Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Berlebihan


__ADS_3

"Ara itu orangnya keras kepala nak tapi dia bakal nurut sama orang yang selalu sayang dan selalu merhatiin dia" jelas Nita yang sudah sangat mengetahui watak seorang Ara riyanti.


"Kalo dia gak mau gimana bun?" tanya Nathan kepada sang ibu.


"Bunda yakin kamu bisa bujuk dia" jawab Nita dengan senyum yang mengembang. Nathan hanya diam karna dia memikirkan bagaimana cara membujuk sang istri untuk kembali pulang dan Nita bisa melihat keraguan dari raut wajah sang anak.


"Nathan yang bunda kenal selalu semangat dan tidak pantang menyerah" semangat Nita karna itulah Nathan yang tidak pernah ingin mengalah dan menyerah sama seperti waktu dia membangun perusahaan miliknya yang ada di bogor dan waktu itu perusahaannya selalu saja mengalami masalah dan dia bisa menyelesaikannya tanpa bantuan sang ayah maupun siapapun. Dan sekarang dia harus bisa membujuk sang istri untuk kembali bagaimana pun caranya akan dia lakukan.


"Yaudah bun Nathan pamit mau jemput Ara dulu" ucap Nathan dan ingin berlalu karna dia masih mengenakan baju tadi dan belum mengganti pakaiannya.


Nita mengangguk mengiyakannya dan tersenyum bahagia melihat semangat yang di miliki oleh sang anak. Nita langsung keluar dari kamar anaknya itu dan melihat jika Nathan baru saja ingin keluar dari rumah.


"Mau kemana Nathan bun?" tanya Andre saat melihat istrinya itu turun dari tangga dan seperti baru sudah dari kamar Nathan.


"Dia mau jemput Ara" jawab Nita sambil melebarkan senyumannya. Andre mengangguk mengerti akan jawaban sang istri.


****


Di panti asuhan mutiara Nathan baru saja sampai di sana dan waktu sudah menunjukkan waktu maghrib. Nathan langsung turun dan berniat untuk melaksanakan sholat maghrib bersama dengan anak anak panti dan yang lain tapi saat turun dia langsung melihat sang istri yang sudah mengenakan mukenah dan memalingkan muka darinya.


"Ayo di" ajak Ara kepada Diana supaya mempercepat langkahnya. Diana mengiyakannya dan langsung masuk ke dalam mushola.


Nathan tidak ingin mengganggu dan memilih untuk mengambil wudhu dan langsung melaksanakan sholat berjamaah dengan yang lainnya. Setelah selesai sholat Nathan mencari cari keberadaan sang istri namun dia tidak menemukannya.

__ADS_1


"Qi" panggil Ara yang berada tepat di depan sang suami dan dia tidak menyadari itu. Nathan langsung menatap ke arah suara dan melihat sang istri. Ara langsung sadar akan Nathan yang berada tetap di belakangnya.


"Kenapa?" tanya Barqi yang baru sampai di dekat Ara dan Nathan.


"Gak jadi" jawab Ara dan ingin berlalu tapi tangan Nathan terlebih dahulu menarik tangan sang istri.


Ara tidak mengeluarkan suara sedikitpun untuk sang suami dan dia hanya berusaha melepaskan tangannya dari sang suami sampai akhirnya sang suami melepaskan tangannya.


"Ayo Di" ajak Ara akan Diana karna memang umur mereka berjarak 1 bulan dan Ara lebih kecil darinya makanya Ara memanggilnya dengan nama bukan kakak atau sebagainya.


"Ayo kita pulang" ajak Nathan saat melihat sang istri yang berada di depan mushola.


"Aku mau tidur di sini, Kamu pulang aja sendiri gak ada yang nyuruh kamu ke sini juga" jawab Ara tanpa menatap sang suami dan untungnya di sana sudah tidak ada siapapun karna semuanya masih berada di dalam panti untuk mengaji sampai waktu isya sedangkan Diana dia sudah terlebih dahulu berlalu untuk menemui sang suami yang menemani anaknya yang tertidur di mushola tadi.


Ara melepaskan mukena yang ia pakai tadi dan meletakkannya di tempat semula.


"Huh" Ara mendengus panjang dan langsung merebahkan tubuhnya di atas sofa. "Apa aku berlebihan?" tanya Ara kepada diri sendiri dan akhirnya dia tertidur dengan posisi masih melentang dengan kaki yang masih menjuntai di lantai.


"Pak Nathan?" sapa Ardi saat melihat Nathan ingin masuk ke dalam panti menyusul sang istri.


"pak Ardi?" sapa balik Nathan dengan senyumnya padahal di dalam hatinya kesal sekali karna di ganggu.


"Bapak ngapain kesini?" tanya Ardi yang belum mengetahui siapa istri Nathan.

__ADS_1


"Saya mau nemuin istri saya pak...bapak sendiri kenapa kesini?" tanya Nathan saat melihat ada orang yang membawa makanan masuk ke dalam dan itu adalh sopir Ardi.


"Saya hari ini mau antar makanan pak kesini karna pemilik panti ini sering membantu saya sampai saya menjadi sukses seperti ini" jelas Ardi panjang lebar.


"Apa Ara kenal dengannya?" guman Nathan menatap Ardi.


"Yasudah mari kita masuk bersama" ajak Ardi ramah saat melihat Nathan termenung menatapnya. Nathan mengikuti Ardi dan istri nya dari belakang dengan mata yang selalu mencari cari keberadaan sang istri.


"Ardi" sapa Barqi saat melihat Ardi karna memang Ardi sangat sibuk tapi dia setiap minggunya mengantar makanan ke panti tapi kadang bukan dia yang mengantarkannya melainkan pegawainya.


"Ibu mana?" tanya Ardi karna dia tau jika ibu Barqi tinggal di panti.


"Ada di mushola ngajar anak anak ngaji" jawab Barqi.


"Lo kenapa gak ngajar anak anak?" tanya Ardi.


"Gue ada urusan....gue juga mau belajar" jawab Barqi.


"Sejak kapan lo mulai belajar?" tanya Ardi.


"Ara juga ada disini" ucap Barqi sedangkan Nathan dia hanya mendengar percakapan antara Barqi dan Ardi.


"Mana dia?" tanya Wulan istri Ardi karna dia belum sama sekali berkenalan dengan orang yang telah membantu sang suami.

__ADS_1


__ADS_2