
"Tapi raut wajah mu seperti sedang tidak baik baik saja, Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Nathan dengan membalikkan tubuh istri nya dan sekarang mereka berhadapan, Nathan mengusap lembut wajah istri nya itu dan menyingkirkan rambut yang menutupi wajah istri nya itu.
"Tadi Yuda bilang jika kak Delina kecelakaan saat ingin menghampiriku ke bandung" jawab Ara akan pertanyaan sang suami itu.
"Jadi?" tanya Nathan kepada sang istri dengan menatap lekat wajah istri nya itu.
"Entahlah, Aku memikirkan masalah itu sekarang" jawab Ara akan pertanyaan suami nya itu.
"Sudahlah jangan di pikirkan ayo kita ikut istirahat bersama mereka" ajak Nathan dengan memegang tangan sang istri dan kembali masuk ke dalam kamar, Ara tidak menjawab nya dan hanya mengikuti sang suami. Nathan memejamkan mata nya dengan memeluk kedua anak nya yang juga tertidur itu sedangkan Ara tidak bisa tidur di siang hari, Ara pun memilih untuk memainkan ponsel sang suami yang ia ambil dari kantong celana suami nya itu dan mengotak atik ponsel itu tapi tidak ada yang ingin ia lihat dan itu membuat nya kembali meletakkan ponsel itu di atas meja bukan di saku celana sang suami dan mencoba untuk tertidur juga bersama anak anak dan suami nya itu.
"Hampir sore, Kami pamit pulang dulu tan" pamit Yuda kepada Nita.
"Iya, Okta bagaimana?" tanya Nita yang baru ingat akan Okta.
"Biar saja dia tidur di sini, Besok mereka juga akan ke bandung" jawab Yuda yang sangat mengerti akan anak nya itu yang lebih ingin bersama Nathan dan Ara. Nita mengangguk mengiyakan nya dan langsung berlalu dari sana dan kembali ke kediaman nya.
Nita beranjak dari duduk nya dan menuju ke atas sedangkan Andre dia bekerja dan belum kembali. Nita masuk ke dalam kamar Nathan dan Ara tapi dia tidak menemukan siapa siapa dan setelah itu dia kembali keluar kamar dan menuju ke kamar Yuna yang terletak di sebelah kamar Nathan dan Ara. Saat dia masik dia langsung melihat Ara, Nathan, Yuna dan juga Okta tertidur di atas ranjang bersama dengan kondisi kamar yang berantakan dan piring kotor ada di sana.
"Semoga akan selalu seperti ini" guman Nita dan langsung keluar dan menutup kembali pintu kamar itu dan langsung berlalu ke kamar nya di bawah.
Keesokan pagi nya.
__ADS_1
Ara terbangun terlebih dahulu dan membuka mata nya pelan, Saat dia membuka mata kamar itu sudah nampak bersih dan piring kotor pun juga sudah tidak ada di dalam kamar itu. Ara menoleh ke arah anak anak nya dan juga suami nya yang masih tertidur nyenyak dengan Okta yang berada di bawah dan kaki nya naik ke atas kaki Nathan dan Yuna yang memang berbaring di atas tubuh Nathan.
"Kasihan sekali dia" guman Ara dengan senyum yang mengembang saat melihat suami nya tertidur dengan di tindih oleh anak anak nya. Ara tidak mengganggu mereka dan beranjak berdiri dari duduk nya dan keluar dari kamar itu dan menuju ke kamar nya. Ara membersihkan tubuh nya di dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar nya itu dan setelah selesai mandi dia keluar dan bersiap siap untuk berangkat ke bandung tanpa membawa pakaian karna pakaian nya banyak di bandung begitupun dengan pakaian suami dan anak anak nya.
"Kau dari mana?" tanya Nathan tiba mengagetkan Ara yang sedang merias wajah.
"Kau ini mengagetkan saja" ketus Ara kepada sang suami. Nathan tidak menjawab nya dan mendekatkan wajah nya ke wajah sang istri.
"Kenapa?" tanya Nathan dengan tatapan datar menatap istri nya yang ada di kaca itu.
"Tidak" jawab Ara datar dan menggerakkan bahu nya supaya Nathan berpindah dari sana. Nathan menatap lekat istri nya itu.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Ara kepada Nathn dengan menatap nya dari cermin. Nathan masih diam dan setelah itu dia mencium sekilas bibir sang istri yang sudah di balut lipstik itu dan setelah itu langsung berlalu dari sana dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Ibu" sapa Okta dan Yuna secara bersamaan dengan pakaian yang sudah rapi begitupun dengan rambut mereka yang juga sudah rapi.
"Hey, Kalian sudah selesai mandi?" tanya Ara kepada anak anak nya itu.
"Hem" jawab Yuna mengangguk mengiyakan nya dengan senyum yang melebar.
"Siapa yang merapikan rambut kalian?" tanya Ara lagi.
__ADS_1
"Ayah" jawab mereka berdua secara bersamaan. Ara menatap lekat kedua anak nya itu dan baru ingat jika Nathan itu bisa menyisir dan mengikat rambut makanya dia bisa.
"Oh" jawab Ara mengangguk mengerti akan ucapan anak anak nya itu.
"Yasudah ayo kita keluar, Hari ini kita akan kembali ke bandung" ucap Ara dengan senyum yang melebar menatap kedua anak nya itu.
"Yey kembali ke bandung" teriak Okta dan Yuna secara bersamaan dan Ara pun ikut senang melihat kedua anak nya itu senang.
"Ayo" ajak Ara lagi dengan memegang tangan mereka berdua dan mengajak nya ke bawah tapi sebelum itu dia menghampiri kamar nya terlabih dahulu.
"Kak aku ke bawah terlebih dahulu" teriak Ara dari dekat pintu kepada sang suami.
"Iya" jawab Nathan, Ara pun langsung mengajak kedua anak nya itu berlalu dari sana dan menuruni anak tangga untuk meminta izin kepada Nita dan Andre yang belum pergi ke mana mana.
"Pagi nenek, Kakek" sapa Yuna dan Okta yang masih kompak berbicara sama dan bersamaan.
"Hey cucu nenek" sapa balik Nita, Yuna dan Okta berjalan mendekat ke arah Nita begitupun dengan Ara, Ara mendudukkan kedua anaknnya itu ke atas meja secara bergantian dan setelah itu dia mendudukkan tuhbuh nya di samping Okta. Ara menyiapkan makanan untuk nya dan juga anak anak nya dan memberikan nya kepada masing masing orang.
"Kalian mau langsung berangkat?" tanya Nita kepada Ara.
"Iya bunda" jawab Ara alan pertanyaan Nita.
__ADS_1
"Oh iya sayang, Kemarin papa mu bilang jika akan menyusul lima atau enam hari saat kau di sana bersama mama mu, Jadi kau tidak apa kan jika tinggal bersama ibu Ara dan ayah Nathan selama itu?" tanya Niita dengan menatap lekat wajah Okta yang ada di samping Ara karna dia baru ingat akan ucapan Vino dan Ressa kemarin yang mengatakan tentang hal itu.