
Ara melihat ke arah luar jendela dan dia melihat ada toko bunga dan matanya tertuju akan bunga yang di pajang di balik kaca toko itu. "Berenti" teriak ara yang membuat aldi refleks langsung menginjak rem mobil itu dan kepala bi nur hampir terbentur.
"Kenapa non?" tanya bi nur.
"Tungguin ara" ucap ara dan langsung keluar dari mobil aldi dan menuju ke toko bunga.
Sesampai di depan toko bunga itu ara sangat ingin dengan bunga yang ada di pajangan yaitu bunga mawar pink yang bercampur dengan warna putih dan itu adalah kesukaan sheyla. diapun langsung masuk ke dalam toko bunga itu.
"Mau beli apa nona?" tanya pelayan tersebut kepada ara.
"Saya mau beli bunga yang itu" ucap ara sambil menunjuk ke arah bunga yang ia inginkan.
"Tunggu sebentar" ucap pelayan tersebut dan berlalu meninggalkan ara untuk mengambil bunga yang ara inginkan.
"Ini nona" ucap pelayan tersebut dan menyodorkan bunga itu kepada ara dan ara pun menerimannya.
"Berapa?" tanya ara kepada pelayan tersebut.
"432rb nona" ucap ara dan langsung mengambil dompetnya yang terletak di saku celana belakangnya dan mengambil kartu ATM miliknya dan memberikannya kepada pelayan tadi. pelayan tersebut pun menggesekkan kartu itu.
"Tolong isikan pinnya nona" ucap pelayan tersebut sambil menyodorkan mini atm itu. ara memasukkan pinnya dan setelah itu mengalihkan kembali mini atm itu kepada kasir tadi. setelah selesai kasir itu memberikan kembali kartu milik ara.
"Ini nona" ucap kasir tersebut sambil menyodorkan kartu atm milik ara.
"Terima kasih" ucap ara dan langsung meninggalkan kasir tersebut dan berlalu keluar meninggalkan toko bunga yang ia kunjungi tadi.
Setelah selesai membeli bunga ara pun langsung menghampiri mobil aldi yang masih terparkir di depan toko baju karna tadi ara mendadak ingin berhenti. Ara sudah sampai di dekat mobil aldi dan dia langsung masuk ke dalam mobil aldi.
"Kamu dari mana?" tanya aldi.
"Dari beli bunga" jawab ara sambil mencium bunga yang ia beli tadi.
"Kamu suka bunga?" tanya aldi. ara menggelengkan kepalanya karna dia tidak terlalu suka bunga.
"Trus kenapa beli bunga?" tanya aldi lagi.
__ADS_1
"Buat sodara saya dok" ucap ara dan aldi mengangguk mengerti dan aldi pun menyalakan mesin mobilnya dan meninggalkan tempat itu untuk mengantar ara dan juga bi nur pulang.
Terlihat hening di dalam mobil aldi seperti sebelumnya. Dan tidak lama kemudian mobil aldi sudah sampai di kediaman wijaya dia mengikuti alamat yang di katakan oleh ara tadi.
"Udah sampe" ucap aldi dan melihat ke arah bi nur dan juga ara secara bergantian.
"Makasih ya dok" ucap ara dan ingin mengambil barang barangnya yang ada di dalam mobil aldi tapi dia kesusahan karna tangannya membawa bunga dan tidak bisa membawa yang lain.
"Biar saya bantu" tawar aldi dan langsung mengambil boneka milik ara.
"Ara" panggil arfel yang baru saja keluar dari rumah ara.
"Lo ngapain di rumah gw" ucap ara heran.
"Gak ngapa ngapain.....gw cuma mau main aja gw kangen sama mami sama papi" ucap arfel.
"Sini bantuin gw" ucap ara.
"Biar aku aja" tawa aldi lagi.
"Bantuin apaan?" tanya arfel.
"Ini tolong bawain barang barang gw masuk ke dalam" ucap ara ambil menunjuk ke arah barang barangnya yang lumayan banyak. arfel membantu membawakan salah satu tas yang ada di mobil aldi dan dia juga membawakan boneka milik ara dia dan juga bi nur langsung masuk ke dalam rumah. sedangkan ara masih di luar.
"Dokter mau mampir dulu?" tanya ara.
"Bo...." ucap aldi terputus karna ponselnya berbunyi dan itu adalah panggilan dari aila suster di rumah sakit yang bekerja dengannya.
"Halo" ucap aldi.
"Dok .....dokter sekarang dimana?" tanya aila panik.
"Kenapa?" tanya balik aldi sedangkan ara hanya melihat aldi yang sedang menelpon.
"Disini ada pasian yang anfal dok dan harus di tangani oleh dokter" ucap aila dengan kepanikan.
__ADS_1
"Yaudah saya sekarang kesana" ucap aldi dan langsung mematikan telponnya.
"Lain kali aja aku mampir ke rumah kamu......soal nya sekarang aku harus ke rumah sakit" ucap aldi.
"Yaudah dok lain kali aja" ucap ara.
"Yaudah saya permisi" ucap aldi dan langsung masuk ke dalam mobil miliknya.
"Hati hati dok" teriak ara saat mobil aldi sedikit menjauh darinya. Setelah ia tidak melihat mobil aldi dia langsung masuk ke dalam rumahnya untuk masuk ke dalam kamarnya dan dia berpasan dengan sheyla dan sheyla pun langsung memeluk tubuh adiknya itu.
"Jangan kenceng kenceng" ucap ara datar karna sheyla memeluk ara dengan lumayan kencang.
"Maap" ucap sheyla.
"Lo kenapa gak ngomong mau pulang hah biar gw jemput" bentak sheyla tapi ara tidak menjawab perkataan sheyla karna di ruangan itu ada orang tuanya dan dia lebih memilih untuk pergi dan menuju ke kamarnya karna dia sedikit malas melihat orang tuanya.
"Eh bocah kalo orang ngomong tu di jawab bukan malah pergi aja" bentar sheyla yang melihat ara pergi meninggalkannya tanpa menjawab perkataannya.
"Memang gak ada sopan santunnnya" ucap teo. tapi ara tetap tidak menghentikan langkahnya dan dia juga tidak menjawab perkataan kakaknya itu dan langsung masuk ke dalam kamarnya.
Di dalam kamarnya dia melihat arfel yang sedang duduk di atas kursi sofa yang ada di dalam kamar ara yang di hususkan untuk teman temannya jika main di dalam kamarnya dia menyapu seluruh sudut kamar ara yang sangat luas dan besar dan juga rapi. dan dia meletakkan buket bunga yang semat ia beli tadi di atas meja belajarnya. di atas meja belajarnya terdapat laptop dan alat belajar lainnya dan juga ada dua kotak yang sudah terbungkus oleh kertas kado dan itu adalah hadiah untuk sheyla dan juga dewa karna besok hari wisuda mereka.
"Lo ngapain nyantai di sini hah.....udah sana keluar" usir ara sambil berjalan menuju tempat tidurnya untuk mengistirahatkan tubuhnya. Setibanya di ranjang temat tidur yang ada di kamarnya ara langsung merebahkan tubuhnya dengan posisi tengkurap dan kaki yang masih terbalut oleh sneakers miliknya yang ia pakai.
"Huh" ara mendengus kasar sambil memejamkan matanya. Arfel hanya memperhatikan seluk beluk kamar ara dia melihat ada banyak buku di rak dinding yang terletak di atas temat belajar ara.
"Ini buku lo semua ra?" tanya arfel sambil melihat ke arah ara tapi ara tidak mengalihkan pandangannya kepada arfel.
"Lo jangan sentuh sentuh barang gw" bentak ara kepada arfel.
"Siapa juga yang mau nyentuh barang lo......kamar lo luas juga ra......tata letaknya pas gitu" ucap arfel ara yang mendengar ucapan arfel langsung mengalihkan pandangannya menghadap ke arah arfel. dan matanya tertuju ke arah pintu karna pintu kamarnya itu hanya terbuka sedikit.
"Kalo lo gak mau pergi dari kamar gw......buka pintu kamarnya lebar lebar" perintah ara keada Arfel.
"Kenapa emangnya?" tanya arfel.
__ADS_1
"Lo mau orang mikir kalo kita macem macem di sini hah?" bentak ara sambil melototkan kedua matanya ke arah arfel dengan posisinya masih tengkurap.