak.....gw gak bisa masak" ucap ara.


"Ada bahan bahannya?" tanya reza karna memang mereka berdua bisa masak dan itu juga di ajari oleh ara.


"Bu masih ada bahan bahan untuk masak?" tanya ara kepada bu aini.


"Cuma ada telor neng" jawab bu aini yang masih pokus mengobati aldi.


"Cuma telor ya bu" ucap ara lagi sedikit kecewa dan bu aini hanya mengangguk mengiyakan.


"Gapapa deh.....tolong masakin aja za...qi... gw laper banget" ucap ara dan barqi dan juga reza langsung masuk ke dapur dan menggoreng telor untuknya makan dan juga ara dan aldi sedangkan bu aini tadi sudah makan bersama anak panti.


Ara mencoba menolong membawa air minum ke ruang tamu karna aldi ada di sana dan dia juga malas makan di dapur. sedangkan barqi menyiapkan piring dan nasi setelah itu dia juga membawa semua itu ke ruang tamu dan reza yang di tugaskan menggoreng telor. "Susah banget" ucap ara karna sedikit kesusahan membawa air minum yang ada di dalam teko.


"Makanya kalo tangan cuma satu berfungsi gak usah sosoan mau nolong" ucap barqi karna mereka sudah terbiasa berbicara dengan satu sama lain seperti itu.


"Banyak omong lo" bentak ara.


"Nih udah mateng telornya" ucap reza dengan membawa telor yang ia goreng tadi dan meletakkannya ke tempat dimana nasi dan air minum tadi terletak.


"I like it" ucap ara dan ingin mengambil telor itu tapi barqi menghalanginya.

__ADS_1


"Sopan dikit ini ada tamu" ucap barqi.


"Oiya gw lupa" ucap ara dan kembali memundurkan sendoknya.


"Dok silahkan di ambil duluan....cuma seadanya disini dok" ucap ara.


"Kalian duluan aja" ucap aldi dan barqi yang mendengar itu langsung mengambil makanan itu dan menyantapnya dengan lahap.


"Dih berapa lama lo gak makan?" tanya ara.


"Dari tadi siang" jawab barqi dengan mulut penuh akan makanan. Ara tidak menjawab perkataan barqi diapun mengambil makanan itu dan melahapnya begitupun dengan reza tapi aldi hanya menatap merek bertiga makan.


"Sederhana tapi dia bisa bahagia" guman aldi sambil tersenyum dan ikut mengambil makanan itu dan menyantapnya. Sedangkan bu aini dia tadi pamit ingin istirahat dan mereka semua mengiyakan.


Aaaagkk


Barqi dan ara kekenyangan. "Dih jorok banget" ucap reza jijik.


"Dih jorok nya di mana coba? itukan menandakan orang kenyang kan qi?" tanya ara keada barqi dan barqi mengiyakan. tapi reza tidak memperdulikan ara yang di katakan oleh ara.


"Enak dok?" tanya ara kepada aldi dan aldi hanya mengangguk mengiyakan sambil melebarkan senyumannya.


"Kamu lagi ngapain?" tanya aldi yang baru sampai di dekat aldi yang membuat lamunan aldi terganggu dan dia melihat ke arah ara.


"Gak lagi ngapa ngapain kok" jawab ara.


"Aku boleh duduk?" tanya aldi dan ara hanya mengangguk mengiyakan.


Deny yang belum meninggalkan panti itu langsung mengambil poto ara lagi secara diam diam dan mengirimkannya kepada nita.


"Dany sand photo" Isi pesan yang di kirimkan oleh dany kepada nita. dan nita langsung membuka pesan itu.


"Di mana ini? kok ara sama dokter aldi?" gumannya dalam hati.


"Non ara lagi di panti asuhan mutiara nyonya dan dia bersama dua preman dan satu lagi saya kurang tau siapa nyonya karna tadi preman itu sempat memukuli laki laki itu nyonya" isi pesan deny yang dia kirimkan kepada nita.


"Teman laki laki yang duduk bersama dengannya itu adalah dokter aldi....dokter yang merawatnya....kamu jangan biarkan ara kenapa napa kamu ngerti?" isi pesan yang di kirimkan nita kepada deny.


"Baik saya mengerti nyonya" balas aldi.

__ADS_1


"Panti asuhan mutiara?" guman nita dengan mengingat ingat nama itu.


"Bunda kenapa?" tanya andre yang baru saja keluar dari toilet yang ada di dalam kamar mereka.


"Ayah tau panti asuhan mutiara?" tanya nita langsung kepada andre.


"Bukannya itu panti yang di bangun sama dewa sama pacarnya yaitu ara?" ucap andre yang membuat nita mengingat itu.


"Oiya panti yang mereka bangun" guman nita.


"Bunda kenapa nanyain itu?" tanya andre yang tidak mendapat respon apapun dari istrinya itu.


"Gapapa kok yah" jawab nita sambil melebarkan senyumannya.


****


Di panti terlihat ara dan aldi duduk berdua di kursi yang ada di panti itu. mata ara menyapu sekeliling area panti itu sedangkan aldi hanya menatap lekat wajah ara. sedangkan barqi dan juga reza belum selesai membereskan bekas makan mereka.


"Kamu temenan sama preman tadi?" tanya aldi yang membuat ara langsung menatap ke arahnya.


"Iya mereka temen saya dok" jawab ara sambil melebarkan senyumnya kepada aldi. aldi tidak menjawab perkataan ara dia hanya menatap lekat ke arah ara. ara yang tidak suka di tatap seperti itu langsung berbicara.


"Dokter gak usah hawatir mereka bukan orang jahat....mereka malak karna mereka gak ada uang dan orang yang mampu gak nolongin mereka....tapi dokter tenang aja mereka udah gak malak lagi mereka usah insaf" ucap ara sambil melebarkan senyumannya.


"Aku gak nyangka aja" ucap aldi.


"Gak nyangka gimana maksudnya dok?" tanya ara penasaran.


"Waktu tadi aku ngedengerin apa yang di bilangin papi kamu tentang kamu yang berteman dengan preman dan ngabisin uang dengan mereka" jelas aldi karna memang dia tidak percaya.


"Saya emang sering ngabisin duit mereka buat ngebantu orang yang kesusahan.....emangnya salah ya dok kalo saya yang merasa kehidupan berlebih dan ingin berbagi?" tanya ara sedikit sedih.


"Maksud kamu ngebantu?" tanya aldi sedikit bingung.


"Gak dok gapapa" jawab ara karna memang dia tidak ingin ada yang tau kemana pergi uang uang yang dia habiskan itu karna menurutnya itu tidak baik.


"Lo gak istirahat ra?" tanya reza yang masih melihat ara duduk di luar bersama dengan aldi. ara yang mendengar suara reza langsung menoleh ke arah reza.


"Gw belum ngantuk sih" jawab ara sambil menatap ke arah reza dan juga barqi yang baru saja selesai membereskan bekas makan mereka.

__ADS_1


__ADS_2