Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Mengakulah


__ADS_3

Qori langsung melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang menuju ke bandara. Di dalam mobil itu Ara seperti nya tidak mau berpisah dan terus terusan memegang tangan suami nya itu karna tidak mau berjauhan. Nathan bisa melihat jika sang istri berat untuk tidak mengikuti nya tapi wanita itu gengsi untuk mengaku.


"Kamu kenapa memegang aku terlalu erat? apa kamu gak mau pisah dari aku?" tanya Nathan dengan senyum mengejeknya kepada sang istri.


"Enggak, Siapa yang bilang kalo aku gak mau pisah dari kamu?" tanya balik Ara dengan melepaskan genggaman tangannya dari tangan sang suami.


"Mengakulah" ucap Nathan dengan senyum yang melebar.


"Sudah lah, Ayo turun" ajak Ara karna mereka sudah sampai di bandara. Qori terlebih dahulu membuka pintu untuk Nathan dan Ara dan setelah itu dia membuka bagasi dan mengambil koper milik Nathan.


Ara dan Nathan berjalan terlebih dahulu dan dia juga sudah berpamitan untuk berjalan terlebih dahulu dengan pak Qori. Mereka berjalan lambat memasuki bandara itu dengan Ara yang tidak ingin melepaskan tangan suaminya itu. Nathan tersenyum melihat istrinya itu.


"Apa yang kamu senyumin?" tanya Ara kepada sang suami.


"Kamu gakk bisa pisah dari aku kan?" tanya balik Nathan. Ara tidak menjawab nya dan memilih menggelayut di tangan sang suami. Nathan tersenyum melihat tingkah sang istri dan mengusap lembut kepala wanita nya itu.


"Cepatlah nanti nyusul aku ke bandung" ucap Nathan yang ingin masuk ke dalam bandara tempat orang memberi tiket.


"Kamu tunggu aku disana, Jangan macam maca disana" ucap Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang melebar sedangkan Qori dia tersenyum melihat keharmonisan rumah tangga Ara dan Nathan.


"Kabari aku kalo udah sampai nanti" ucap Ara. Nathan mengangguk mengiyakannya dengan senyum yang melebar


"Awas aja kalo kamu macam maca nanti" ancam Ara dengan membulatkan matanya. Nathan mengangguk mengiyakannya dan langsung memeluk istrinya itu.


"Yaudah aku berangkat" ucap Nathan dengan melepaskan pelukan nya dan mencium pucuk kepala sang istri dan berlalu meninggalkan istrinya itu. Ara melambaikan tangannya kepada sang suami dengan senyum yang melebar dan hati yang sedih untuk berpisah dengan suaminya itu.


Saat Nathan sudah tak nampak lagi Ara dan pak Qori langsung keluar dari bandara dan menuju ke mobil bersamaan. Ara masuk ke dalam mobil dan dia tidak banyak bunyi karna tidak ada teman untuk mengobrol. Qori sudah mengendarai mobil itu memasuki komplek perumahan Nathan.


"Pak berenti" teriak Ara yang melihat keponakan dan juga pamannya bermain di taman depan rumah. Qori langsung menginjak rem mobil itu.

__ADS_1


"Pak saya akan menginap disini ya" ucap Ara.


"Tapi nona..." jawab Qori.


"Tidak apa apa pak, Ini rumah kakek saya dan disini juga ada paman saya, Jadi bapak tolong jagakan rumah" jelas Ara.


"Yasudah nona" jawab Qori yang pasrah akan Ara yang ingin menginap di rumah kakeknya dan Qori juga yakin jika Rizal akan menjaga Ara dengan sangat baik. Ara langsung keluar dari mobil itu dan Qori pun langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang menuju ke kediaman pernandess.


"Ael" teriak Ara dengan wajah bahagianya. Kya dan Rizal menoleh ke arah sumber suara begitupun dengan Rafael.


"Onty" teriak Rafael balik dan langsung berlari menghampiri Ara karna dia merindukan aunty nya itu. Ara melebarkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan Rafael. Rafael langsung memeluk tubuh Ara yang berjongkok dan pelukan hangan Rafael di balas pelukan hangat pula oleh Ara.


"Onty kangen sama kamu" ucap Ara dengan mengusap kepala keponakannya itu.


"Ael juga kangen sama Onty" jawab Rafael.


"Hey kesini lah, Kamu gak merindukan paman dan bibi mu ini?" tanya Rizal kepada keponakannya itu.


"Onty, uncle mana?" tanya Rafael kepada Ara.


"Uncle ke bandung" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya dan mendudukkan tubuh nya di salah satu kursi yang ada di depan Rizal.


"Ngapain Nathan ke bandung nak?" tanya Rizal.


"Ada kerjaan di sana yang seharus nya di urus sama ayah, Tapi ayah kan ke amerika jadi Nathan yang gantiin nya" jelas Ara.


"Kamu kenapa gak ikut?" tanya Kya.


"Ara tiga hari lagi baru kesana, Kan paman sama bibi pulang tiga hari lagi dan besok nya anniversary pernikahan Ara sama Nathan dan Ara mau ngerayainnya disana" jelas Ara panjang lebar dan setelah itu melahap makanan yang ada di atas meja.

__ADS_1


"Wah ponakan bibi udah satu tahun nikah nya" ucap Kya yang sangat bahagia mendengar bahwa pernikahan Ara dan Nathan sudah berjalan satu tahun.


"Alhamdulillah bi" jawab Ara sambil melebarkan senyumannya.


"Selamat ya sayang" ucap Rizal kepada keponakannya itu dengan senyum yang mengembang saat melihat senyum Ara yang juga mengembang.


"Orang anniversary nya empat hari lagi kok ngucapinnya sekarang" jawab Ara. Rizal hanya menanggapi ucapan keponakannya itu dengan senyuman begitupun dengan Kya sedangkan Rafael dia melahap makanan sama seperti Ara.


Ara dan Rafael bermain bersama dan Kya dan juga Rizal yang melihat senyum mereka pun ikut tersenyum karna mereka menyukai nya. Mereka bermain hingga adzan dzuhur berkumandang dan mereka pun menghentikan main mereka dan masuk ke dalam rumah untuk melaksanakan sholat berjamaah.


Setelah selesai sholat Ara membantu Kya di dapur untuk masak makan siang sedangkan Rafael dan Rizal menunggu di meja makan. Setelah seleai masak Kya dan Ara meletakkan makanan yang mereka masak tadi di atas meja makan dan melahap makanan itu bersama sama.


Setelah selesai makan Ara dan Kya membereskan bekas makan mereka dan setelah itu mereka berdua menuju ke ruang tengah di mana Rafael dan Rizal ada di sana dan mereka sedang menonton televisi. Ara dan Kya mendudukkan tubuh mereka di kursi sofa itu.


"Paman" ucap Ara.


"Hem" jawab Rizal dengan menoleh ke arah keponakan an nya itu.


"Ara dua malam ini nginap disini ya" ucap Ara dan berharap pamannya itu boleh.


"Kenapa lama sekali? apa orang rumah tidak marah?" tanya Kya.


"Di rumah tidak ada orang" jawab Ara.


"Erina dimana? bukannya sudah keluar dari rumah sakit?" tanya Kya karna mereka juga menjenguk Amel kemarin dan tidak menemukan Ara.


"Erina di rumah orang tuanya dan bunda sama ayah ke amerika dan Nathan ke bandung" jelas Ara kepada bibi nya itu.


"Yasudah menginaplah sepuasnya disini" jawab Rizal.

__ADS_1


"Makasih paman" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap pamannya itu. Rizal hanya menanggapinya dengan senyuman dan kembali fokus ke televisi.


"Paman, bibi, Ara ke kamar atas dulu ya" pamit Ara, Kya dan Rizal mengangguk mengiyakannya karna mereka juga mengerti pasti Ara ingin menghubungi Nathan. Ara langsung berlalu dari ruang tengah dan berjalan menaiki anak tangga menuju ke kamar yang memang di tempati oleh nya jika menginap di sana.


__ADS_2