Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Welcome to the world baby Naila


__ADS_3

"Alhamdulillah ya allah aku punya ponakan lagi" ucap Ara dengan menengadahkan tangannya ke atas bersyukur atas kebahagiaan yang ia dapatkan.


Nathan yang mendengar ucapan sang istri tersenyum melihat senyum yang sangat bahagia mengembang di wajah istrinya itu.


Cklekk


Pintu ruangan itu terbuka dan keluarlah dokter perempuan yang membantu pelahiran Erina. "Gimana keadaan ponakan saya sama ibu nya dok?" tanya Ara terlebih dahulu yang membuat semua orang di depan itu geleng geleng kepala.


"Keponakan anda dan ibunya selamat nona" jawab dokter itu.


"Alhamdulillah makasih ya dok, makasih banyak" ucap Ara yang nampak sangat bahagia.


"Sama sama nona" jawab dokter itu.


"Yasudah nona kalau begitu saya permisi" ucap dokter itu lagi. Ara melepaskan tangannya sambil melebarkan senyumannya dokter itupun berlalu.


Semua orang yang di depan ruangan tadi langsung masuk dan nampak wajah bahagia di masing masing wajah itu terutama kedua orang tua Erina dan Vino. Saat masuk ke dalam nampak Vino yang sedang menggendong anak perempuannya dan Erina yang sedang tersenyum bahagia.


"Cucu nenek" ucap Meli ibu Erina dan mengambil alih anak Amel dari tangan Vino. Vino memberikannya karna anak itu sudah di azankan.


"Ponakan bibi" ucap Ara dengan mencium wajah bayi Erina dan Vino itu dengan penuh kasih sayang.


"Jangan lama lama" ucap Nathan dengan menarik kerah outer sang istri karna Ara menempelkan hidungnya di wajah bayi itu sudah cukup lama.


"Kamu ini" ketus Ara dengan melototkan matanya kepada Nathan. Semua orang yang sudah mengetahui sifat Ara terkekeh tapi tidak dengan ibu tiri Vino yang nampak sedikit tak suka akan suasana itu.


"Udah di kasih nama sayang?" tanya Nita kepada Erina dan dia berdiri di depan Meli.

__ADS_1


"Belum bunda" jawab Erina sedikit lemah.


"Naila Vindita" jawab Ara yang memang sudah mempunyai nama untuk anak kelak tapi anak Erina lahir terlebih dahulu makanya dia memberikan nama itu untuk anak Erina saja.


"Hey kenapa kamu yang ngasih dia nama?" tanya Nathan kepada sang istri.


"Dia keponakan aku" jawab Ara dengan mengerucutkan bibir nya karna marah akan sang suami yang selalu komplen apa saja yang ia lakukan.


"Biar ibu sama ayah dia yang ngasih nama, Kamu diam aja jangan ikut campur" ucap Nathan.


"Gapapa kak, Nama yang di kasih Ara tadi juga bagus ya kan sayang?" tanya Erina kepada Vino.


"Bagus banget di tambah di awal namanya hurup awal nama kita" jawab Vino sambil melebarkan senyumannya.


"Bagaimana dengan mama dan yang lain apa suka dengan nama nya?" tanya Erina.


"Iya nak, apapun nama nya dia tetap cucu aku juga" jawab ayah Vino dan mengambil alih gendongan cucunya itu dari Meli.


"Semua orang menyukai nya kamu lihat" ketus Ara dengan melototkan mata nya ke arah sang suami. Nathan memilih untuk diam karna takut Naila terbangun dari tidurnya.


"Boleh Ara gendong Naila om?" tanya Ara kepada ayah Vino. Ayah Vino mengangguk mengiyakannya dan memberikan Naila kepada Ara. Ara menerima Naila dan mengambilnya dengan sangat pelan.


"Halo ponakan bibi" ucap Ara dengan memegang hidung Naila.


"Halo ponakan paman" ucap Nathan sambil mengusap lembut wajah Naila. Ara dan Nathan nampak sangat bahagia dan Naila itu seperti anak Ara dan Nathan bukan anak Vino dan Erina.


"Gantian" ucap Andita yang juga ingin menggendong Naila sedangkan Nita dia mengalah karna dia sudah sangat bahagia melihat cucu dan menantunya itu selamat dan dia juga tidak mau mengganggu Ara dan Nathan yang nampak bahagia juga menggendong Naila.

__ADS_1


"Bentar lagi" jawab Ara lembut tanpa menatap Andita dan masih tersenyum lebar menatap Naila. Sungguh bahagia sekali dia hari ini. Nita memilih untuk berlalu ke dekat Erina dan juga Vino dan meninggalkan Azlan,Nathan,Ara dan juga Andita di sana bersama dengan baby Naila.


"Hey gantian" ucap Andita yang sedari tadi ingin menggendong Naila. Ara tidak menjawab nya dan masih menggendong Naila dengan senyum yang masih mengembang.


"Ara kasih lah Naila sama Andita" ucap Azlan yang kasihan melihat istrinya itu. Ara tetap tidak menjawab nya dan masih fokus akan Naila.


"Kamu ini kenapa egois banget orang juga mau gendong Naila" ketus Azlan. Ara menatap ke arah nya karna dia di marahi.


"Makanya kalo mau ngegendong bayi lebih lama, hamil dan lahir kan sendiri" sambung Azlan kembali. Andita menatap tak suka akan sang suami karna dia juga mengetahui tentang Ara yang menunda kehamilan dan despresi. Ara menatap dengan alis yang menaup ke arah Azlan karna dia sedikit tersinggung akan ucapan itu.


"Ambil dan gendong sesuka hati kalian, Maafin gue yang udah lama gendong nya" ucap Ara sambil menyodorkan Naila kepada Andita.


"Gapapa gapapa, Gendong aja sesuka hati lo" jawab Andita sambil melebarkan senyumannya.


"Tangan gue capek ngegendong Naila, gantian" jawab Ara kembali menyodorkannya sambil melebarkan senyuman nya.


"Kamu Azlan" guman Nathan yang bisa melihat ketersinggungan sang istri.


"Ambil ini" ucap Ara dan kembali menyodorkan Naila kepada Andita sedangkan orang tua mereka berada di dekat Erina dan Vino dam seperti nya mereka sedang membicarakan sesuatu.


Andita menerima Naila dengan senang hati dan dia juga bisa melihat dari raut wajah Ara jika Ara tersinggung akan ucapan suaminya itu. Ara sedari tadi mencoba menahan sesak akan ucapan Azlan sampai akhirnya dia merasa perutnya sedikit sakit.


"Kamu kesinggung sama ucapan Azlan tadi?" tanya Andita kepada Ara.


"Jelas aja enggak, dia emang gak bisa jaga ucapan nya" jawab Ara dengan tersenyum padahal dia sangat tersinggung akan ucapan Azlan.


"Auuuu" rengek Ara karna perut nya kembali sakit.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Nathan kepada sang istri.


__ADS_2