
Teo yang mendengar windi membentak ara langsung menenangkan windi. "Udah mi" ucap teo dengan suara kecil akibat tidak mau di pandang buruk oleh istri dari pengusaha terkaya seindonesia.
"Mami kesini cuma mau marahin ara?" tanya ara kepada windi dengan raut wajah datar tapi hatinya sangat sakit. tapi windi diam karna dia malu berdebat dengan ara di depan banyak orang.
Teo yang mendengar perkataan ara sedikit kasarpun mengode ke Andita dan juga Erina supaya mereka dan yang lain keluar dan meninggalkan windi ara dan juga dia di dalam. Erina dan Andita yang mengerti akan kode dari teo pun langsung pamit keluar. "Kita keluar dulu ya ra" pamit Andita dan di ikuti oleh Erina. Nathan dan Vino yang melihat Erina dan Andita keluar pun ikut keluar tapi tidak dengan nita.
Nita tida ingin keluar dari ruangan tersebut. nathan yang melihat sang ibu tidak mau keluar langsung menarik tangannya dan mengajaknya ke luar. "Ayo bunda" ucap nathan pelan.
"Tapi...." ucap nita terpotong oleh nathan yang bersi keras mengajaknya keluar dari ruangan tersebut.
"Ayo bun" paksa nathan kepada nita dan nita pun keluar dari ruangan tersebut.
Semua orang yang berada di ruangan tersebut keluar kecuali ara dan orang tuanya.
Ara yang melihat windi diam tanpa menjawab apa apapun mendengus kasar. "Mami kenapa diem?" tanya ara kepada windi.
"Mami mau jenguk kamu ara" ucap windi kepada ara.
"Sejak kapan mami peduli sama ara?.......kan dari dulu mami pedulinya sama sheyla..... dan untungnya sheyla sayang sama ara dan dia peduli sama ara" ucap ara datar kepada windi.
Windi mendengus kasar karna dia tidak mau meneruskan perdebatannya dengan ara. "Hah....tangan kamu masih sakit?" tanya windi lembut kepada ara tapi ara tidak menjawab.
"Mami ikut sedih denger kalo pacar kamu gak bisa di selamatkan nak" ucap windi kepada ara dan membuat ara sedikit bersedih tapi dia tidak menjawab.
Teo yang sedikit kesal karna ara tidak menjawab perkataan windi dan cuek terhadap ucapan windi. windi yang melihat teo emosi langsung menahan teo untuk memarahi ara.
"Nak mami mau ngomong sesuatu sama kamu" ucap windi kepada ara yang membuat ara melihat ke arahnya dan dia membalikkan lagi pandanganya ke luar jendela tapi tidak mengeluarkan sepatah katapun.
__ADS_1
Windi mendengus kasar. "Huh....kamu mau mami jodohin sama anak temen mami?" tanya windi kepada ara. seketika ara langsung menoleh ke arah windi dengan tatapan tak suka.
Nita yang sengaja tidak menutup rapat pintu ruangan tersebut bisa mendengar percakapan windi dan juga ara. dan dia sedikit kaget karna windi begitu cepat mengatakan bahwa dia akan di jodohkan. "Kenapa windi bilang sekarang sih" ucap nita dengan volume kecil tapi nathan mendengarkannya.
"Bunda kenapa?" tanya nathan kepada nita tapi nita tidak menjawab. nathanpun melihat ke pintu ruangan yang sedikit terbuka dan menapakkan sosok ara dan kedua orang tuanya.
"Mami apa apaan sih.....ara baru aja kehilangan kak dewa.....kenapa mami mau jodohin ara sama anak temen mami.......suruh aja Sheyla yang di jodohin.....ara masih sekolah" ucap ara dengan nada yang meninggi.
Nita yang mendengar perkataan ara yang mengatakan dia tidak mau di jodohkan mendengus kasar. Nathan yang melihatnya pun sedikit heran akan bunda nya tersebut.
"Tapi ara......dia maunya sama kamu bukan sama kakak kamu.....dia bilang dia bakal nunggu kamu sampe kamu mau" jelas windi kepada ara.
"Oke....kalo ara dalam 4 tahun gak nemuin jodoh ara terima perjodohan ini" ucap ara menantang windi.
Nita yang mendengar perkataan ara langsung tersenyum lebar dan bahagia karna ara berbicara seperti itu tapi dia juga sedikit sedih karna 4 tahun itu waktu yang sangat lama.
"Kamu bisa sopan sama mami kamu?" tanya teo yang sedari tadi geram akan nada bicara ara.
"Kamu ini ara kayak orang yang tidak pernah di ajarkan sopan santun" jawab teo yang sangat marah.
"Emangnya papi sana mami pernah ngajarin ara sopan santun?" tanya ara datar kepada teo yang membuat teo terdiam karna mereka sama sekali tidak pernah mengajarkan ara apa apa.
Ara yang melihat teo maupun windi terdiam langsung menjawab lagi. "Gak pernah kan?......jadi gak usah bilang ara gak punya sopan santun....kan ara gak pernah di ajarin sopan santun sama mami sama papi" ketus ara kepada kedua orang tuanya padahal hatinya sangat sakit ketika berbicara seperti itu.
Nita yang memperhatikan ara sedari tadi sedikit sedih karna ara sangat berbeda di depan orang lain dan di depan kedua orang tuanya. tiba tiba nita merasa ingin ke toilet. "Aduh....pake acara kebelet lagi" ucap nita dengan nada rendah dan langsung berdiri dan berjalan ingin menuju ke toilet tapi nathan tiba tiba menghentikan nya.
"Bunda mau kemana?" tanya nathan kepada nita.
__ADS_1
"Bunda mau ke toilet bentar" jawab nita dan berlalu ke toilet. nathan yang sedikit penasaran akan apa yang di dengar oleh ibunya tadi langsung beranjak duduk di dekat pintu. dan terlihat teo yang ingin memukul ara. nathan langsung kaget melihat itu.
Teo geram dengan ucapan ara yang sangat tidak enak untuk di dengar. "Kamu" ucap teo dengan mengangkat tangannya ingin menampar ara.
"Udah pi" tegah windi dengan memegang tangan teo.
"Mami kenapa nahan papi?.......kan biasanya mami biarin papi pukul ara.....mami malu ya kalo keliatan sama orang?" tanya ara dengan nada datar. teo semakin kesal akan ucapan ara itu.
"Kamu udah keterlaluan banget ara.....kami ini orang tua kamu" bentak teo.
Nathan semakin kaget akan yang sedang dia lihat.
"HAHAHA.....kalian orang tua ara?......bukan orang tua sheyla?" tanya ara sambil tertawa seperti orang mengejek.
"ara pikir orang tua ara bi nur sama mang mamat" sambung ara lagi.
PLAKKKK.....
Satu tamparan melayang di pipi ara tapi ara biasa saja. nathan yang melihat dari balik pintu sangat kaget melihat teo menampar ara. "Kamu jangan kurang ajar" bentak teo yang sedari tadi menahan emosinya.
"Kan ara emang kurang di ajar beneran pi" jawab ara datar.
Plakkkk.....
Satu tamparan lagi mendarat di pipi ara. "Udah pi....udah" tegah windi yang tidak bisa lagi menahan tangisnya ketika melihat ara di pukul oleh teo.
"Dia pantes dapet itu mi.....dia kurang ajar sama kita.....dia gak punya sopan santun sama kita" bentak teo yang membuat nathan semakin kaget.
__ADS_1
"Udah puas?" tanya ara seperti orang yang tidak kesakitan padahal pipnya sangat terasa sakit akibat tamparan teo yang cukup keras.
Teo yang tidak tahan lagi akan ucapan ucapan ara langsung mengajak windi pulang. "Ayo kita pulang" ajak teo sambil menarik tangan windi.