
"Memang nya untuk apa kak?" tanya Ara dengan menatap lekat Roky.
"Itu ada orang yang ingin membeli makanan tapi makanan sudah habis dan dia papanya teman Yuna" jawab Roky akan pertanyaan Ara.
"Oh baiklah" jawab Ara.
"Kau jaga Yuna di sini" ucap Roky kepada Nyimas. Nyimas mengangguk mengiyakan nya dan masuk ke dalam kamar Ara dan juga Yuna.
Ara turun ke bawah dan memulai masak bahan yang tersedia. "Aku merindukan Nathan" guman Ara saat melihat bahan apa saja yang ada di dalam kulkas, Ara langsung memasak dengan cepat tapi rasa makanan yang ia masak itu tetap enak.
"Di mana orang yang ingin makan itu kak?" tanya Ara kepada Roky.
"Di luar" jawab Roky dari atas, Ara tidak melanjutkan ucapan nya lagi dan langsung beranjak keluar dari rumah dan melihat memang ada orang di depan, Ara meletakkan makanan dan minuman itu di atas meja di hadapan orang itu.
"Ini makanan nya pak" ucap Ara kepada lelaki yang sedang menundukkan kepala itu dan setelah itu langsung membalikkan tubuh nya dan berjalan kembali menuju rumah. Nathan seperti tidak asing dengan suara itu dan langsung mengangkat kepala nya. Nathan menatap wanita yang sedang berjalan menuju rumah.
"Seperti suara istri ku" guman Nathan dan berusaha ingin melihat siapa wanita yang berjalan membelakangi nya itu.
"Ah mungkin aku terlalu merindukan nya" guman Nathan kembali dan langsung melahap makanan yang ada di hadapan nya.
"Ah aku lelah sekali" guman Ara dan langsung mendudukkan tubuh nya di atas kursi sofa yang ada di dalam rumah itu. Ara memijat pelan kepala nya dengan mata yang terpejam dan setelah itu kembali membuka mata nya dan melihat lelaki yang sedang makan di luar rumah.
Mata Ara menyipit untuk melihat jelas siapa lelaki itu. "Nathan?" ucap Ara yang kaget melihat sang suami ada di depan rumah nek Saidah dengan mata yang membulat.
"Ara membalas pesan ku" ucap Nathan saat melihat ponsel nya dan melihat balasan dari sang istri.
"Maafkan aku"
"Hanya ini?" guman Nathan dengan wajah kecewa nya melihat balasan dari sang istri.
__ADS_1
"Tidak apa, Yang penting dia baik baik saja" guman Nathan kembali dan kembali mengirimkan pesan kepada istri nya itu.
Ara beranjak berdiri dan pindah dari duduk nya tadi ke tempat duduk yang ada di dekat jendela, Dia menatap lekat lelaki yang sedang berada nyata di mata nya itu. Senyum di wajah nya mengembang saat melihat suami nya baik baik saja dan dalam keadaan sehat.
"Aku sangat merindukan nya tuhan" guman Ara dengan wajah yang senyum mengembang akibat bahagia hingga air mata nya ikut jatuh membasahi wajah cantik nya.
"Syukur lah jika dia baik baik saja" guman Ara lagi dengan senyum yang masih mengembang menatap sang suami.
"Ibu" panggil Yuna dengan isakan nya dan membuat Ara menoleh ke arah Yuna yang sedang berada di dalam gendongan Nyimas.
"Ada apa sayang?" tanya Ara dan beranjak berdiri dan berjalan ke arah Nyimas dan mengambil anak nya dari pelukan Nyimas. Nathan menoleh ke dalam karna mendengar suara dan melihat wanita yang sedang menggendong anak.
"Aku tadi bermimpi ayah menjemputku dan mengajakku bermain" jawab Yuna dan kembali menangis.
"Shuuut" ucap Ara yang mencoba menenangkan anak nya itu.
"Sayang jangan menangis lagi" ucap Nyimas yang juga mencoba menenangkan Yuna.
"Ayah...." ucap Ara yang tidak bisa menjawab pertanyaan anak nya.
"Hey keponakan om kenapa?" tanya Roky yang baru saja datang dan mengambil alih Yuna dari Ara.
"Aku ingin bertemu ayah" jawab Yuna yang kembali terisak di pelukan Roky. Ara menatap ke arah Nathan yang tidak bisa melihat nya karna terhalang jendela.
"Ayah mu ada di depan sayang" guman Ara dengan wajah yang ikut sedih dan sedikit bersalah karna tidak mempertemukan anak nya dengan Nathan.
"Nanti kau akan bertemu dengan ayah mu yah, Tapi jangan menangis" jawab Roky dengan menghapus air mata yang sempat jatuh di wajah cantik dan menggemaskan Yuna. Nathan penasaran akan apa yang terjadi di dalam dan dia pun langsung beranjak berdiri dan menuju ke dekat pintu rumah.
"Permisi" ucap Nathan dan itu membuat Ara langsung membalikkan tubuh nya dan bersembunyi di belakang Roky yang jauh lebih besar dari nya. Roky dan juga Nyimas menoleh ke arah Nathan sedangkan Yuna masih menangis.
__ADS_1
"Yuna kenapa?" tanya Nathan kepada Roky.
"Dia ingin bertemu dengan ayah nya" jawab Nyimas akan pertanyaan Nathan. Nathan menoleh ke arah Nyimas dan setelah itu menoleh kembali ke arah Yuna.
"Boleh saya masuk?" tanya Nathan kepada Roky.
"Silahkan pak" jawab Roky mengiyakan nya. Nathan masuk ke dalam rumah itu dan melepaskan sepatu nya.
"Hey, Yuna kenapa?" tanya Nathan yang mendekat ke arah Yuna. Yuna tidak menjawab nya dan langsung memegang Nathan entah apa yang ia pegang. Roky melepaskan Yuna dari nya dan Nathan pun beralih menggendong Yuna.
"Bau ini" guman Nathan yang ingat dan hafal bau parfum sang istri.
"Aku akan ke atas" ucap Ara kepada Roky dan setelah itu langsung berlalu dengan sedikit berlari menuju ke atas. Nathan menatap wanita itu dan membuat nya sangat heran akan orang itu.
"Ayah" ucap Yuna dengan memegang wajah Nathan. Nathan memoleh ke arah Yuna begitupun dengan Roky dan juga Nyimas yang ikut menoleh ke arah Yuna.
"Hey dia bukan ayah sayang, Om ini papa Okta" jawab Roky akan ucapan Yuna.
"Ini ayah Yuna" ucap Yuna dan langsung merangkul leher Nathan dan langsung memeluk nya, Yuna menangis di pelukan Nathan itu, Roky ingin mengembail nya tapi Nathan menggelengkan kepala nya supaya Roky tidak mengambil Yuna.
"Hey anak pintar tidak boleh menangis" ucap Nathan yang mencoba membujuk Yuna.
"Ayah dari mana saja?" tanya Yuna dengan memegang wajah Nathan. Nathan tidak menjawab dan memilih untuk diam karna dia tidak tau harus menjawab apa.
"Ibu, Ini ayah bukan?" tanya Yuna yang mengira jika ibu nya ada di dekat nya.
"Ibu mu di atas" jawab Nyimas akan pertanyaan Yuna.
"Ibu, Aku menemukan ayah" teriak Yuna dari bawah dan itu terdengar jelas oleh Ara yang ada di dekat tangga tapi tidak nampak oleh siapapun.
__ADS_1
"Dia memang ayah mu" guman Ara dengan air mata yang mengalir di wajah nya.