
"Tidak apa apa pak...ini memang salah saya yang berbicara lumayan lama" ucap Nathan sambil melebarkan senyumannya karna memang dia berbicara sudah hampir satu jam.
Nathan pun dengan segera mengakhiri percakapannya dan mempersilahkan semua siswa siswi mulai bekerja hari ini dan sampai satu bulan akan datang.
Ara langsung berlalu tidak seperti teman temannya yang masih ingin berbincang dengan Nathan karna dia masih emosi akan suaminya itu. Sedangkan Nathan matanya sedari tadi tertuju kepada istrinya itu.
Ara mengenakan celemek dan sarung tangan karna dia ingin mencoba menanam bunga karna sejak dulu dia tidak pernah menanam bunga sama sekali.
"Bunga apa ya?" tanya Ara saat melihat banyak sekali bunga di dalam tempatnya itu.
"Ara" panggil Damian. Ara langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Hmmm" jawab Ara.
"Kamu ngapain disini?" tanya Damian kepada Ara.
"Ini mau nyoba nanam bunga" jawab Ara dan memilih milih kembali bunga yang ingin ia tanam.
"Ini bagus" ucap Damian sambil memperlihatkan bunga mawar putih kepada Ara. Ara menerimanya.
"Iya ya lumayan bagus" jawab Ara dan berjongkok dan mulai menanam tanaman itu.
"Semoga tumbuh" ucap Ara sambil menanam bunga itu dengan senyum yang mengembang.
"Kamu suka sama bunga?" tanya Damian. Ara mengangguk mengiyakannya tanpa menoleh ke arah Damian.
"Damian Ara kalian lagi ngapain?" tanya Andita yang baru saja sampai dan ikut berjongkok di samping Damian.
"Punya mata kan?" tanya Ara tanpa menatap Andita.
"Ssshhhtttt" umpat Anduta kesal. Nathan hanya menatap istrinya itu dari kejauhan karna dia tidak mau istrinya itu kembali emosi saat melihatnya.
__ADS_1
"Kenapa lo gak kesana?" tanya Vino sambil menyenggol bahu Nathan.
"Pak" panggil Jenny. Nathan menoleh ke arahnya.
"Iya" jawab Nathan. Ara langsung menoleh ke belakang karna dia mendengar suara suaminya.
"Deket aja terus" guman Ara kesal menatap suaminya itu dan langsung melempar skop untuk menanam itu ke bawah dan hampir saja terkena kaki Damian.
"Ra lo kenapa?" tanya Andita yang melihat Ara berlalu. Mata Nathan pun mengikuti gerak gerik sang istri yang ingin menuju ke arahnya.
"Pak bisa ikut saya sebentar?" tanya Ara sopan kepada Vino tanpa menatap Ara sedangkan Nathan sedari tadi menatap sang istri.
Vino menatap ke arah Nathan dan Nathan mengangguk mengiyakannya. Ara berlalu terlebih dahulu dan Alfin hanya mengikutinya.
Saat sampai di belakang toko bunga itu dan sudah tak terlihat siapa siapa lagi Ara langsung menatap tajam Vino. "Tadi malam Nathan kemana?" tanya Ara datar dan meletakkan satu tangannya di samping kepala Vino.
"Dia di kantor" jawab Vino jujur.
"Ini udah gue jawab jujur" ucap Vino yang sedikit ngeri saat melihat Ara marah.
"Trus kenapa bajunya bau parfum perempuan?" tanya Ara lagi dengan emosi yang sedikit meredam. Vino mengingat ingat apa yang terjadi tadi malam.
"Jawab gue" bentak Ara lagi dan kembali memukul keras dinding itu sampai tangnnya sedikit terluka tapi itu tidak terlalu sakit baginya.
Vino sedikit ngeri akan Ara karna dia pernah mendengar cerita Erina bahwa Ara memiliki tenaga seperti pria. "Tadi malam ada mantannya dateng ke kantor dan langsung meluk dia" jawab Vino jujur karna dia juga tidak mau di amuk oleh Ara.
"Mantan?" tanya Ara.
FLASH BACK ON
Nathan baru saja hendak pulang ke apartemen saat jam sudah menunjuk pukul sebelas malam tapi tiba tiba Feli datang dan langsung memeluk erat tubuhnya.
__ADS_1
Natha tersentak kaget akan itu dan berusaha melepaskan pelukan Feli itu dari tubuhnya sedangkan Vino dan Viona hanya melihatnya. "Lepasin" ketus Nathan dan berusaha melepaskan tangan Feli dari lehernya.
"Aku masih cinta sama kamu Nat....jangan tinggalin aku" ucap Feli tak mau melepaskan pelukannya.
"Lepasin" bentak Nathan tapi itu tak membuat Feli melepaskan pelukannya dan malah makin mempererat.
"Aku mohon maafin aku" ucap Feli yang masih dalam pelukan Nathan.
"Aku beneran cinta sama kamu..aku gak bisa ngelupain kamu dan kamu beneran beda sama Sey Nath" jelas Feli karna memang dulu Feli meninggalkan Nathan karna Sey orang amerika asli tapi dulu Nathan tidak tau di mana tinggalnya Sey.
"Aku udah kecewa sama kamu dan sekarang aku juga udah dapetin yang jauh lebih baik dari kamu dan aku harap kamu gak pernah ganggu aku lagi" jelas Nathan.
"Gak ada yang bisa gantiin aku di hati kamu...kamu cuma cinta sama aku bukan orang lain" bantah Feli. Nathan melepaskan secara paksa tangan Feli yang ada di lehernya itu.
Nathan tidak menjawabnya dan langsung masuk ke dalam mobil sedangkan Viona dia menaiki kendaraan umum.
FLASH BACK OFF
"Gitu ceritanya" ucap Vino. Ara langsung melepaskan tangannya dari dinding toko itu dan memilih berlalu.
"Maafin gue nat" guman Vino yang melihat Ara sepertinya sedih.
Ara masuk ke dalam toko itu dan melewati Nathan yang sedari tadi menunggunya. Ara kembali menjongkokkan tubuhnya dan kembli menanam tanaman yang tadi ia belum selesai ia tanam.
"Ra tangan lo kenapa?" tanya Andita hawatir saat melihat tangan sahabatnya itu terluka dan mengeluarkan darah. Andita sedari tadi masih disana tapi tidak dengan Damian yang di panggil oleh Jenny.
"Gapapa" jawab Ara dan langsung memundurkan tangannya dan kembali melanjutkan tanam menanamnya. Nathan yang mendengar ucapan Andita langsung emantap tangan istrinya yang berdarah itu.
Nathan langsung menghampiri istrinya itu dan ikut berjongkok. Natban meraih tangan wanita itu dan menatap tangan itu.
"Tangan kamu kenapa?" tanya Nathan menatap istrinya itu. Ara tidak menjawabnya dan memilih untuk berlalu dan melepaskan tangannya dari genggaman Nathan.
__ADS_1