Ara Dan Nathan

Ara Dan Nathan
Udah lama gak tidur sama ni bocah


__ADS_3

"Lo mau orang mikir kalo kita macem macem di sini hah?" bentak ara sambil melototkan kedua matanya ke arah arfel dengan posisinya masih tengkurap.


Arfel hnya melihat ke arah ara tanpa melakukan perintah ara. ara sedikit kesal akan arfel yang tidak kunjung membuka pintu kamarnya itu.


"Kalo gak mau buka tu pintu mending lo keluar aja......gak usah di sini" bentak ara kesal.


"Iya iya gw buka" ucap arfel dan langsung membuka pintuk kamar itu lebar lebar.


"Coba dari tadi kek....suka banget ngebikin orang kesel" ucap ara dan langsung mengalihkan kepalanya ke samping. Arfel melihat lihat meja belajar ara yang tidak ada buku satupun di sana dan dia ingin membuka laci meja itu dan berniat ingin melihat apa saja isi di sana tapi matanya teralih ke arah dua kado yang ada di atas meja itu.


"Kado buat siapa ra?" tanya arfel sambil membolak balikkan kedua kado tersebut dan di kado itu ada tulisan yang tertera.


"Dewa" tulisan di kado yang berwarna coklat.


"Sheyla" satu nama lagi yang ada di kotak kado yang berwarna pink tua.


"Kenapa lo beli kado buat dewa ra?....lo mau ngasih sama siapa?" tanya arfel tapi ara tidak menjawab pertanyaan arfel karna ara sudah tertidur. Arfel yang merasa tidak ada respon dari ara langsung meletakkan kado di atas meja itu kembali dan menghampiri ara.


"Ra" panggil arfel tapi ara tidak menjawab. arfel berjalan ke arah samping di mana wajah ara menghadap dan melihat ara memejamkan mata.


"Tidur dia.....antesan gak ada jawaban" ucap arfel sambil tersenyum. mata arfel teralihkan ke arah sepatu yang ara kenakan karna seatu itu belum ia lepaskan dari kakinya.


"Capek banget ya sampe sepatu aja lupa di lepas" ucap arfel sambil menggelengkan kepalanya dan berjalan ke arah kaki ara karna dia ingin melepaskan sepatu yang masih ara kenakan itu. arfel melepaskan sepatu yang ara kenakan sambil duduk di atas ranjang milik ara dan kaki ara ia letakkan di atas pahanya.

__ADS_1


Setelah selesai melepaskan sepatu yang ara kenakan ia meletakkan sepatu itu di dekat kasur ara dan dia memperbaiki posisi tidur ara. setelah selesai memperbaiki posisi tidur ara dia duduk sebentar di dekat ara. dia menatap lekat wajah ara sambil tersenyum. "Lo tulus makanya gw bisa suka sama lo" ucapnya sambil membelai lembut rambut ara.


Setelah cukup lama dia memandangi ara diapun meletakkan sepatu milik ara di rak sepatu yang ada di samping gantungan pakaian yang sering ara gunakan dan tepatnya di sebelah kanan ara dan di sebelah kiri ara ada lemari yang cukup besar dengan 6 pintu yaitu 4 pintu kaca dan satu ujung kiri dan kanannya pintu kayu.


Kamar mandi di dalam kamar ara terletak di dekat lemari pakaiannya. sebenarnya kamar ara ada ruang husus untuk tempat pakaian dan semua perlengkapannya tapi ara tidak menggunakannya karna di sana hanya barang barang yang di belikan oleh orang tuanya dan di dalam itu semuanya adalah barang barang barandid dan ara memilih membeli lemari sendiri dan pakaian sendiri. Tidak ada orang yang tau akan hal itu kecuali Andita, Erima dan juga bi nur hanya mereka yang tau ruangan itu.


Sheyla baru saja ingin masuk ke kamar adiknya dan dia melihat kamar adiknya itu terbuka lebar dan diapun masuk ke dalam kamar itu. Sheyla melihat arfel yang sedang meletakkan barang barang ara sedikit kaget karna tidak ada laki laki yang pernah masuk ke dalam kamar adiknya itu dan itu pertama kalinya dia melihat laki laki di dalam kamar adiknya itu.


"Kamu ngaain di sini fel?.....kamu belum pulang?"tanya sheyla arfel yang mendengar sheyla langsung menghadap ke arah sheyla.


"Kak sheyla"panggil arfel.


"Kmu ngapain disini?"tanya sheyla lagi karna pertanyaanya tadi belum di jawab oleh arfel.


"Tapi kak sheyla tenang aja....arfel gak ngapa ngapain kok kak makanya pintunya arfel buka supaya gak ada yang mikir macem macem" jelas arfel lagi.


"Trus kamu ngapain di situ?". tanya arfel.


"Tadi arfel letakin sepatunya ara karna ara nya ketiduran jadi arfel lepasin aja sepatunya" jelas arfel.


"Yaudah sana kamu pulang....udah malem juga" bentak sheyla.


"Yaudah arfel pamit kak" pamit arfel dan berlalu pergi. sheyla mengikuti arfel hingga pintu dan setelah arfel pergi sheyla langsung menutup pintu kamar ara dan ikut merebahkan tubuhnya di samping kiri ara.

__ADS_1


"Huh.....gw udah lama banget gak tidur ama nih bocah" ucap sheyla sambil mengelus lembut rambut adiknya itu karna memang semenjak ara SMK sheyla sngat jarang tidur berdua dengan adiknya itu karna ara lebih memilih tidur di rumah temannya ketimbang tidur di rumahnya sendiri.


Malam ini sheyla tidur di kamar ara karna mungkin dia sangat merindukan adiknya itu. dia memeluk tubuh ara dan ikut menyusul ara di dalam mimpi.


Keesokan harinya ara bangun lebih cepar dari pada sheyla karna dia memang sering bangun pagi. "Pantesan nyaman banget" ucap ara dan ingin tidur lagi karna dia sangat menyukai jika tidur di pelukan sheyla tapi dia teringat akan acara wisuda sheyla yang di laksanakan hari ini dan diapun mengurungkan niatnya untuk kembali tidur dan dia segera membangunkan sheyla.


"Sheyla bangun" ucap ara sambil menggerakkan tubuh sheyla.


"Hmmm" jawab sheyla karna nyawanya belum terkumpul sempurna.


"Lo wisuda hari ini bego" bentak ara yang membuat sheyla langsung duduk dan bergegas keluar dari kamar ara dan menuju ke kamarnya untuk bersiap siap.


"Kalo dia buru buru emang gitu" ucap ara sambil tertawa kecil. dan dia turun dari tempat tidur dan ingin keluar menuju ruang makan untuk membuatkan sarapan spesial untuk sheyla.


Sesamai di dapur ara di sambut oleh kedua pelayan di rumahnya yaitu bi ani dan bi nur. "Non mau kemana?" tanya bi nur.


"Ara mau bikin sarapan buat sheyla bi" ucap ara dan mengambil alat alat untuk membuat sandwich.


"Biar bibi aja non" tawar bi nur dan ingin mengambil alat alat tersebut dari tangan ara.


"Gak usah bi....biar ara aja" tolak ara sopan dan dia pun memulai untuk membuatkan sandwich untuk kakak kesayangannya itu.


Setelah selesai membuat sandwich untuk sheyla ara langsung menuju meja makan untuk meletakkan makanan itu. dan dia menunggu sheyla untuk makan bersama.

__ADS_1


Tidak lama kemudian terlihat sheyla dan kedua orang tuanya sudah datang dan langsung duduk di meja makan mereka masing masing.


__ADS_2