
"Kamu mau makan apa nak?" tanya nita kepada ara.
"Apa aja bun" jawab ara dengan senyum yang mengembang di pipinya hingga matanya menghilang akibat senyumannya tersebut.
"Udah gak usah senyum senyum lo ra.....liat tuh mata ilang" ucap Erina yang melihat ara sedang mengembangkan senyumannya. nathan yang mendengar perkataan Erina langsung melihat ke arah ara yang berada tepat di sampingnya. ara yang tidak terima di bilang seperti itu langsung membantah.
"Mana gak ilang kok" jawab ara sambil melebarkan matanya.
"Lo kalo ketawa ilang mata lo ra" jawab Andita lagi.
"Gk ilang kok.....iya kan nat" jawab ara langsung melebarkan senyumannya ke arah nathan supaya nathan melihat jika matanya tidak hilang jika tertawa. nathan seketika terdiam karna ara tersenyum kepada nya membuat jantungnya terasa ingin copot dan lepas dari tempatnya. ara yang tidak mendapat respon dari nathan langsung membuyarkan senyumannya dan menatap nathan yang terlihat gugup.
"Nat" panggil ara dan menyadarkan nathan akan lamunannya.
"Hem" jawab nathan gugup.
"Gak ilangkan mata gw" ucap ara kembali tersenyum.
"Gak ilang kok" hawab nathan membalas senyumannya.
"Tuh denger" ucap ara kepada Andita.
"Udah lah ra ngaku aja kalo mata lo tuh ilang apa lagi lo baru aja selese nangis" ucap Andita dengan nada sedikit meledek.
"Reseh lo" jawab ara ketus.
"Udah udah ini makanannya" ucap nita yang menghentikan perdebatan mereka.
"Makasih bunda" ucap ara sambil tersenyum.
__ADS_1
"Sama sama sayang" ucap nita sambil mengelus pucuk kepala ara. Semua orang menikmati makanan yang di bawa oleh bi nur dan juga nita tapi tidak dengan ara yang terlihat kesusahan makan karna dia tidak bisa makan menggunakan tangan kiri. Nita yang menyadari akan ara yang susah untuk makan langsung mengambil makanan yang sempat ia ambil tadi untuk ara.
"Sini bunda bantu" ucap nita.
"Ara bisa sendiri kok bun" jawab ara dengan melebarkan senyumannya.
"Ini aja gak keliatan kalo kamu bisa makan sendiri" ucap nita sambil melihatkan makanan yang ada di dalam piring milik ara karna memang tidak di makan oleh ara makanan tersebut karna dia kesusahan untuk makan.
"Biar bunda yang bantuin ya" ucap nita ara pun hanya mengangguk mengiyakan. Nita menyuapi makanan tersebut ke dalam mulut ara di saat makanan tersebut sudah masuk ke dalam makanannya ara tiba tiba termenung bahagia dan air matanya tiba tiba menetes. karna dia tidak pernah merasakan suapan seorang ibu dia dari kecil hanya makan sendiri dan kadang bi nur yang membantunya untuk makan. nita yang melihat ara menangis langsung menghentikan aktifitas nya yang tadi hendak menyuapi ara lagi.
"Kamu kenapa sayang" ucap nita kepada ara. ara yang mendengarnya pun sesegera mungkin menghapus air mata yang terjatuh tiba tiba tersebut semua mata yang ada di ruangan tersebut tertuju kepada ara.
"Ara gapapa kok" ucap ara dengan senyumannya dan menatap ke arah nita.
"Trus kenapa nangis?" tanya nita.ara sedikit bingung harus menjawab apa.
"Ara kepedesan bun bukan nangis" ucap ara sambil mengipas mulutnya menggunakan tangan kirinya tersebut layaknya orang kepedasan padahal dia berbohong dan dia langsung meminum air yang ada di depannya ntah itu punya siapa ara tidak peduli.
"Lo kebiasaan banget minum minuman orang" ucap nathan karna air yang ara minum tadi ialah airnya.
"Gw gak tau kalo minum itu minum lo.....makanya gw minum kan minumannya ini di tarok di depan gw" ucap ara dengan nada sedikit meninggi.
"Lo yang salah kok lo sih yang nyolot" bentak nathan yang membuat ara langsung terdiam.
"Maap" ucap ara sambil menundukkan kepalanya. elin dan amel tau betul jika ara di bentak dia pasti langsung meminta maap akan kesalahannya. nathan merasa bersalah karna dia telah membentak ara dia sedikit merasa bingung akan dirinya kenapa dia jika berbicara dengan ara pasti meninggikan suaranya karna dia tidak pernah membentak perempuan sebelumnya.
"Udah udah.......kamu kan bisa ngambil air yang baru nat" ucap nita yang melihat ara menundukkan kepalanya.
"Maapin gw" ucap nathan dan kembali melahap makanannya tersebut. ara yabg mendengar perkataan nathan yang meminta maap kepadanya langsung mengangkat kepalanya.
__ADS_1
"Makan lagi ya nak" ucap nita sambil menyodorkan makanan yang sudah ia sendokkan tadi kedalam mulut ara. ara memakan makanan tersebut dengan lahap.
Mereka semua sudah selesai makan. bi nur dan nita membereskan bekas piring piring kotor tersebut dan di bantu oleh Andita dan juga Erina. Ara ingin membantu mereka tapi mereka melarang ara dan menyuruh ara untuk istirahat tapi ara tidak mau dan memilih untuk duduk di atas sofa yang ada di ruangannya tersebut di temani oleh Vino dan juga nathan sedangkan mang mamat tadi dia berpamitan untuk pulang karna sheyla menelpon tadi menyuruh mamat untuk pulang.
Ara menyapu sudut ruangan tersebut dan tatapannya terhenti ketika melihat boneka kesayangannya ada di ruangan tersebut tepatnya di sudut dekat nathan. ara bergegas berjalan ingin mengambil bonekanya tersebut.
"Pokiii..." ucap ara sambil memeluk boneka pokemon miliknya yang cukup besar. Nathan dan Vino hanya melihat tingkah ara yang memeluk dan mencium boneka.
"Kamu kenapa gak jenguk aku" ucap ara sambil memeluk dan bersender di bonekanya tersebut.
Andita dan Erina yang sudah selesai mebantu nita dan juga bi nur pun keluar dan melihat ara duduk di atas lantai sambil memeluk bonekanya tersebut.
"Ara" panggil Andita.
"Hmmm" jawan ara yang masih memeluk boneka kesayanganya tersebut.
"Kenapa lo duduk di bawah" tanya Erina kepada ara tapi ara tidak menjawab perkataan Amel dan sibuk dengan boneknya tersebut.
Erina mendengus kasar karna ara tidak mengubris perkataanya.
"Er, Dit" panggil ara dengan mengalihkan pandangannya ke arah Erina dan juga Andita. Andita dan Erina tidak menjawab tapi mereka melihat ke arah ara.
"Keluar yuk" ajak ara kepada Erina dan juga Andita. nathan yang mendengar ucapan ara yang mengajak Erina dan juga Andita keluar pun langsung menjawab tiba tiba.
"Gak boleh" ucap nathan.
"Kenapa?" tanya ara kepada nathan. nathan hanya diam dan tidak tau ingin menjawab apa karna dia sendiri juga bingung kenapa dia tidak membolehkan ara untuk keluar.
"Kalo orang nanya tuh di jawab" ucap ara karna nathan tidak menjawab perkataanya.
__ADS_1
"Kan lo masih sakit" jawab nathan.
"Gw kan mau ke taman rumah sakit bukan kemana mana" ucap ara dan langsung berdiri dan berjalan ke arah Erina dan Andita dengan membawa boneknya. Ara meletakkan boneknya ke atas ranjangnya setelah itu ara melihat ke arah kedua sahabatnya tersebut dan ingin mengajak Andita dan Erina untuk keluar.