Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Hamil (Erina)


__ADS_3

Dokter yang memeriksa Erina tersenyum dan Ara bingung dan sedikit kesal karna dokter itu bukannya menjawab malu tersenyum. "Dokter kenapa senyum? gimana keadaan teman saya?" ketus Ara.


"Jangan marah marah" ucap Nathan yang mengerti jika istrinya itu mudah emosi.


"Maaf kan saya nona...pasien sedang mengandung" jawab dokter itu dengan senyum yang mengembang.


Semua orang di sana terkejut bahagia. "Yeeee...gue punya ponakan" ucap Ara yang memcahkan keheningan di sana sambil meloncat seperti anak kecil.


Dokter tersenyum melihat tingkah Ara dan akhirnya semua orang tersenyum bahagia apa lagi Vino yang langsung masuk ke dalam ruangan tanpa memperdulikan orang lain.


"Yeeee....kita punya ponakan Dit" ucap Ara yang masih kegirangan dan mengajak Andita ikut meloncat sepertinya. Andita tidak menolak itu dan ikut meloncat bahagia. Sangat nampak wajah bahagia dari kedua wanita itu.


Nathan sangat senng melihat istrinya itu yang nampak sangat bahagia dan dia hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sang istri yang seperti anak kecil.


"Ayo kita masuk" ajak Ara tanpa memperdulikan Nathan dan mengajak Andita masuk ke dalam dengan wajah yang masih nampak sangat bahagia.


Nathan hanya tersenyum dan mengikuti sangat istri masuk ke dalam ruangan Erina sedangkan Atsa tadi sudah berpamitan pulang dengan kekasihnya.


"Ya allah bahagia banget gue hari ini" ucap Ara saat sudah masuk ke dalam ruangan itu dan langsung memeluk tubuh Erina begitupun dengan Andita sedangkan Vino dia meminggirkan tubuhnya dan hanya menatap kebahagiaan kedua sahabat istrinya itu.


"Gue bentar lagi punya ponakan" ucap Ara kegirangan dan mempererat tubuh Erina.

__ADS_1


"Jangan kenceng kenceng peluk dia" ucap Nathan melihat istrinya itu memeluk Erina dengan erat.


"Tau lo ra..kebiasaan banget meluk gitu" ketus Andita dan memukul pelan kepala Ara.


"Auuu" rengek Ara karna kepalanya itu belum sembuh betul dan masih memar. Andita dan Erina yang mendengar Ara merengek seperti orang kesakitan langsung melepaskan pelukan mereka.


"Eh kenapa?" tanya Andita hawatir. Ara dengan segera menggelengkan kepalanya dengan senyum yang mengembang.


"Gue seneng banget hari ini.....gue janji gue bakal jagain lo" ucap Ara dan memeluk kembali tubuh Erina. Erina hanya membalasnya dengan senyuman dan membalas pelukan dari sahabatnya itu.


"Gue punya suami yang bisa jagain gue" ucap Erina sambil membelai lembut kepala Ara.


"Bibi nungguin kamu ya sayang" ucap Ara sambil mengelus lembut perut Erina. Erina hanya menanggapinya dengan senyum begitupun dengan Nathan dan Vino dan juga Andita.


"Ra kepala lo kenapa bedarah?" tanya Erina saat melepaskan tangannya dari kepala Ara. Nathan yang mendengar itu langsung menghampiri istrinya.


"Ara" panggil Erina kembali karna tadi dia tidak mendapatkan jawaban.


Nathan semakin hawatir begitupun dengan semua orang yang ada di dalam ruangan itu yang hawatir. "Ara?" panggil Nathan menggoyangkan tubuh istrinya itu tapi tetap saja dia tidak merespon.


Nathan mengambil alih kepala istrinya itu dan melihat mata istrinya itu terpejam. Nathan semakin hawatir dan segera menggendong tubuh mungil itu dan masuk ke dalam salah satu ruangan diikuti oleh semua orang yang ada di dalam ruangan tadi.

__ADS_1


Nathan mondar mandir di depan ruangan istrinya itu dengan perasaan hawatir begitupun dengan Erina dan Andita. "Kamu jangan terlalu banyak pikiran nanti berdampak buruk dengan kandungan kamu" ucap Vino dan mengelus lembut perut istrinya itu.


Erina menyenderkan kepalanya ke dada bidang Vino karna dia hawatir akan Ara yang tiba tiba kepalanya mengeluarkan darah.


Ckleekk


Pintu ruangan itu terbuka dan keluarlah dokter dari dalam itu. "Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Nathan hawatir.


"Istri anda kekurangan darah tuan akibat pendarahan di bagian kepalanya yang menyebabkan istri anda seperti ini" jelas dokter itu.


"Lakukan yang terbaik untuk istri saya dok" perintah Nathan dan menggenggam dengan tatapan penuh harap kepada dokter yang memeriksa istrinya itu.


"Baik tuan" jawab dokter itu dan langsung berlalu untuk mempersiapkan diri untuk operasi tranfer darah kepada Ara dan untungnya stok golongan darah yang sama dengan Ara masih banyak.


"Kenapa bisa dia kekurangan darah nat? bukannya tadi malam dokter bilang kalo Ara gapapa?" tanya Vino bingung karna sedari tadi dia memikirkan itu.


"Emangnya Ara tadi malam kenapa sayang?" tanya Erina yang sudah tenang.


"Iya ya kenapa bisa hari ini dokter bilang kalo dia kekurangan darah?" tanya balik Nathan dan menatap lekat wajah Vino.


"Rekaman cctv tadi malam lo udah dapat?" tanya Nathan kepada Vino.

__ADS_1


__ADS_2